Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Tips Aman Liburan ke Luar Negeri saat Gelombang Panas Ekstrem
Potret wisatawan sedang kepanasan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Fenomena gelombang panas ekstrem melanda berbagai negara, termasuk Asia Tenggara dan Eropa, dengan suhu mencapai 50 derajat Celsius yang meningkatkan risiko kesehatan bagi wisatawan.
  • Artikel memberikan tujuh tips penting agar liburan tetap aman, seperti rutin cek cuaca, hindari aktivitas luar ruangan di jam terik, serta menjaga hidrasi dan perlindungan kulit.
  • Ditekankan pula pentingnya mengenali gejala gangguan akibat panas dan memiliki asuransi perjalanan yang mencakup penanganan medis darurat selama berada di luar negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Belakangan ini, fenomena gelombang panas (heatwave) tengah melanda berbagai tempat di dunia. Suhu udara naik drastis hingga mencapai titik yang ekstrem. Negara-negara favorit turis di Asia Tenggara, seperti Thailand, dilaporkan mengalami lonjakan suhu yang ekstrem, bahkan pernah menyentuh angka 50 derajat Celsius.

Selain Asia Tenggara, beberapa kawasan di Eropa dan Timur Tengah pun turut menghadapi tantangan serupa di musim panas ini. Bagi kamu yang sudah telanjur membuat rencana dan membeli tiket tempat-tempat yang disinyalir bakal terjadi gelombang panas, kondisi ini tentu menuntut kewaspadaan ekstra.

Dari segi kesehatan, heatwave bisa meningkatkan risiko berbagai gangguan, mulai dari dehidrasi, kelelahan, hingga heat stroke yang sangat berbahaya. Ada banyak persiapan yang harus dilakukan, agar liburanmu tetap aman dan nyaman. Simak tips aman liburan di luar negeri saat gelombang panas ekstrem berikut ini, yuk!

1. Cek prakiraan cuaca dan indeks UV secara berkala

Potret orang melihat prakiraan cuaca (unsplash.com/estebanbenites)

Langkah paling awal yang wajib kamu lakukan saat liburan di wilayah yang berpotensi terjadi gelombang panas adalah memantau prakiraan cuaca secara berkala. Suhu udara bisa berubah drastis dalam hitungan jam dan otoritas setempat biasanya rutin mengeluarkan peringatan dini terkait suhu ekstrem.

Kamu bisa memanfaatkan aplikasi cuaca bawaan ponsel atau situs meteorologi lokal negara tujuan untuk mendapatkan data yang paling akurat. Perhatikan pula indeks UV (Ultraviolet) dan real feel (suhu yang dirasakan tubuh).

Jika indeks UV sudah menunjukkan kategori very high atau sangat tinggi (8-10) dan Extreme (11+), itu adalah sinyal merah bahwa paparan matahari sangat berbahaya. Dengan mengecek kondisi ini secara berkala, kamu bisa lebih fleksibel dalam merombak atau menggeser waktu kunjungan ke destinasi wisata outdoor pada hari itu.

2. Hindari berada di luar ruangan pada waktu krusial

Seorang laki-laki kepanasan akibat terik matahari (pexels.com/Mary Taylor)

Saat gelombang panas melanda, matahari akan memancarkan radiasi dan suhu yang sangat tinggi pada waktu-waktu tertentu. Otoritas kesehatan di berbagai negara, termasuk Thailand, menyarankan wisatawan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan antara pukul 11 siang hingga pukul 4 sore waktu setempat.

Berada di bawah terik matahari langsung pada jam-jam krusial tersebut dapat menaikkan suhu tubuh kamu ke level yang berbahaya. Jika tetap ingin berada di luar ruanga, seperti pantai atau taman, lakukan pada pagi hari (saat matahari baru terbit) atau menjelang malam hari.

Sementara pada siang harinya, alihkan rute liburanmu ke tempat-tempat indoor yang memiliki pendingin ruangan (AC). Misalnya seperti ke pusat perbelanjaan, museum, taman indoor, galeri seni, kafe, perpustakaan, dan sebagainya.

3. Minum air putih secara berkala dan tanpa menunggu haus

Potret orang sedang minum air putih (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Dehidrasi adalah musuh utama yang paling cepat menyerang tubuh ketika kamu berada di tengah cuaca ekstrem. Tubuh akan memproduksi keringat dalam jumlah jauh lebih banyak untuk mendinginkan suhu kulit, sehingga cairan tubuh cepat terkuras. Oleh karena itu, kamu harus rutin minum air putih dan jangan menunggu haus.

Minumlah air putih dalam kapasitas kecil, tetapi sering sepanjang hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan stabil. Hindari juga mengonsumsi minuman yang mengandung kafein tinggi atau alkohol secara berlebihan saat siang hari, karena minuman tersebut justru bersifat diuretik yang mempercepat hilangnya cairan tubuh.

4. Aplikasikan tabir surya atau sunscreen secara berkala

Potret anak menggunakan tabir surya di tubuh (pexels.com/Kindel Media)

Saat gelombang panas terjadi, indeks sinar ultraviolet (UV) biasanya sangat tinggi dan dapat merusak jaringan kulit. Sunburn atau kulit yang terbakar matahari tidak hanya menimbulkan rasa perih yang mengganggu kenyamanan, tetapi dalam jangka panjang juga memicu risiko penyakit kulit, seperti kanker.

Oleh sebab itu, tabir surya atau sunscreen harus menjadi benda pertama yang masuk ke dalam tas selempang harianmu. Gunakan tabir surya dengan kadar SPF minimal 30 atau lebih tinggi yang menawarkan perlindungan broad-spectrum (UVA dan UVB) sebelum kamu keluar dari hotel atau penginapan.

Hal yang sering dilupakan turis adalah mereka hanya mengoleskannya sekali pada pagi hari saja. Padahal, keringat yang mengucur deras atau basuhan air di wajah berpotensi menghapusnya. Jadi, kamu wajib mengaplikasikan ulang (reapply) tabir surya tersebut setiap dua jam sekali, agar proteksinya tetap berjalan maksimal.

5. Kenakan pakaian yang longgar, ringan, dan mudah menyerap keringat

Potret wanita mengenakan pakaian berwarna terang (pexels.com/Julian Jagtenberg)

Pemilihan outfit saat liburan musim panas ternyata tidak boleh hanya sekadar memikirkan estetika foto, melainkan juga kenyamanan dan fungsi perlindungannya. Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat atau berbahan tebal, seperti jins, karena akan membuat panas tubuh terperangap dan memicu kelembapan berlebih. Hal ini berpotensi timbulnya ruam kulit dan kelelahan parah (heat exhaustion).

Sebaiknya, kenakan pakaian yang longgar, berbahan ringan, dan memiliki sirkulasi udara yang baik, seperti kain katun atau linen. Pilihlah pakaian dengan warna-warna terang atau putih yang mampu memantulkan sinar matahari, serta jangan lupa membawa kacamata hitam berbahan UV-protektor dan topi bertepi lebar untuk melindungi area wajah.

6. Kenali gejala awal gangguan kesehatan akibat panas ekstrem

Potret tubuh lelah akibat cuaca panas (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Berada di lingkungan bersuhu sangat tinggi menuntut kamu untuk lebih peka terhadap sinyal-sinyal yang dikirimkan tubuh. Gangguan kesehatan akibat cuaca panas biasanya dimulai dari tingkat yang ringan, seperti heat cramps (kram otot), lalu meningkat menjadi heat exhaustion (kelelahan hebat), hingga puncaknya yang mematikan yaitu heat stroke (sengatan panas).

Memahami gejalanya sejak awal bisa menyelamatkan nyawamu atau rekan perjalananmu. Mulailah wasapada jika kamu atau temanmu mulai merasakan pusing yang hebat, mual, keringat berlebih secara tiba-tiba, jantung berdebar kencang, hingga kulit yang terasa sangat panas dan kering.

Jika tanda-tanda ini muncul, segera hentikan semua aktivitas dan langsung cari tempat berteduh yang sejuk atau ber-AC. Kamu bisa langsung melakukan langkah-langkah pertolongan pertama, seperti melnggarkan pakaian, mengompres tubuh dengan kain basah, minuml air secara perlahan untuk menurunkan suhu tubuh, atau langsung menuju layanan kesehatan terdekat.

7. Miliki asuransi perjalanan yang termasuk tindakan medis darurat

Potret asuransi perjalanan (magnific.com/rawpixel.com)

Berada di negara asing dengan paparan cuaca ekstrem dapat meningkatkan risiko jatuh sakit secara tiba-tiba. Tak sedikit yang membutuhkan bantuan medis dan penanganan darurat di rumah sakit. Bagi turis, biaya layanan medis di luar negeri cukup mahal bagi dan bisa menguras tabunganmu dalam sekejap jika tidak diantisipasi.

Sebelum berangkat, pastikan kamu sudah membeli produk asuransi perjalanan yang kredibel dan memiliki klausul jaminan perawatan medis darurat. Bacalah dengan saksama apakah asuransi tersebut meng-cover biaya penanganan penyakit yang dipicu cuaca ekstrem atau evakuasi medis darurat. Dengan memiliki asuransi perjalanan, setidaknya kamu sudah punya persiapan jika sewaktu-waktu skenario buruk terjadi.

Nah, itu dia tips aman liburan di luar negeri saat gelombang panas ekstrem. Berbagai langkah preventif di atas bisa kamu terapkan, agar liburanmu ke luar negeri tetap aman dan nyaman. Selalu utamakan kesehatan dan stay safe selama berlibur, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article