Perjalanan lintas negara sering dianggap sederhana. Cukup membawa barang pribadi dan oleh-oleh tanpa banyak aturan, padahal ada regulasi ketat yang jarang disadari, terutama terkait produk makanan berbasis hewani.
Banyak penumpang terpaksa kehilangan barang bawaan, seperti sosis, dendeng, atau abon, di bandara karena tidak memahami aturan karantina yang berlaku di negara tujuan. Larangan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari sistem perlindungan global terhadap ancaman penyakit dan kerusakan ekosistem yang dapat berdampak besar pada sektor pangan.
Supaya tidak mengalami kerugian atau masalah hukum saat traveling, penting untuk memahami alasan di balik aturan ini sebelum berangkat. Simak alasan kenapa produk daging dilarang dibawa naik pesawat berikut ini, ya!
