Potret paspor (pexels.com/Vlada Karpovich)
Berdasarkan laporan The Henley Passport Index 2026 yang dirilis Henley & Partners, paspor Inggris menempati peringkat ke-7 sebagai paspor terkuat di dunia. Inggris berbagi posisi tersebut dengan Australia, Kroasia, Republik Ceko, Estonia, dan Latvia.
Dengan peringkat tersebut, pemegang paspor Inggris dapat mengakses 182 negara tanpa perlu mengurus visa terlebih dahulu atau cukup dengan visa on arrival. Artinya, mobilitas global warga Inggris tergolong sangat tinggi, karena bisa menjangkau hampir seluruh kawasan Eropa, Amerika, hingga berbagai negara di Asia dan Afrika dengan prosedur yang relatif mudah.
Tak hanya dari sisi akses perjalanan, paspor Inggris juga dikenal memiliki sistem keamanan tinggi. Dokumen ini terbuat dari bahan polikarbonat yang lebih tahan lama dibandingkan kertas konvensional. Data pemilik paspor diukir menggunakan teknologi laser engraving, sehingga sulit dipalsukan atau diubah.
Selain itu, paspor Inggris dilengkapi chip RFID (Radio Frequency Identification) yang tertanam di dalamnya. Chip ini menyimpan data biometrik pemegang paspor dan memungkinkan proses verifikasi elektronik yang lebih cepat serta aman di berbagai pintu imigrasi dunia.
Secara produksi, paspor Inggris dibuat oleh Thales DIS (Thales Document Identification Solutions), perusahaan teknologi keamanan asal Polandia yang memang dikenal memproduksi dokumen identitas berstandar tinggi untuk berbagai negara.
Kekuatan paspor suatu negara sendiri diukur dari berbagai faktor, mulai dari jumlah destinasi bebas visa, hubungan diplomatik, stabilitas politik, hingga kekuatan ekonomi. Semakin baik indikator tersebut, semakin tinggi pula peringkat paspornya. Maka dari itu, tak heran jika paspor Inggris konsisten berada di jajaran 10 besar terkuat di dunia.
Itulah mengapa Dwi Sasetyaningtyas merasa sangat bangga sang anak berhasil mengantongi paspor Inggris. Secara kekuatan, jelas sangat berbeda dengan paspor Indonesia seperti yang ia miliki.