ilustrasi sekumpulan orang sedang berorasi untuk mendukung Palestina (unsplash.com/Michael Muthee)
Malaysia masih konsisten dengan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina. Sebagai bentuk solidaritas politik dan moral, negara yang terkenal dengan Menara Kembar Petronas ini mempertahankan kebijakan pembatasan perjalanan ke Israel.
Bahkan, Malaysia menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) buatan Donald Trump. Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia, Lukanisman bin Awang Sauni, Malaysia akan terus mempertahankan peran PBB sebagai badan utama dunia dalam menjaga perdamaian global.
ilustrasi calon penumpang sedang melakukan pengecekan sebelum berangkat (unsplash.com/Edwin Petrus)
Sejak bulan Desember 2023, Pemerintah Malaysia memberlakukan larangan berkaitan dengan Israel sebagai respons serangan Zionist di Gaza. Kapal berbendera Israel diblokir, tidak bisa memasuki wilayah Malaysia dalam urusan pelayaran maupun tujuan wisata.
Malaysia juga melarang semua kapal menuju Israel untuk membongkar muatan di pelabuhan. Mereka menyakini bahwa keputusan ini tidak akan memengaruhi aktivitas perdagangan Malaysia.
Meskipun paspor Malaysia tidak berlaku untuk Israel, dalam beberapa kondisi, pemerintah dapat memberikan izin khusus misalnya untuk jurnalis, misi kemanusiaan, atau kunjungan kerohanian untuk umat Kristen.