Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Golden Week di Jepang Jadi Libur Panjang?

Kenapa Golden Week di Jepang Jadi Libur Panjang?
ilustrasi suasana di Jepang (pixabay.com/sofi5t)
Intinya Sih
  • Golden Week terbentuk dari rangkaian beberapa hari libur nasional yang berdekatan, menciptakan periode libur panjang yang dinanti masyarakat Jepang setiap tahun.
  • Perayaan penting seperti Showa Day dan Children’s Day memberi makna budaya mendalam, menjadikan Golden Week lebih dari sekadar waktu istirahat biasa.
  • Pemerintah dan perusahaan mendukung cuti tambahan selama Golden Week, mendorong masyarakat untuk berlibur dan meningkatkan aktivitas pariwisata di seluruh Jepang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah dengar tentang Golden Week di Jepang yang selalu ramai dibicarakan? Kalau kamu suka budaya Jepang atau sedang merencanakan liburan ke sana, momen ini wajib untuk kamu pahami. Golden Week dikenal sebagai salah satu periode libur paling panjang dan sibuk di Jepang setiap tahunnya.

Menariknya, bukan hanya karena libur panjang, tetapi juga karena rangkaian hari besar yang unik dan penuh makna. Banyak wisatawan memanfaatkan waktu ini untuk menikmati suasana khas Jepang yang berbeda dari hari-hari biasa. Yuk, cari tahu kenapa Golden Week bisa jadi libur panjang yang spesial sampai akhir artikel ini.

1. Gabungan beberapa hari libur nasional berdekatan

Rainbow Bridge di Tokyo, Jepang
Rainbow Bridge di Tokyo, Jepang (pexels.com/Saya Azeem)

Golden Week terjadi karena beberapa hari libur nasional di Jepang jatuh pada waktu yang sangat berdekatan. Hal ini membuat hari-hari kerja, di antaranya, sering dijadikan cuti tambahan oleh masyarakat. Akibatnya, tercipta periode libur panjang yang dinanti setiap tahun.

Hari-hari libur tersebut terdiri dari perayaan penting yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Karena jadwalnya berurutan, banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk beristirahat lebih lama. Kombinasi inilah yang membuat Golden Week terasa sangat istimewa dibandingkan dengan libur biasa.

2. Adanya hari libur ikonik, seperti Showa Day dan Children’s Day

ilustrasi pertunjukkan kesenian di Jepang
ilustrasi pertunjukkan kesenian di Jepang (commons.wikimedia.org/Corpse Reviver)

Beberapa hari besar dalam Golden Week memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Jepang. Contohnya adalah Showa Day yang berkaitan dengan sejarah era kekaisaran dan Children’s Day yang merayakan kebahagiaan anak-anak. Kehadiran hari-hari ini membuat Golden Week bukan sekadar hari libur biasa.

Setiap perayaan memiliki tradisi tersendiri yang masih dijaga hingga kini. Hal ini menambah daya tarik Golden Week, baik bagi warga lokal maupun wisatawan. Suasana yang tercipta pun terasa lebih meriah dan penuh warna.

3. Budaya mengambil cuti tambahan di Jepang

ilustrasi suasana Tokyo, Jepang
ilustrasi suasana Tokyo, Jepang (pixabay.com/uniquedesign52)

Masyarakat Jepang dikenal pekerja keras, tapi Golden Week jadi momen langka untuk benar-benar beristirahat. Banyak perusahaan memberikan kelonggaran bagi karyawan untuk mengambil cuti tambahan. Hal ini membuat durasi libur menjadi semakin panjang.

Kebiasaan ini juga didukung oleh sistem kerja yang memungkinkan pengajuan cuti di antara hari libur nasional. Dengan strategi tersebut, libur bisa diperpanjang hingga lebih dari seminggu. Tidak heran jika periode ini selalu dimanfaatkan secara maksimal.

4. Dukungan pemerintah dalam penjadwalan libur

ilustrasi suasana Kota Tokyo, Jepang
ilustrasi suasana Kota Tokyo, Jepang (pixabay.com/travelphotographer)

Pemerintah Jepang turut berperan dalam menciptakan libur panjang selama Golden Week. Penetapan hari libur nasional yang berdekatan memang sudah dirancang agar masyarakat memiliki waktu istirahat lebih panjang. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keseimbangan hidup.

Selain itu, ada juga kebijakan yang membuat hari di antara dua hari libur ikut diliburkan. Hal ini semakin memperpanjang durasi Golden Week setiap tahunnya. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati waktu libur tanpa terputus.

5. Momentum liburan dan pariwisata besar-besaran

Ueno Park di Tokyo, Jepang
Ueno Park di Tokyo, Jepang (commons.wikimedia.org/Kestrel)

Golden Week juga dikenal sebagai musim liburan besar di Jepang. Banyak orang memanfaatkan waktu ini untuk bepergian, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Destinasi wisata pun biasanya dipadati pengunjung.

Tidak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara juga ikut meramaikan suasana. Hotel, transportasi, dan tempat wisata sering kali penuh selama periode ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Golden Week dalam budaya liburan Jepang.

Golden Week bukan sekadar tentang hari libur, tetapi juga tentang momen berkumpul, menikmati waktu, dan merasakan budaya Jepang yang lebih hidup. Kalau suatu hari kamu punya kesempatan ke Jepang di periode ini, bersiaplah untuk pengalaman yang berbeda dari biasanya. Siapa tahu, justru di tengah keramaian itulah kamu menemukan sisi Jepang yang paling berkesan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More