ilustrasi pendaki menggunakan daypack (pexels.com/Peter Fowler)
Tektok memang identik dengan kecepatan. Namun, terlalu memaksakan tempo justru bikin perjalanan jadi berbahaya. Lutut, otot, dan sendi punya batas toleransi.
Gunakan metode jalan 25—30 menit lalu istirahat 3—5 menit. Pola ini efektif menjaga stamina tanpa bikin otot kaget. Saat istirahat, lakukan peregangan ringan di area paha, betis, dan lutut. Dengan tempo yang terkontrol, kamu tetap bisa sampai puncak lebih cepat tanpa harus mengorbankan kesehatan lutut.
Melakukan tektok gunung memang menantang, tapi bukan berarti harus mengorbankan keselamatan. Dengan menerapkan teknik jalan cepat saat tektok tanpa bikin lutut jebol, kamu bisa menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan tetap efektif.
Mulai dari mengatur langkah, menjaga postur, menerapkan teknik menapak yang benar, menggunakan trekking pole, sampai mengontrol tempo, semuanya punya peran penting dalam menjaga kesehatan lutut. Jadi, sebelum mendaki tektok berikutnya, pastikan kamu sudah mempraktikkan kelima teknik di atas. Biar naik-turun gunung tetap seru, tanpa drama lutut nyeri!