Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pendaki kehujanan
ilustrasi pendaki kehujanan (unsplash.com/Annie Spratt)

Musim hujan sering dianggap musuh besar para pendaki, apalagi buat kamu yang menganut gaya ultralight hiking. Jalur licin, barang basah, sampai risiko hipotermia jadi tantangan nyata. Tapi bukan berarti kamu harus menunda hobi naik gunung. Dengan persiapan yang tepat, ultralight hiking saat musim hujan tetap bisa aman, nyaman, dan pastinya gak ribet.

Nah, agar tetap ringan tanpa mengorbankan keselamatan, berikut tips ultralight hiking saat musim hujan yang relevan dengan kebutuhan pendaki masa kini.

1. Pilih gear yang benar-benar tahan air

ilustrasi mendaki saat hujan (unsplash.com/Daniil Khudiakov)

Kunci utama hiking di musim hujan adalah waterproof system. Bukan cuma jas hujan, tapi juga jaket shell, rain cover carrier, sampai dry bag. Pilih jaket ringan berbahan 2,5 layer atau 3 layer yang tetap breathable agar badan gak pengap.

Untuk carrier, pastikan ada rain cover bawaan. Kalau gak ada, dry bag jadi solusi ultralight yang wajib dibawa. Ingat, barang kering sama dengan tubuh lebih hangat.

2. Kurangi barang cadangan yang gak perlu

ilustrasi pendaki trekking (pexels.com/Nur Andi Ravsanjani Gusma)

Prinsip ultralight tetap berlaku, bahkan saat hujan. Banyak pendaki justru overpacking karena takut kedinginan. Padahal, membawa terlalu banyak pakaian malah bikin carrier berat dan susah bergerak di jalur licin.

Cukup bawa:

  • 1 set pakaian tidur kering

  • 1 set pakaian cadangan darurat

  • Layering ringan (base layer + mid layer)

Selebihnya? Gak perlu.

3. Gunakan sepatu dan kaus kaki yang cepat kering

ilustrasi sepatu hiking (unsplash.com/Patrik László)

Sepatu waterproof memang menggoda, tapi kalau air sudah masuk, keringnya lama. Banyak ultralight hiker memilih sepatu quick dry dengan grip agresif agar tetap aman di jalur basah.

Jangan lupa kaus kaki berbahan merino wool atau sintetis. Hindari katun karena menyimpan air dan bikin kaki cepat dingin. Kaki nyaman sama dengan energi tetap terjaga.

4. Atur strategi packing dengan sistem dry layer

ilustrasi packing peralatan pendakian (pexels.com/Timur Weber)

Packing asal-asalan adalah kesalahan fatal saat hujan. Terapkan sistem dry layer, di mana barang vital seperti pakaian tidur, sleeping bag, dan elektronik dipisah dalam dry bag berbeda.

Urutan sederhana:

  • Dry bag inti (sleep system dan baju kering)

  • Dry bag sekunder (makan dan logistik)

  • Barang basah di bagian luar

Dengan begini, kamu tetap bisa ultralight tanpa drama barang lembap.

5. Perhatikan ritme jalan dan waktu istirahat

ilustrasi pendaki (pexels.com/kwnos Iv)

Musim hujan bukan waktu yang tepat buat ambisi summit attack berlebihan. Jalur licin bikin energi lebih cepat terkuras. Jalanlah dengan ritme stabil, jangan terburu-buru.

Manfaatkan jas hujan tipis atau ponco ultralight saat berjalan, lalu segera ganti baju kering saat berhenti lama. Ini penting untuk mencegah hipotermia, terutama di ketinggian.

6. Jangan remehkan cuaca dan kondisi jalur

ilustrasi pendaki gunung (unsplash.com/Daniil Silantev)

Tips ultralight hiking saat musim hujan yang paling krusial adalah kesadaran kondisi. Pantau prakiraan cuaca sebelum berangkat dan siap putar balik kalau kondisi gak memungkinkan. Ultralight bukan berarti nekat. Justru dengan beban ringan, kamu harus lebih bijak mengambil keputusan. Keselamatan tetap nomor satu.

Ultralight hiking saat musim hujan memang penuh tantangan, tapi bukan hal mustahil. Dengan gear tepat, packing cerdas, dan mindset yang realistis, kamu tetap bisa menikmati jalur tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan keamanan.

Ingat, esensi ultralight bukan soal siapa paling ringan, tapi siapa yang paling siap menghadapi kondisi. Jadi, sebelum naik gunung di musim hujan, pastikan kamu sudah menerapkan tips di atas. Selamat mendaki dan tetap aman!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team