Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret resepsionis
Potret resepsionis (pexels.com/Mikhail Nilov)

Saat menginap di hotel, ktia mungkin sering berinteraksi dengan petugas di area lobi atau resepsionis. Namun, sebagian orang masih mengira semua staf hotel di meja depan memiliki peran yang sama.

Padahal, di lobi tak hanya ada petugas resepsionis, melainkan juga ada staf concierge. Kedua meja tersebut berbeda dan tidak bersatu.

Keduanya sama-sama penting, tetapi memiliki fungsi yang berbeda dalam menunjang kenyamanan selama menginap. Nah, agar tidak salah paham saat membutuhkan bantuan, berikut penjelasan perbedaan concierge dan resepsionis yang wajib dipahami para tamu hotel.

1. Perbedaan tugas utama

Resepsionis merupakan petugas yang menangani proses administrasi tamu. Mulai dari checkin, checkout, verifikasi data diri, hingga pengaturan pembayaran dan deposit, semuanya berada di bawah tanggung jawab resepsionis. Mereka juga menjadi pihak pertama yang menerima keluhan terkait kamar, seperti masalah kunci, kebersihan, atau fasilitas yang tidak berfungsi.

Sementara itu, concierge lebih berfokus pada pelayanan personal dan informasi. Tugas utamanya adalah membantu tamu memenuhi kebutuhan di luar urusan administrasi, seperti memesan transportasi, restoran, atau tiket pertunjukan. Concierge juga kerap memberikan rekomendasi tempat wisata, pusat belanja, hingga kuliner lokal sesuai kebutuhan tamu.

2. Lokasi dan jam kerja

Potret resepsionis (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Secara umum, resepsionis selalu berada di front desk dan berjaga hampir 24 jam, terutama di hotel berbintang. Hal ini karena proses checkin dan checkout bisa dilakukan kapan saja. Keberadaan resepsionis sangat krusial sebagai pusat informasi dan administrasi hotel.

Concierge biasanya juga berada di area lobi, tetapi tidak selalu tersedia sepanjang waktu, tergantung kebijakan hotel. Pada hotel menengah hingga mewah, layanan concierge umumnya hadir pada jam-jam sibuk atau saat kebutuhan tamu meningkat, terutama untuk tamu yang memerlukan layanan khusus.

3. Jenis layanan yang diberikan

Layanan resepsionis cenderung bersifat teknis dan administratif. Selain mengurus data tamu, resepsionis juga bertugas menjawab pertanyaan seputar fasilitas hotel, jam sarapan, hingga kebijakan hotel lainnya. Mereka menjadi penghubung antara tamu dan departemen lain, seperti housekeeping atau engineering.

Lain halnya dengan concierge yang menawarkan layanan lebih personal dan fleksibel. Di antaranya seperti membantu menyusun rencana perjalanan, mencarikan sopir pribadi, hingga mengatur kejutan ulang tahun atau anniversary. Tak jarang concierge juga dikenal memiliki jaringan luas untuk membantu permintaan tamu yang cukup spesifik.

4. Keterampilan yang dibutuhkan

Potret resepsionis (pexels.com/cottonbro studio)

Resepsionis dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ketelitian administrasi, serta pemahaman sistem reservasi hotel. Kecepatan dan ketepatan dalam bekerja menjadi kunci, karena mereka berhadapan langsung dengan data dan transaksi tamu.

Di sisi lain, concierge membutuhkan wawasan luas tentang destinasi lokal, kemampuan problem solving yang tinggi, serta keterampilan interpersonal yang kuat. Kreativitas dan inisiatif juga sangat diperlukan, agar mampu memberikan solusi terbaik sesuai kebutuhan tamu.

5. Kapan harus menghubungi concierge atau resepsionis?

Jika kamu membutuhkan bantuan terkait kamar, pembayaran, atau proses checkin dan checkout, resepsionis adalah pihak yang tepat untuk dihubungi. Bila kamu ingin mencari rekomendasi tempat makan, memesan transportasi, atau membutuhkan bantuan khusus selama berada di kota tujuan, concierge adalah pilihan yang lebih sesuai.

Nah, sekarang sudah paham perbedaan keduanya, kan? Dengan memahami perbedaan concierge dan resepsionis, kamu bisa lebih efektif dalam menyampaikan kebutuhan selama menginap di hotel. Alhasil, pengalaman menginap pun jadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Editorial Team