5 Negara yang Kekuatan Paspornya Setara Malaysia, Mana Aja?

- Pemegang paspor Amerika Serikat memiliki akses bebas visa ke lebih dari 180 negara, termasuk banyak destinasi jarak jauh.
- Pemegang paspor Korea Selatan bisa masuk ke lebih dari 180 negara tanpa visa reguler, termasuk hampir seluruh Eropa, Amerika Utara, dan banyak negara Asia.
- Paspor Jepang memberi akses bebas visa ke lebih dari 180 destinasi, termasuk kawasan Schengen, Inggris, Kanada, dan banyak negara Asia.
Paspor Malaysia termasuk salah satu yang paling kuat di dunia saat ini. Data Henley Passport Index per Februari 2026 menempatkannya di kisaran peringkat 6 global dengan akses bebas visa ke lebih dari 180 destinasi. Angka tersebut menunjukkan bahwa pemegang paspor Malaysia bisa bepergian ke ratusan negara tanpa harus mengurus visa reguler sebelum berangkat.
Posisi ini membuat Malaysia sejajar dengan sejumlah negara maju dalam hal kemudahan masuk ke berbagai wilayah dunia. Berikut lima negara yang tingkat kekuatan paspornya setara dengan Malaysia. Apakah salah satunya negara impianmu?
1. Amerika Serikat

Pemegang paspor Amerika Serikat memiliki akses bebas visa atau visa on arrival ke lebih dari 180 negara, termasuk banyak destinasi jarak jauh yang sering masuk bucket list wisatawan. Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga sebagian besar negara Eropa bisa dikunjungi tanpa visa reguler untuk kunjungan singkat. Ini berarti perjalanan lintas benua tidak perlu didahului proses pengajuan dokumen berminggu-minggu.
Keunggulan lainnya terlihat saat menyusun perjalanan kombinasi, misalnya, Asia dan Eropa dalam satu musim liburan. Tanpa perlu visa konvensional, tiket promo atau jadwal penerbangan fleksibel bisa langsung diamankan tanpa menunggu persetujuan kedutaan. Jika ada perubahan rute di tengah perjalanan, risiko administratif juga lebih kecil.
2. Korea Selatan
Pemegang paspor Korea Selatan bisa masuk ke lebih dari 180 negara tanpa visa reguler, termasuk hampir seluruh Eropa, Amerika Utara, dan banyak negara Asia. Bila ingin membuat perjalanan 2—3 minggu keliling beberapa negara sekaligus, hal ini berarti tidak perlu mengurus visa berbeda untuk tiap kunjungan. Misalnya, ingin terbang ke Italia, lanjut dengan kereta ke Swiss, lalu pindah ke Prancis, semua bisa dilakukan dalam satu skema izin tinggal Schengen tanpa izin terpisah. Proses masuk ke banyak destinasi populer juga relatif ringkas selama dokumen dasar seperti tiket pulang dan bukti akomodasi tersedia.
Keuntungan lainnya terasa saat menyusun perjalanan kombinasi lintas benua. Setelah selesai menjelajah Eropa, perjalanan bisa dilanjutkan ke Kanada atau Jepang tanpa jeda pengajuan visa yang memakan waktu berminggu-minggu. Situasi ini memudahkan saat mengatur cuti karena tidak perlu menunggu kepastian dokumen sebelum membeli tiket. Dari sisi anggaran pun, tidak adanya biaya visa reguler untuk banyak destinasi utama juga membuat perencanaan lebih efisien dan terukur.
3. Jerman

Paspor Jerman memberi akses bebas visa ke lebih dari 180 destinasi, termasuk banyak negara yang menjadi kota persinggahan penerbangan internasional. Kota persinggahan atau hub adalah bandara besar tempat penumpang transit sebelum melanjutkan penerbangan ke negara tujuan akhir, misalnya, Dubai, Singapura, atau Doha. Sementara stopover adalah transit dengan durasi lebih panjang, biasanya lebih dari 24 jam, sehingga penumpang bisa keluar dari bandara dan menginap 1 atau 2 malam sebelum lanjut terbang. Dengan paspor yang kuat, pemegangnya tidak perlu mengurus visa khusus hanya untuk keluar bandara saat transit panjang di banyak negara tersebut.
Bagi pelancong, jika penerbangan ke Amerika Latin atau Oseania mengharuskan singgah di Timur Tengah atau Asia, jadwal bisa diatur lebih fleksibel tanpa terhambat izin masuk negara transit. Stopover bahkan bisa dimanfaatkan untuk menambah satu destinasi dalam satu perjalanan tanpa biaya visa tambahan. Selain itu, pilihan tiket menjadi lebih banyak karena tidak terbatas pada rute nonstop saja.
4. Prancis

Paspor Prancis memberi akses bebas visa ke lebih dari 180 destinasi, termasuk seluruh kawasan Schengen di Eropa. Artinya, perjalanan dari Paris ke Roma, Berlin, atau Amsterdam bisa dilakukan tanpa dokumen tambahan selama masih dalam batas masa tinggal yang ditentukan. Untuk wisatawan yang ingin membuat rute keliling Eropa dalam satu perjalanan, kepastian ini penting, karena tidak perlu memecah agenda berdasarkan izin masuk tiap negara. Di luar Eropa, pemegang paspor Prancis juga dapat masuk ke banyak negara di Amerika Latin dan Asia Timur tanpa visa reguler, termasuk destinasi populer, seperti Jepang dan Korea Selatan.
Keuntungan lain terlihat saat mengakses negara-negara Afrika Utara dan beberapa wilayah Pasifik yang memiliki hubungan historis dengan Prancis. Jalur penerbangan dan kebijakan masuk sering kali lebih sederhana karena hubungan diplomatik yang kuat. Situasi ini membuat pilihan rute perjalanan tidak hanya terpusat di Eropa, tetapi juga bisa diperluas ke kawasan lain yang jarang dibahas.
5. Jepang

Paspor Jepang memberi akses bebas visa ke lebih dari 180 destinasi, termasuk kawasan Schengen, Inggris, Kanada, dan banyak negara Asia. Kemudahan ini mendukung model perjalanan yang disebut open jaw trip, yaitu perjalanan ketika kota kedatangan dan kota kepulangan berbeda. Contohnya, berangkat dari Tokyo ke Paris, lalu pulang ke Tokyo dari Roma tanpa kembali ke Paris lebih dulu. Skema seperti ini sering dipakai untuk perjalanan keliling Eropa agar tidak bolak-balik ke satu kota yang sama.
Dengan akses masuk yang luas, perpindahan antarnegara dalam satu kawasan tidak terkendala urusan visa terpisah. Hal ini membuat rute darat atau kereta antarnegara bisa disusun lebih leluasa sesuai minat dan durasi tinggal. Kemudahan juga terasa saat memanfaatkan transit panjang di kota tertentu, karena keluar bandara untuk singgah singkat tidak memerlukan visa reguler di banyak destinasi.
Dengan posisi paspor Malaysia yang setara dengan lima negara tersebut, pilihan rute perjalanan jadi jauh lebih terbuka. Liburan ke Eropa, lanjut ke Amerika, atau menyusun perjalanan Asia Timur dalam satu agenda bukan hal yang rumit dari sisi dokumen masuk. Kalau aksesnya sudah seluas itu, kira-kira kapan, ya negara kita punya kekuatan paspor yang sama sekuat Malaysia?


















