ilustrasi menunggu jemputan (pexels.com/Quintin Gellar)
Buat transportasi lokalnya, kamu juga mesti bijak dalam memilih. Memang naik motor lebih cepat sampai dan biayanya terjangkau. Akan tetapi, sekalipun tukang ojek menyediakan jas hujan untuk penumpang boleh jadi kamu bakal kuyup juga kalau hujan deras.
Barang bawaan yang banyak juga mempersulit dirimu dalam memeganginya. Sopir pun menjadi gak leluasa mengendari sepeda motornya. Kalian rentan mengalami kecelakaan atau terpeleset di jalan yang licin. Apabila langit telah mendung tebal, sebaiknya dirimu memilih alat transportasi roda empat.
Jangan sampai niat berhemat serta mengejar cepat justru berujung celaka. Demikian pula apabila kamu bersama rombongan. Daripada kalian masing-masing mencari ojek, mending mobil sekalian. Cukup satu kali angkut dan aman. Jika pun biayanya sedikit lebih mahal daripada kalian menggunakan beberapa ojek, kenyamanannya lebih tinggi. Kalian tidak perlu memegangi barang atau menggendong tas sampai pegal-pegal.
Kewaspadaan wisatawan harus ditingkatkan di musim hujan. Walaupun tidak ada petir dan angin kencang, hujan biasa saja sudah menambah risiko keselamatan. Khususnya bila ada anak-anak atau lansia dalam rombongan. Sembari nikmati liburan di musim hujan, jangan mengabaikan setiap larangan dan tanda bahaya yang ada di tempat wisata, ya!
Kenapa liburan saat musim hujan perlu persiapan lebih matang? | Karena hujan meningkatkan risiko keselamatan dan kesehatan. Jika terlalu fokus mengejar kesenangan tanpa mengantisipasi bahaya, liburan bisa berubah menjadi tidak aman, apalagi saat bepergian sendiri atau bersama rombongan. |
Destinasi seperti apa yang sebaiknya dihindari saat musim hujan? | Disarankan menghindari pantai (risiko angin kencang dan gelombang tinggi, terutama jika bermain di tepi pantai atau berenang) serta daerah perbukitan (rawan longsor, hujan cenderung lebih deras, akses menanjak dan licin bisa membuat perjalanan berisiko dan tidak efektif). |
Apa perlengkapan yang ideal dibawa saat liburan di musim hujan? | Bawa perlengkapan yang melindungi dari hujan dan dingin: jaket yang lebih tebal dan sebaiknya tahan air, celana yang cepat kering, sepatu yang tidak menyerap air, penutup kepala, serta payung lipat atau jas hujan (terutama bila beraktivitas di luar ruangan saat malam tahun baru). |
Bagaimana cara mengatur itinerary, menjaga stamina, dan memilih transportasi agar lebih aman? | Rutin cek prakiraan cuaca (BMKG dan aplikasi ponsel) untuk menyesuaikan urutan aktivitas: maksimalkan wisata terbuka saat cuaca lebih aman dan prioritaskan indoor saat potensi hujan tinggi. Jaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, vitamin/obat yang diperlukan, serta konsumsi makanan dan minuman hangat (sup, soto, wedang, teh/jeruk hangat, kurangi es). Untuk transportasi, saat hujan deras atau mendung tebal sebaiknya pilih roda empat dibanding motor—terutama bila membawa banyak barang atau ada anak-anak dan lansia—karena jalan licin meningkatkan risiko terpeleset atau kecelakaan. |