ilustrasi menikmati pantai di Australia (unsplash.com/Quentin Grignet)
Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda sesuai kondisi masing-masing pemohon. Karena itu, kamu bisa menggunakan checklist untuk memastikan dokumen yang diperlukan sudah siap untuk dilampirkan. Beberapa hal penting yang perlu disiapkan antara lain:
Paspor aktif dan berlaku minimal enam bulan.
Identitas diri seperti KTP, Kartu Keluarga atau KK, serta Akta Kelahiran atau Pernikahan.
Rekening koran atau tabungan tiga bulan terakhir dengan saldo yang cukup untuk membiayai perjalanan.
Slip gaji atau surat keterangan kerja dari perusahaan jika kamu seorang karyawan.
Pendukung perjalanan seperti itinerary, bukti akomodasi, serta rencana tiket pesawat.
Sebelum mengirim aplikasi visa, pastikan saldo tabunganmu proporsional dengan estimasi biaya hidup dan lama tinggal di Australia. Lampirkan surat keterangan aktif bekerja atau status keluarga yang jelas untuk menunjukkan bahwa kamu akan kembali ke Indonesia setelah liburan. Di samping itu, buat itinerary yang masuk akal dan selaras dengan jumlah dana serta durasi izin tinggal yang diajukan.
Selain itu, periksa kembali nama, tanggal lahir, nomor paspor, dan informasi lainnya agar sama persis dengan dokumen perjalanan yang dibutuhkan. Kamu juga harus memastikan informasi yang diberikan lengkap dan benar, karena aplikasi yang tidak lengkap bisa menyebabkan proses lebih lama atau keputusan yang tidak sesuai harapan. Proses mengajukannya bisa memakan waktu yang bervariasi, sehingga kamu perlu mengajukan jauh-jauh hari.
Menyiapkan liburan ke Australia memang bukan hanya soal memilih kota tujuan dan mencari tiket pesawat. Bagi pemegang paspor Indonesia, urusan visa juga perlu masuk ke daftar persiapan sejak awal. Setelah visa dan dokumen perjalanan siap, barulah rencana menjelajah Australia bisa terasa lebih dekat; dari secangkir kopi di gang-gang Melbourne hingga menikmati matahari terbenam di pesisir Sydney.