Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hal Tentang Pertamax dan Pertalite agar Kamu Tidak Salah Pilih
ilustrasi mobil isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Perbedaan antara Pertamax dan Pertalite wajib kamu pahami sebagai pengguna kendaraan di Indonesia. Jenis BBM yang dipilih memengaruhi kondisi mesin, bukan hanya biaya pengisian di SPBU. Menggunakan bahan bakar sesuai anjuran akan membuat mesin kamu bekerja lebih optimal.

Masih banyak pengendara yang beranggapan semua bensin memiliki kinerja serupa. Faktanya, tiap jenis BBM memiliki nilai oktan dan kandungan kimia yang disesuaikan dengan teknologi mesin tertentu. Karena itu, kamu perlu mengetahui tentang perbedaan Pertamax dan Pertalite.

1. Paham tentang nilai oktan

ilustrasi mobil (unsplash.com/Sinitta Leunen)

Pertalite memiliki Research Octane Number atau RON 90 yang sesuai untuk mesin dengan rasio kompresi rendah. Bahan bakar ini dibuat untuk mendukung aktivitas harian dengan biaya yang lebih ringan. Oleh karena itu, Pertalite banyak digunakan pada kendaraan standar yang tidak menuntut performa tinggi.

Pertamax memiliki RON 92 sehingga lebih tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi di ruang bakar. Karakter tersebut membuat pembakaran pada mesin generasi baru berlangsung lebih stabil. Perbedaan nilai oktan ini menentukan kecepatan pembakaran bensin ketika tertekan piston. Semakin tinggi angka oktan pada bensin yang kamu gunakan, semakin kecil risiko terjadinya pembakaran dini di dalam silinder.

2. Dampak pada performa kendaraan

ilustrasi mobil isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Menggunakan BBM sesuai spesifikasi membuat mesin kendaraan kamu lebih responsif dan bertenaga. Pembakaran terjadi tepat waktu sehingga tenaga yang dihasilkan maksimal. Performa mesin pun tetap sesuai rancangan pabrikan.

Jika mesin modern diisi bensin oktan rendah, tarikannya terasa berat karena tenaga menurun. Fenomena ini disebut knocking akibat pengapian menyesuaikan waktu bakar. Perbedaan Pertamax dan Pertalite paling terasa saat akselerasi awal. Pertamax memberi dorongan lebih halus untuk mesin berasio kompresi tinggi.

3. Efisiensi bahan bakar

ilustrasi mobil isi bensin (pexels.com/Julia Avamotive)

Sebagian orang menilai Pertalite lebih irit karena harganya lebih rendah, padahal Pertamax berpotensi lebih efisien secara teknis. Nilai oktan yang lebih tinggi membuat Pertamax terbakar lebih sempurna sehingga energi yang dihasilkan tiap tetes BBM lebih optimal. Akibatnya, penggunaan bahan bakar bisa lebih hemat meski harga per liternya lebih tinggi.

Dengan tenaga yang lebih besar, kamu tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam untuk mencapai kecepatan yang diinginkan. Kondisi ini membuat konsumsi bensin per kilometer pada BBM oktan tinggi cenderung lebih rendah. Dalam jangka panjang, perbedaan Pertamax dan Pertalite juga memengaruhi suhu kerja mesin.

4. Kebersihan komponen internal pada mesin

ilustrasi mobil isi bensin (pexels.com/Fahad Puthawala)

Pertamax diformulasikan dengan aditif pembersih yang menjaga bagian dalam mesin tetap bebas kerak. Komponen seperti injektor dan katup dapat bekerja optimal karena aliran bahan bakar tidak terganggu kotoran. Kondisi ini membuat pembakaran pada kendaraan kamu berlangsung lebih stabil.

Pertalite dapat digunakan secara aman, tetapi kandungan aditif pembersihnya tidak selengkap Pertamax. Pemakaian terus-menerus berpotensi menimbulkan deposit karbon lebih cepat di ruang bakar. Tumpukan karbon akan menurunkan kompresi dan membuat mesin terdengar lebih kasar. Ongkos perawatan untuk membersihkan kerak mesin umumnya lebih tinggi dibanding selisih harga BBM harian kamu.

Pertamax memiliki RON 92 dan aditif pembersih sehingga pembakaran lebih sempurna, tenaga lebih responsif, serta komponen mesin tetap bersih. Pertalite dengan RON 90 tetap aman untuk mesin kompresi rendah, namun cenderung menghasilkan endapan karbon lebih cepat jika dipakai jangka panjang. Pilih jenis BBM sesuai spesifikasi mesin kamu agar performa optimal dan biaya perawatan tidak membengkak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article