Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Traveling ke New York Saat Piala Dunia 2026? Hindari Melakukan 6 Hal Ini

Traveling ke New York Saat Piala Dunia 2026? Hindari Melakukan 6 Hal Ini
ilustrasi Manhattan New York skyline (unsplash.com/Jan Folwarczny)
Share Article

Sejak lama, New York memang menjadi tujuan banyak orang untuk liburan. Gedung-gedung tinggi menjulang, gemerlap lampu dari papan iklan di Times Square, hingga keberadaan Patung Liberty menjadi daya tarik tersendiri. Di New York jugalah final pertandingan Piala Dunia 2026 akan digelar pada tanggal 19 Juli 2026 mendatang.

Jika kamu termasuk salah satu orang beruntung yang sudah mendapatkan tiket pertandingan tersebut dan berencana traveling ke New York pada bulan Juli, kamu gak bisa langsung pergi begitu aja. Layaknya perjalanan ke kota di negara asing, persiapannya juga harus matang. Gak hanya soal dokumen perjalanan seperti visa, paspor, atau tiket. Lebih dari itu, kamu juga harus kenalan dulu sama culture dan kebiasaan orang-orang di kota tersebut. Termasuk soal apa aja sih hal-hal yang gak boleh kamu lakukan saat di New York. Berikut penjelasannya!

1. Berhenti atau menghalangi trotoar

ilustrasi pemandangan trotoar dan jalanan di Times Square
ilustrasi pemandangan trotoar dan jalanan di Times Square (unsplash.com/Greg Mak)

New York terutama area Times Square dan Manhattan dipenuhi dengan gedung-gedung menjulang tinggi. Bagi yang baru pertama kali, pemandangan ini jelas terlihat sangat menarik hingga membuat kita tergoda untuk berhenti di trotoar sebentar dan mengambil foto. Namun gak peduli sebagus apapun pemandangan yang kamu lihat di jalan, jangan pernah berhenti di tengah trotoar.

Trotoar di New York sangatlah ramai. Jika kamu berhenti secara tiba-tiba, hal itu akan menghambat pejalan kaki lain dan membuat mereka kesal. Selain itu, orang New York dikenal sebagai pejalan kaki yang cepat. Berhenti di tengah jalan secara tiba-tiba hanya akan membuat kamu tertabrak orang yang  berjalan di sekitarmu.

2. Berdiri di jalur eskalator yang salah

ilustrasi eskalator yang ramai
ilustrasi eskalator yang ramai (unsplash.com/Tom Parsons)

Sebenarnya aturan ini bukan hanya berlaku di New York, tetapi juga di kota besar lainnya. Meski gak ada aturan tertulis, tetapi eskalator yang ada di fasilitas publik terbagi menjadi dua jalur gak terlihat. Jalur pertama adalah sisi kiri eskalator, digunakan untuk orang yang diam berdiri. Sedangkan jalur kedua yang merupakan sisi kanan eskalator umumnya digunakan oleh orang yang berjalan naik atau turun.

Berdiri di sisi yang salah, bukan hanya membuat orang lain terhambat. Lebih dari itu, kamu juga bisa kena tegur orang lain yang sedang terburu-buru. Gak mau kan kena omel di tempat umum? Pastikan kamu mengingat aturan ini, ya!

3. Gak memberikan tip untuk pelayan di restoran

ilustrasi tempat meletakkan uang tip di kafe
ilustrasi tempat meletakkan uang tip di kafe (unsplash.com/Dan Smedley)

Di Indonesia, memberi tip kepada pelayan bukan sebuah keharusan. Begitu juga dengan banyak negara di Asia atau bahkan Eropa. Tip kepada pelayan biasanya hanya diberikan di restoran mewah karena kita puas dengan pelayanan mereka. Namun di New York, aturannya berbeda. New York dan banyak kota di Amerika Serikat terkenal dengan budaya tipping-nya.

Di sana, memberikan tip kepada pelayan adalah aturan wajib yang gak tertulis. Biasanya besaran tip berkisar antara 18 persen hingga 20 persen dari total tagihan sebelum pajak. Meski nominalnya gak besar, pelayan akan sangat menghargai jika kamu melakukannya. Sebaliknya gak memberikan tip bisa dianggap sebagai perilaku yang buruk dan berujung mendapatkan protes dari pelayan di restoran tersebut.

4. Naik subway yang kosong di jam sibuk

ilustrasi gerbong subway yang hampir kosong
ilustrasi gerbong subway yang hampir kosong (unsplash.com/Ray Sison)

Subway memang merupakan salah satu transportasi favorit warga New York. Itu artinya, di jam sibuk, seluruh gerbong akan penuh sesak, baik itu oleh warga lokal atau turis yang ingin bepergian ke suatu tempat. Namun jika kamu naik subway di jam sibuk dan mendapati gerbong yang kamu naikin kosong atau hanya terisi satu orang, sebaiknya kamu segera pindah ke gerbong lain.

Ada alasan mengapa warga lokal menghindari gerbong kosong atau gerbong yang hanya dihuni satu orang. Biasanya karena ada hal yang gak beres di sana. Entah itu karena pendingin ruangan yang gak berfungsi, kotoran atau cairan tubuh yang bikin gerbong bau, atau bahkan ada orang aneh di sana yang dianggap berbahaya oleh warga lokal.

5. Mencoba melerai perkelahian di subway atau jalan

ilustrasi bertengkar
ilustrasi bertengkar (freepik.com/katemangostar)

Melerai perkelahian memang terdengar seperti tindakan terpuji. Namun hal itu gak berlaku di New York. Bukan karena apa yang kamu lakukan salah, tetapi karena tindakan itu bisa jadi bumerang untuk dirimu sendiri. Kamu perlu ingat bahwa kepemilikan senjata adalah hal yang legal di Amerika Serikat. Itu artinya, orang bisa membawa senjata api kemanapun mereka mau.

Ketika ada perkelahian, bukan gak mungkin aksi saling tembak terjadi. Daripada kamu jadi sasaran peluru nyasar, akan jauh lebih baik untuk menjauh ketika perkelahian berlangsung dan biarkan petugas keamanan setempat yang menanganinya. 

6. Hanya makan di restoran waralaba

ilustrasi logo restoran waralaba
ilustrasi logo restoran waralaba (unsplash.com/Jurij Kenda)

Banyak orang lebih memilih mencicipi makanan yang mereka kenal ketika berkunjung ke negara asing. Memang gak salah, sih! Namun jika dipikir lagi, sayang rasanya sudah jauh-jauh ke negara lain eh makannya malah di tempat yang itu-itu aja.

New York sendiri terkenal memiliki banyak restoran dan bistro kecil dengan hidangan lezat. Beberapa restoran bahkan meraih penghargaan Michellin. Jadi jangan ragu untuk mampir ke satu-dua restoran dan makan di sana. Jika ingin pilihan yang lebih murah, kamu bisa mencicipi street food di pinggir jalan. Gak hanya menjual makanan ringan, beberapa penjual pinggir jalan seperti The Halal Guys menyediakan menu berat dengan porsi besar berharga murah. Ini bukan berarti kamu gak boleh makan di restoran waralaba terkenal. Kamu boleh kok melakukannya sesekali untuk menghemat budget. 

Setiap kota memiliki budaya dan suasana yang berbeda. Hal itu juga berlaku untuk New York. Jika ini pertama kalinya kamu menginjakkan kaki di kota ini, pastikan kamu sudah mempelajari kebiasaan dan aturan yang berlaku. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Bertualang di Kawasan Sejarah Pecinan Glodok, Harta Karun Peradaban

26 Jun 2026, 20:30 WIBTravel