Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tempat Wisata Gratis di Yogyakarta untuk Liburan Sekolah

5 Tempat Wisata Gratis di Yogyakarta untuk Liburan Sekolah
ilustrasi tempat wisata gratis di Yogyakarta (commons.wikimedia.org/Sam Hidayat)
Share Article

Liburan sekolah sering identik dengan pengeluaran yang membengkak, mulai dari biaya transportasi, tiket masuk wisata, hingga biaya makan selama perjalanan. Padahal, Yogyakarta memiliki banyak destinasi menarik yang bisa dikunjungi tanpa harus membeli tiket masuk, sehingga cocok menjadi pilihan bagi pelajar maupun keluarga yang ingin berlibur dengan anggaran lebih hemat. Selain menawarkan suasana yang menyenangkan, sejumlah tempat wisata gratis di Kota Gudeg juga menyimpan nilai sejarah, budaya, hingga pemandangan unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Menariknya lagi, beberapa lokasi tersebut berada di kawasan yang mudah dijangkau dari pusat kota dan dekat dengan berbagai destinasi populer lainnya. Wisatawan pun bisa menyusun itinerary liburan sekolah yang padat tanpa perlu mengkhawatirkan biaya masuk yang mahal. Jika sedang mencari tempat jalan-jalan hemat tetapi tetap seru selama liburan sekolah, lima destinasi berikut bisa masuk daftar kunjungan berikutnya.

1. Jelajahi Situs Warungboto di Yogyakarta yang ikonik

Situs Warungboto
Situs Warungboto (commons.wikimedia.org/Fandy Aprianto Rohman)

Situs Warungboto atau Pesanggrahan Rejowinangun merupakan kompleks bersejarah peninggalan Keraton Yogyakarta yang terkenal karena arsitekturnya yang unik dan estetik. Bangunan ini memiliki lorong-lorong, kolam, tangga, serta dinding berwarna krem yang membuat suasananya terlihat mirip benteng kuno. Tidak sedikit wisatawan yang datang khusus untuk berburu foto karena hampir setiap sudutnya terlihat menarik saat diabadikan dengan kamera. Lokasinya berada di Jalan Veteran, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta dan dapat dicapai hanya sekitar 10 menit dari kawasan Malioboro.

Kabar baiknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk saat datang ke Situs Warungboto. Wisatawan hanya perlu menyiapkan biaya parkir sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 untuk sepeda motor dan sekitar Rp5.000 untuk mobil. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas dan cahaya matahari membuat bangunan terlihat semakin fotogenik. Karena area wisata ini cukup terbuka, membawa topi atau payung bisa menjadi pilihan agar aktivitas berkeliling terasa lebih nyaman.

2. Menikmati suasana Alun-alun Kidul pada malam hari

Alun-alun Kidul
Alun-alun Kidul (commons.wikimedia.org/Gunarta)

Alun-alun Kidul atau yang akrab disebut Alkid menjadi salah satu tempat nongkrong favorit wisatawan saat berada di Yogyakarta. Kawasan ini terkenal dengan tradisi Masangin, yaitu berjalan melewati celah dua pohon beringin kembar dalam kondisi mata tertutup. Banyak orang penasaran mencoba tradisi tersebut karena dipercaya membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan yang baik. Saat malam tiba, suasana semakin ramai karena area lapangan dipenuhi lampu warna-warni dari sepeda dan mobil hias yang berkeliling mengantar pengunjung.

Masuk ke kawasan Alun-alun Kidul tidak dipungut biaya sehingga wisatawan bebas menikmati suasana tanpa membeli tiket. Pengeluaran baru diperlukan jika ingin menyewa odong-odong atau kendaraan hias yang tarifnya berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per putaran. Beberapa pengunjung juga biasanya menyewa penutup mata untuk mencoba ritual Masangin dengan biaya sukarela sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000. Selain itu, area sekitar Alkid dipenuhi pedagang makanan seperti jagung bakar, wedang ronde, sate, hingga aneka camilan tradisional yang cocok dinikmati sambil bersantai pada malam hari.

3. Menyaksikan senja di Gumuk Pasir Parangkusumo

Gumuk Pasir Parangkusumo
Gumuk Pasir Parangkusumo (commons.wikimedia.org/Elvinamonica)

Gumuk Pasir Parangkusumo menjadi destinasi unik yang membuat banyak wisatawan serasa sedang berada di kawasan gurun. Hamparan pasir luas yang terbentuk secara alami menciptakan lanskap berbeda dibandingkan tempat wisata lain di Yogyakarta. Lokasinya berada tidak jauh dari Pantai Parangtritis sehingga sering dikunjungi dalam satu rangkaian perjalanan. Pemandangan saat matahari mulai tenggelam menjadi daya tarik utama karena langit senja berpadu dengan warna pasir menciptakan panorama yang sangat menarik untuk difoto.

Wisatawan tidak perlu membeli tiket masuk untuk menikmati kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sekitar Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Bagi yang ingin mencoba aktivitas lebih menantang, tersedia penyewaan papan sandboarding dengan tarif sekitar Rp70.000 hingga Rp100.000. Jika ingin mendapatkan pengalaman terbaik, datanglah pada sore hari menjelang matahari terbenam karena suhu udara lebih nyaman dan pencahayaan untuk berfoto juga jauh lebih menarik.

4. Mengunjungi Gedung Agung di Titik Nol Kilometer

Gedung Agung
Gedung Agung (commons.wikimedia.org/ColdCuzAC)

Gedung Agung merupakan salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang berada di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Bangunan bersejarah ini memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa karena pernah menjadi kediaman resmi Presiden Soekarno ketika Yogyakarta berstatus sebagai ibu kota Indonesia pada periode 1946 hingga 1949. Gedung yang selesai dibangun pada tahun 1832 tersebut awalnya digunakan sebagai tempat tinggal pejabat kolonial Belanda sebelum akhirnya menjadi bagian dari sejarah pemerintahan Indonesia. Dari luar saja, arsitekturnya sudah terlihat megah dan menarik perhatian wisatawan yang melintas.

Menariknya, masyarakat dapat mengunjungi area Gedung Agung secara gratis melalui program Istura atau Istana Untuk Rakyat. Namun, jumlah pengunjung dibatasi sehingga reservasi terlebih dahulu sangat disarankan sebelum datang. Pengunjung juga wajib mengenakan pakaian yang sopan dan rapi karena kawasan ini merupakan lingkungan resmi kenegaraan. Setelah selesai berkeliling, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai objek menarik di sekitar kawasan Titik Nol Kilometer yang dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki.

5. Bersantai di kawasan Titik Nol Kilometer

 Titik Nol Kilometer
Titik Nol Kilometer (commons.wikimedia.org/Fandy Aprianto Rohman)

Titik Nol Kilometer Yogyakarta menjadi salah satu ruang publik paling populer di pusat kota yang hampir selalu ramai oleh wisatawan. Kawasan ini berada di pertemuan Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Margo Mulyo, Jalan Panembahan Senopati, dan Jalan Pangurakan. Suasana di lokasi ini terasa hidup sepanjang hari karena banyak seniman jalanan, komunitas kreatif, hingga wisatawan yang berkumpul untuk menikmati atmosfer khas Yogyakarta. Pada malam hari, lampu-lampu dari bangunan bersejarah di sekeliling kawasan membuat suasana semakin menarik untuk dinikmati.

Tidak ada biaya masuk untuk menikmati kawasan Titik Nol Kilometer sehingga wisatawan bebas duduk santai sambil menikmati pemandangan kota. Di sekitar area ini terdapat berbagai bangunan bersejarah yang sering menjadi latar foto favorit pengunjung. Lokasinya juga sangat dekat dengan Malioboro, Benteng Vredeburg, Gedung Agung, dan sejumlah museum yang bisa dikunjungi dalam satu perjalanan. Karena berada di pusat kota, kawasan ini juga menjadi titik yang ideal untuk memulai eksplorasi berbagai destinasi wisata lain di Yogyakarta.

Liburan sekolah tidak selalu harus identik dengan biaya besar untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan sederhana justru bisa menghadirkan banyak cerita menarik dan pengalaman baru yang berkesan. Yogyakarta menjadi bukti bahwa wisata berkualitas tetap bisa dinikmati tanpa harus menguras anggaran perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

5 Kota Paling Aman di Eropa untuk Solo Traveler Cewek saat Musim Panas

02 Jul 2026, 13:38 WIBTravel