Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi barang cair
ilustrasi barang cair (pexels.com/Rachel Claire)

Intinya sih...

  • Petugas keamanan membatasi cairan kabin demi mempercepat proses pemeriksaan

  • Koper yang diserahkan saat check-in diperiksa dengan cara berbeda dari tas kabin

  • Aktivitas di kabin membuat cairan lebih rentan bocor atau rusak

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Naik pesawat selalu identik dengan aturan barang bawaan yang terasa lebih ketat dibandingkan dengan perjalanan darat atau laut, terutama saat membawa cairan di dalam tas. Banyak penumpang yang kaget karena barang yang terlihat sepele justru tertahan di pemeriksaan keamanan bandara. Padahal, perbedaan penempatan antara kabin dan bagasi sudah diatur berdasarkan prosedur keselamatan penerbangan internasional.

Memahami aturan ini sejak awal membantu perjalanan terasa lebih praktis tanpa harus repot membongkar tas di depan antrean panjang. Supaya makin jelas soal kenapa barang cair lebih aman masuk bagasi pesawat, ini beberapa alasan selengkapnya!

1. Petugas keamanan membatasi cairan kabin demi mempercepat proses pemeriksaan

ilustrasi parfum (pexels.com/Anis Salmani)

Setiap cairan yang dibawa ke kabin wajib berada dalam kemasan maksimal 100 mililiter dan dimasukkan ke kantong plastik transparan agar mudah diperiksa di mesin X-ray. Aturan ini bukan karena semua cairan dianggap berbahaya, melainkan karena pemeriksaan kabin harus berlangsung cepat untuk mengejar alur antrean penumpang. Dengan batas ukuran yang seragam, petugas tidak perlu membuka satu per satu isi tas untuk memastikan keamanan.

Sebaliknya, jika cairan dibiarkan dalam ukuran besar, proses pemeriksaan akan jauh lebih lama, karena membutuhkan pengecekan tambahan. Bandara harus menjaga waktu tunggu tetap singkat supaya jadwal penerbangan tidak terganggu. Inilah alasan mengapa aturan 100 mililiter berlaku ketat di kabin, sementara di bagasi tidak diberlakukan pembatasan serupa.

2. Koper yang diserahkan saat check-in diperiksa dengan cara berbeda dari tas kabin

ilustrasi konter check-in (pexels.com/Zheng Xia)

Koper yang diserahkan di konter check-in sebelum masuk ruang tunggu akan dimasukkan ke bagasi pesawat dan baru diambil kembali setelah mendarat di bandara tujuan. Koper ini tidak ikut dibawa ke dalam kabin, melainkan ditempatkan di ruang penyimpanan khusus di bagian bawah pesawat bersama barang penumpang lain. Sebelum dimuat, koper melewati mesin pemindai di area pemeriksaan tertutup yang hanya diakses petugas keamanan bandara.

Proses pemeriksaan berlangsung tanpa tekanan antrean penumpang, sehingga pengecekan bisa dilakukan lebih teliti dibandingkan dengan pemeriksaan tas kabin. Oleh karena itu, cairan berukuran besar, seperti lotion 500 mililiter, parfum botol kaca, atau oleh-oleh makanan, masih diperbolehkan dimasukkan ke koper. Cara ini membuat aturan keamanan tetap berjalan tanpa harus membatasi jumlah cairan yang dibawa selama perjalanan.

3. Aktivitas di kabin membuat cairan lebih rentan bocor atau rusak

ilustrasi hair oil (pexels.com/Ammas Choice)

Tas kabin biasanya disimpan di kompartemen atas, lalu sering dipindahkan karena ruang terbatas dan harus berbagi dengan penumpang lain. Koper bisa tertekan, tergeser, bahkan tertindih tanpa disadari selama proses boarding. Kondisi ini membuat botol cairan berisiko terbuka atau pecah, terutama jika tidak memiliki pelindung tambahan.

Di dalam bagasi, koper tetap tertutup sepanjang perjalanan sehingga posisi barang lebih stabil. Kamu bisa membungkus botol menggunakan pakaian, plastik kedap udara, atau pelindung lain agar tidak bergerak bebas. Cara ini justru membuat cairan lebih aman dibandingkan dengan membawanya ke kabin yang lebih sering mengalami perpindahan.

4. Tidak semua cairan dilarang masuk kabin, tetapi ada ketentuan khusus

ilustrasi susu bayi (pexels.com/HÂN NGUYỄN)

Beberapa cairan tetap boleh dibawa ke kabin walaupun melebihi 100 mililiter, seperti obat resep dokter, susu bayi, atau kebutuhan khusus selama penerbangan. Barang tersebut harus dilaporkan kepada petugas agar dilakukan pemeriksaan tambahan sebelum diizinkan masuk. Prosedur ini memastikan barang memang digunakan sesuai kebutuhan, bukan dibawa tanpa alasan jelas.

Jika tidak dilaporkan sejak awal, barang bisa saja tetap ditahan, karena petugas harus mengikuti aturan standar pemeriksaan. Menyimpan cairan khusus di tas yang mudah dijangkau akan memudahkan proses pengecekan. Penumpang tetap bisa membawa kebutuhan penting tanpa mengganggu alur keamanan bandara.

5. Menaruh cairan di bagasi membuat perjalanan terasa lebih praktis sejak awal

ilustrasi kabin pesawat (vecteezy.com/Titiwoot Weerawong)

Saat cairan sudah dimasukkan ke bagasi, kamu tidak perlu lagi mengeluarkan kantong plastik atau memisahkan barang saat pemeriksaan kabin. Tas bisa langsung melewati mesin X-ray tanpa proses tambahan yang sering memakan waktu. Ini sangat membantu terutama di bandara besar yang memiliki antrean panjang pada jam sibuk.

Kebiasaan ini juga memudahkan perjalanan transit karena aturan cairan di banyak negara pada dasarnya sama. Kamu tidak perlu menata ulang barang setiap berpindah penerbangan. Semua sudah aman sejak awal dimasukkan ke koper bagasi.

Memahami perbedaan aturan cairan antara kabin dan bagasi membantu menghindari kebingungan yang sering dialami penumpang, terutama bagi yang baru pertama kali naik pesawat. Dengan menempatkan barang sesuai ketentuan, proses di bandara bisa dilalui tanpa repot dan perjalanan terasa lebih nyaman. Jadi, sebelum berangkat lagi, apakah isi tas sudah disiapkan dengan cara yang tepat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team