Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi penumpang pesawat
ilustrasi penumpang pesawat (pexels.com/Kelly)

Intinya sih...

  • Mengabaikan instruksi kru saat keadaan darurat

  • Membawa barang pribadi saat proses evakuasi

  • Panik dan bergerak tanpa arah yang jelas

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Keadaan darurat di pesawat adalah situasi yang gak pernah diharapkan oleh siapa pun. Kamu mungkin naik pesawat dengan pikiran tenang, merasa semua akan berjalan normal hingga mendarat. Namun, dunia penerbangan selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, karena risiko sekecil apa pun tetap bisa terjadi.

Dalam kondisi darurat, waktu bergerak sangat cepat dan keputusan harus diambil dalam hitungan detik. Sayangnya, gak semua penumpang mampu merespons dengan tepat, karena panik atau kurangnya pemahaman. Di sinilah berbagai kesalahan sering muncul dan justru memperburuk situasi.

Kesalahan penumpang saat keadaan darurat bukan selalu karena niat buruk atau sikap ceroboh. Banyak di antaranya terjadi secara refleks akibat tekanan dan rasa takut yang mendadak muncul. Kamu mungkin merasa yakin akan bertindak tenang, tapi reaksi manusia dalam kondisi ekstrem biasanya sulit diprediksi. Tanpa disadari, tindakan kecil yang tampak sepele bisa berdampak besar bagi keselamatan bersama.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali kesalahan-kesalahan yang sering terjadi agar bisa dihindari. Dengan pemahaman yang tepat, kamu dapat menjadi penumpang yang lebih siap dan bertanggung jawab. Lebih jauh lagi, kesalahan penumpang saat keadaan darurat di pesawat ini bisa kamu hindari, deh.

1. Mengabaikan instruksi kru saat keadaan darurat

ilustrasi pesawat (pexels.com/Pixabay)

Salah satu kesalahan paling umum yang sering terjadi adalah gak mematuhi instruksi kru pesawat. Dalam situasi darurat, kru adalah pihak yang paling memahami kondisi dan prosedur yang harus dijalankan. Namun, ada penumpang yang justru bertindak berdasarkan insting sendiri tanpa koordinasi. Kamu mungkin merasa keputusan pribadimu lebih cepat atau lebih aman. Padahal, tindakan tersebut bisa bertentangan dengan prosedur keselamatan yang sudah dirancang. ketidakpatuhan ini berpotensi menimbulkan kekacauan di dalam kabin.

Instruksi kru biasanya disampaikan dengan suara tegas dan nada mendesak. Hal ini sering disalahartikan sebagai kepanikan atau sikap gak ramah. Padahal, tujuan utama kru adalah memastikan semua penumpang bergerak cepat dan terarah. Jika kamu mengabaikan instruksi tersebut, alur evakuasi bisa terganggu. Penumpang lain yang berada di sekitarmu juga bisa ikut terdampak. Dalam kondisi darurat, kepatuhan bukan sekadar soal aturan, melainkan soal keselamatan bersama.

2. Membawa barang pribadi saat proses evakuasi

ilustrasi pesawat (pexels.com/Jeffry Surianto)

Kesalahan lain yang sangat sering terjadi adalah mencoba menyelamatkan barang pribadi saat evakuasi. Naluri untuk mengambil tas, ponsel, atau koper kecil muncul hampir secara otomatis. Kamu mungkin merasa barang tersebut terlalu berharga untuk ditinggalkan. Namun, tindakan ini justru menjadi salah satu penghambat terbesar dalam proses evakuasi. Lorong kabin yang sempit bisa dengan cepat dipenuhi penumpang yang berhenti mengambil barang. Akibatnya, proses keluar dari pesawat menjadi jauh lebih lambat.

Selain memperlambat evakuasi, membawa barang juga bisa membahayakan penumpang lain. Tas atau koper dapat tersangkut di kursi, lorong, atau bahkan merusak seluncuran darurat. Kamu mungkin gak menyadari bahwa tindakanmu berisiko mencederai orang lain. Dalam kondisi darurat, prioritas utama adalah menyelamatkan jiwa, bukan harta benda. Barang yang tertinggal masih bisa diganti, sedangkan keselamatan gak ada cadangan. Kesadaran ini penting untuk ditanamkan sejak sebelum penerbangan dimulai.

3. Panik dan bergerak tanpa arah yang jelas

ilustrasi pesawat (pexels.com/Marina Hinic)

Panik adalah reaksi yang sangat manusiawi saat menghadapi situasi darurat. Namun, kepanikan yang gak terkendali biasanya menjadi sumber masalah baru. Kamu mungkin berlari tanpa memperhatikan jalur evakuasi atau mendorong penumpang lain. Tindakan ini bisa menyebabkan jatuh, cedera, atau bahkan menutup akses keluar bagi orang lain. Dalam kondisi kabin yang penuh asap atau gelap, gerakan tanpa arah sangat berisiko. Kesalahan ini sering terjadi karena kurangnya kesiapan mental.

Evakuasi darurat menuntut kecepatan sekaligus ketertiban. Kamu tetap perlu bergerak cepat, tapi mengikuti jalur dan arahan yang sudah ditentukan. Panik justru membuat pengambilan keputusan menjadi gak rasional. Dengan memahami prosedur sejak awal, kamu bisa mengurangi risiko panik berlebihan. Mengatur napas dan fokus pada instruksi kru sangat membantu dalam kondisi ini. Ketertiban kecil dari setiap penumpang akan berdampak besar pada keselamatan keseluruhan.

4. Salah menggunakan atau gak memahami alat keselamatan

ilustrasi pesawat (pexels.com/Pascal Borener)

Kesalahan berikutnya berkaitan dengan penggunaan alat keselamatan yang gak tepat. Masker oksigen, jaket pelampung, dan seluncuran darurat memiliki fungsi spesifik yang harus digunakan dengan cara tertentu. Kamu mungkin pernah melihat demonstrasinya, tapi gak benar-benar memperhatikannya. Akibatnya, saat alat tersebut benar-benar dibutuhkan, kamu justru bingung atau salah langkah. Misalnya, mencoba membantu orang lain sebelum memasang masker oksigen sendiri. Kesalahan ini bisa berakibat fatal jika gak segera disadari.

Pemahaman alat keselamatan gak menuntut keahlian khusus. Kamu hanya perlu mengetahui prinsip dasar penggunaannya. Safety demonstration sebenarnya sudah dirancang agar mudah dipahami oleh semua penumpang. Namun, jika informasi tersebut diabaikan, risiko kesalahan akan semakin besar. Dalam kondisi darurat, waktu untuk berpikir sangat terbatas. Pengetahuan sederhana yang sudah kamu miliki sebelumnya akan sangat membantu. Kesalahan kecil dalam penggunaan alat keselamatan bisa membawa konsekuensi besar.

5. Gak memperhatikan penumpang lain di sekitar

ilustrasi penumpang pesawat (pexels.com/Hasan Gulec)

Dalam keadaan darurat, fokus pada keselamatan diri sendiri memang sangat wajar. Namun, kesalahan sering terjadi ketika penumpang sepenuhnya mengabaikan kondisi sekitar. Kamu mungkin bergerak cepat tanpa menyadari ada anak-anak, lansia, atau penumpang yang kesulitan di dekatmu. Tindakan ini bisa memperlambat evakuasi secara keseluruhan. Bahkan, bisa meningkatkan risiko cedera bagi mereka yang membutuhkan bantuan. Evakuasi yang efektif membutuhkan kesadaran kolektif, bukan hanya individual.

Bukan berarti kamu harus mengorbankan keselamatan diri sendiri. Namun, sedikit kepedulian dapat membantu proses berjalan lebih lancar, misalnya, memberi ruang, membantu mengarahkan, atau gak saling mendorong. Tindakan sederhana ini dapat menciptakan alur evakuasi yang lebih tertib. Kamu juga akan lebih mudah keluar jika situasi di sekitarmu terkendali. Kesalahan mengabaikan orang lain sering muncul karena kepanikan, bukan karena niat buruk. Dengan kesiapan mental yang baik, kesalahan ini bisa dihindari.

Kesalahan penumpang saat keadaan darurat di pesawat biasanya terjadi tanpa disadari. Banyak di antaranya muncul dari kebiasaan sehari-hari dan reaksi spontan saat panik. Kamu mungkin merasa sudah cukup tenang, tapi situasi ekstrem bisa mengubah cara berpikir dan bertindak.

Oleh karena itu, mengenali kesalahan-kesalahan umum ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapan diri. Pengetahuan sederhana dapat membantu kamu menghindari tindakan yang justru membahayakan. Keselamatan gak hanya ditentukan oleh teknologi, tapi juga oleh perilaku manusia.

Pada akhirnya, keadaan darurat di pesawat menuntut kerja sama semua pihak. Kru pesawat menjalankan peran profesionalnya, sementara penumpang berkontribusi melalui sikap patuh dan sadar keselamatan. Kamu gak perlu menjadi pahlawan, cukup menjadi penumpang yang bertindak tepat. Menghindari kesalahan umum adalah bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keselamatan bersama. Dengan memahami apa yang sebaiknya gak dilakukan, kamu sudah selangkah lebih siap menghadapi situasi tak terduga. Dan kesiapan itu bisa membuat perbedaan besar bagi kamu dan orang-orang di sekitarmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team