ilustrasi mendaki tektok (commons.wikimedia.org/Faaizul yahya)
Banyak komunitas kini menyusun agenda open trip khusus tektok dengan jadwal padat, tapi terstruktur. Titik kumpul biasanya ditetapkan malam hari, lalu pendakian dimulai sebelum subuh agar target summit tercapai pagi. Format seperti ini memudahkan peserta baru atau pendaki pemula, karena alur perjalanan sudah disusun sedemikian detail oleh koordinator. Rasa aman juga makin meningkat karena pendakian dilakukan bersama rombongan.
Selain itu, tektok sering dijadikan tahap awal sebelum mencoba pendakian dengan menginap (nge-camp). Pendaki pemula dapat mengukur kemampuan fisik mereka dan mengenali karakter jalur yang kelak akan dijajalnya. Jika pengalaman tektok berjalan lancar, mereka bisa merencanakan perjalanan yang lebih panjang di kesempatan berikutnya. Skema bertahap inilah yang membuat tektok diterima luas sebagai pintu masuk ke dunia pendakian di Indonesia meski pada kenyataannya masih banyak pro kontra mengenai hal ini.
Mendaki tektok menunjukkan bahwa perjalanan ke gunung tidak selalu identik dengan kemah dan logistik berat. Format naik turun dalam sehari menawarkan alternatif pendakian yang ringkas, terjangkau, dan tetap memberi pengalaman summit tak kalah berkesan. Dengan banyaknya gunung yang mendukung konsep ini, apakah tektok akan menjadi pilihan kamu untuk akhir pekan nanti?