Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tips Liburan ke Luar Negeri saat Rupiah Melemah
Kyoto, Jepang (unsplash.com/@boontohhgraphy)
  • Nilai rupiah yang melemah membuat biaya liburan ke luar negeri meningkat, namun perencanaan matang bisa membantu menjaga anggaran tetap aman tanpa mengorbankan pengalaman perjalanan.
  • Strategi hemat meliputi penggunaan kartu forex bebas biaya, pemesanan tiket dan hotel lebih awal, serta memilih waktu liburan di musim sepi untuk harga yang lebih bersahabat.
  • Pengeluaran dapat ditekan dengan memilih akomodasi di luar pusat kota, memanfaatkan transportasi umum, makan di tempat lokal, dan menentukan destinasi negara yang ramah bujet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Liburan ke luar negeri memang menjadi impian banyak orang. Sayangnya, ketika nilai rupiah melemah terhadap mata uang asing, biaya perjalanan bisa terasa jauh lebih mahal daripada biasanya. Harga tiket pesawat naik, biaya hotel meningkat, hingga pengeluaran harian untuk makan dan transportasi ikut membengkak.

Kondisi ini membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum merencanakan perjalanan internasional. Meski begitu, bukan berarti kamu harus mengubur rencana liburan begitu saja, lho. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa menikmati perjalanan ke luar negeri tanpa membuat kondisi keuangan berantakan.

1. Gunakan kartu forex tanpa biaya tambahan

ilustrasi mata uang asing (vecteezy.com/Dilok Klaisataporn)

Salah satu pengeluaran yang sering tak disadari saat berada di luar negeri adalah biaya transaksi mata uang asing. Banyak kartu debit maupun kartu kredit mengenakan biaya tambahan untuk setiap transaksi internasional. Jika dibiarkan, biaya kecil tersebut bisa terkumpul menjadi jumlah yang cukup besar selama liburan.

Kamu bisa mempertimbangkan penggunaan kartu forex yang gak mengenakan biaya transaksi mata uang asing. Selain mengurangi biaya tambahan, kartu semacam ini biasanya menawarkan kurs yang lebih kompetitif dibandingkan dengan penukaran melalui bank biasa. Hasilnya, uang yang kamu keluarkan selama perjalanan menjadi lebih efisien.

2. Liburan saat musim sepi wisatawan

ilustrasi wisatawan Jepang (pexels.com/Satoshi Hirayama)

Waktu keberangkatan memiliki pengaruh besar terhadap total biaya perjalanan. Saat musim liburan atau periode ramai wisatawan, harga tiket pesawat dan hotel biasanya melonjak cukup tinggi karena tingginya permintaan. Selain itu, antrean di berbagai tempat wisata juga cenderung lebih panjang sehingga pengalaman liburan bisa terasa kurang nyaman.

Sebaliknya, bepergian saat musim sepi dapat memberikan penghematan yang signifikan. Harga akomodasi maupun tiket pesawat sering kali turun cukup drastis dibandingkan dengan musim puncak. Selain lebih hemat, kamu juga bisa menikmati destinasi wisata dengan suasana yang lebih tenang karena jumlah pengunjungnya gak terlalu padat.

3. Pesan tiket dan hotel lebih awal

ilustrasi hotel (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Kebiasaan memesan perjalanan mendekati tanggal keberangkatan sering kali membuat biaya liburan membengkak. Semakin dekat dengan hari keberangkatan, harga tiket pesawat umumnya semakin mahal karena ketersediaan kursi semakin terbatas. Selain itu, pilihan jadwal penerbangan dan akomodasi yang tersedia biasanya juga menjadi lebih sedikit.

Karena itu, cobalah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari. Pemesanan sekitar 2—8 bulan sebelum keberangkatan biasanya memberikan pilihan harga yang lebih bersahabat. Jika memungkinkan, pilih penerbangan pada pertengahan minggu karena tarifnya sering lebih murah dibandingkan dengan akhir pekan.

4. Pilih akomodasi yang lebih fleksibel

ilustrasi homestay atau penginapan (unsplash.com/ANNIE HATUANH)

Banyak wisatawan langsung mencari hotel yang berada di pusat kota karena dianggap lebih praktis. Padahal, lokasi strategis biasanya dibarengi dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan area permukiman biasa. Dengan memilih lokasi yang sedikit lebih jauh, kamu sering kali bisa mendapatkan fasilitas yang sama dengan biaya yang lebih terjangkau.

Kamu bisa mempertimbangkan hostel, homestay, atau apartemen yang berada sedikit di luar pusat kota. Selain tarif menginap yang lebih rendah, biaya makan dan kebutuhan harian di kawasan tersebut umumnya juga lebih murah. Penghematan dari berbagai pos ini bisa membuat anggaran perjalanan jauh lebih terkendali.

5. Manfaatkan transportasi umum

ilustrasi transportasi umum bus di malam hari (pexels.com/Viridiana Rivera)

Mengandalkan taksi atau kendaraan sewa selama liburan memang terasa nyaman. Namun, biaya transportasi dapat menjadi salah satu pengeluaran terbesar, terutama jika kamu bepergian selama beberapa hari. Kalau gak direncanakan dengan baik, pengeluaran untuk transportasi bisa mengurangi anggaran yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan lain selama perjalanan.

Sebagian besar kota besar di dunia memiliki sistem transportasi umum yang cukup baik. Bus, kereta, dan metro biasanya menawarkan tarif yang jauh lebih murah dibandingkan dengan taksi. Bahkan, banyak kota menyediakan tiket harian atau mingguan yang membuat biaya perjalanan menjadi lebih ekonomis.

6. Makan di tempat favorit warga lokal

ilustrasi pedagang street food di Thailand (pexels.com/Miguel Cuenca)

Mencari restoran yang populer di kalangan wisatawan memang menggoda. Akan tetapi, harga makanan di kawasan wisata biasanya jauh lebih mahal dibandingkan tempat makan yang sering dikunjungi warga setempat. Selain itu, beberapa restoran di area wisata juga kerap mengenakan biaya layanan yang lebih tinggi.

Supaya anggaran tetap aman, cobalah menjelajahi area kuliner lokal. Warung makan, kios makanan, maupun pasar tradisional sering menawarkan hidangan lezat dengan harga yang lebih ramah di kantong. Selain menghemat biaya, pengalaman kuliner yang kamu dapatkan juga terasa lebih autentik.

7. Pilih negara yang ramah bujet

ilustrasi destinasi wisata Yerevan, Armenia (pexels.com/Nasser Ansari)

Saat rupiah melemah, pemilihan destinasi menjadi faktor yang semakin penting. Ada beberapa negara yang menawarkan biaya hidup lebih rendah sehingga uang yang kamu bawa bisa digunakan lebih lama. Dengan memilih negara yang tepat, kamu tetap bisa menikmati pengalaman liburan yang menyenangkan tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan.

Negara seperti Vietnam, Thailand, Nepal, Kamboja, maupun Armenia sering menjadi pilihan wisatawan yang ingin berlibur dengan biaya lebih terjangkau. Harga penginapan, makanan, dan kebutuhan sehari-hari di negara-negara tersebut umumnya lebih rendah dibandingkan dengan banyak destinasi populer di kawasan Barat. Selain itu, banyak destinasi di negara-negara tersebut menawarkan pengalaman wisata yang menarik tanpa memerlukan anggaran besar.

Melemahnya nilai rupiah memang bisa membuat biaya liburan ke luar negeri terasa lebih berat. Namun, kondisi tersebut gak harus menjadi alasan untuk membatalkan rencana perjalanan yang sudah lama kamu impikan. Dengan memilih waktu yang tepat, memesan lebih awal, memanfaatkan transportasi umum, hingga menentukan destinasi yang ramah di kantong, pengeluaran bisa ditekan tanpa mengurangi keseruan liburan.

Kuncinya adalah perencanaan yang matang dan kemampuan mengelola anggaran dengan cermat. Jadi, meski kurs mata uang sedang kurang bersahabat, kesempatan untuk menjelajahi negara lain tetap terbuka lebar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article