Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Tips Menyalakan Api Unggun di Kondisi Basah saat Camping
ilustrasi api unggun (pexels.com/Antonio Batinić)
  • Api unggun tetap dapat dinyalakan saat kondisi basah dengan persiapan tepat, untuk menghangatkan tubuh, memasak, mengeringkan perlengkapan, dan menunjang kenyamanan camping.
  • Cari ranting, kulit kayu, atau bagian dalam kayu yang terlindung dan lebih kering; gunakan pemantik tahan lama seperti kapas berpetroleum jelly atau lilin dalam wadah kedap air.
  • Pisahkan bahan bakar dari tanah basah memakai alas, lalu susun ranting kecil hingga kayu besar secara bertahap dengan sirkulasi udara yang cukup agar api berkembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menyalakan api unggun merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki saat berkemah. Bukan hanya berfungsi sebagai sumber kehangatan, api unggun juga kerap digunakan untuk memasak, mengeringkan perlengkapan, hingga menciptakan suasana yang nyaman selama berkemah.

Kondisi cuaca yang basah setelah hujan memang kerap menjadi tantangan tersendiri karena kayu bakar dan bahan pemantik biasanya cenderung lembap. Melalui teknik yang tepat dan persiapan yang baik, api unggun tetap bisa dinyalakan, walau kondisi lingkungan sekitar mungkin tidak cukup ideal.

1. Cari bahan bakar yang terlindung dari hujan

ilustrasi api unggun (pexels.com/FURKAN GÜNEŞ)

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mencari terlebih dahulu ranting, kulit kayu, atau potongan kayu yang kondisinya tidak terlalu basah. Bagian bawah pohon yang rindang, sisi batang yang terlindungi, hingga bagian dalam kayu yang dibelah ternyata masih cukup kering untuk digunakan sebagai bahan bakar awal.

Meski permukaan luar kayu terlihat basah, bagian dalamnya masih bisa terbakar dengan sempurna. Sebaiknya kamu belah kayu terlebih dahulu dengan alat yang sesuai agar dapat membantu mendapatkan material yang kondisinya lebih kering dan mudah dinyalakan.

2. Gunakan pemantik api yang mudah menyala

ilustrasi api unggun (pexels.com/Pixabay)

Dalam kondisi basah, pemantik alami seperti daun kering ternyata cukup sulit ditemukan dalam kondisi yang benar-benar kering. Sebaiknya kamu membawa kapas yang telah diberi petroleum jelly, lilin, atau pemantik khusus lainnya saat camping agar bisa menjadi solusi untuk menyalakan api unggun.

Bahan-bahan yang ada memiliki kemampuan untuk menyala lebih lama jika dibandingkan dengan ranting kecil biasa, sehingga dapat memberikan waktu yang cukup bagi kayu untuk mulai terbakar. Penyimpanan pemantik dalam wadah kedap air juga menjadi bagian penting agar tetap dalam kondisi kering saat dibutuhkan.

3. Buat alas untuk menghindari tanah yang basah

ilustrasi api unggun (pexels.com/Daniel Johansson)

Tanah yang basah dapat menyerap panas dari api yang baru menyala, sehingga akan membuat proses pembakarannya menjadi jauh lebih sulit. Kamu disarankan untuk membuat alas dari kayu kering, batu datar, dan ranting yang telah disusun rapat sebelum menyalakan api unggun.

Alas yang ada bisa membantu memisahkan bahan bakar dari kelembapan tanah dan juga menjaga sirkulasi udara agar tetap baik di bagian bawah api. Dengan kondisi yang benar-benar stabil, bara api memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan menyala lebih kuat.

4. Susun kayu secara bertahap dan beri cukup sirkulasi udara

ilustrasi api unggun (pexels.com/Вадим Маркин)

Pada saat api mulai menyala, hindari menumpuk kayu dalam jumlah besar karena hal tersebut dapat memadamkan api yang masih kecil. Sebaiknya gunakan ranting-ranting kecil terlebih dahulu, lalu tambahkan kayu yang lebih besar secara bertahap seiring dengan meningkatnya panas dan kekuatan api.

Sirkulasi udara yang baik ternyata sangat penting dalam proses pembakaran, terutama saat bahan bakar yang digunakan masih memiliki sedikit kelembapan. Susunan kayu berbentuk kerucut atau piramida kecil sering kali digunakan karena memungkinkan udara untuk mengalir dengan baik ke bagian pusat api.

Menyalakan api unggun dalam kondisi basah memang lebih menantang jika dibandingkan saat cuaca cerah, namun bukan berarti mustahil dilakukan. Justru dengan langkah-langkah yang tepat, peluang keberhasilan untuk menyalakan api unggun tersebut bisa meningkat. Pahamilah teknik-teknik yang tepat agar aktivitas camping tetap berjalan nyaman, meskipun kondisi cuaca kurang mendukung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article