4 Langkah Aman Mengganti Ban Mobil Berbeda Merek, Catat!

- Saat mengganti ban dengan merek berbeda, pasang minimal dua ban baru identik pada poros yang sama agar keseimbangan, stabilitas, dan keausan tetap merata.
- Tempatkan ban dengan kondisi dan daya cengkeram terbaik di poros belakang untuk mengurangi risiko oversteer atau buritan mobil terlempar saat manuver mendadak.
- Setelah penggantian, lakukan spooring dan balancing, lalu sesuaikan tekanan serta spesifikasi ban dengan panduan pabrikan demi kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Mengganti ban mobil dengan merek yang berbeda sering kali menimbulkan rasa khawatir tersendiri. Banyak pengendara yang ragu apakah hal tersebut aman untuk dilakukan. Kekhawatiran ini wajar muncul karena setiap merek memiliki karakteristik yang berbeda.
Namun, jika kamu memang terpaksa harus menggantinya dengan merek lain, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Kamu wajib mengetahui langkah aman dalam melakukan penggantian tersebut. Dengan begitu, keselamatan dan kenyamanan berkendara kamu tetap terjaga.
1. Ganti secara berpasangan

ilustrasi ban (pexels.com/Denys Novikov) Usahakan untuk membeli minimal dua buah ban baru dengan merek yang identik. Kedua ban tersebut harus kamu pasang pada satu poros yang sama. Baik itu di bagian depan maupun di bagian belakang secara bersamaan.
Pemasangan sepasang ban yang sama pada satu poros sangat penting untuk menjaga keseimbangan. Hal ini akan membuat pengendalian mobil kamu menjadi lebih stabil. Selain itu, keausan ban juga akan terjadi secara lebih merata.
2. Pasang ban baru di poros belakang

ilustrasi ban (pexels.com/Artem Podrez) Sebaiknya kamu memasang ban dengan kondisi paling prima di bagian roda belakang. Pilihlah ban yang memiliki daya cengkeram terbaik untuk posisi tersebut. Hal ini sangat penting untuk menjaga stabilitas kendaraan kamu.
Pemasangan ban terbaik di belakang bertujuan untuk mencegah terjadinya oversteer. Gejala oversteer adalah kondisi di mana buritan mobil terlempar saat melakukan manuver mendadak. Dengan cengkeraman yang kuat di belakang, risiko tersebut dapat diminimalkan.
3. Lakukan spooring dan balancing

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Luke Miller) Setelah proses penggantian ban selesai dilakukan, kamu perlu melakukan penyetelan kelurusan roda. Langkah ini dikenal dengan istilah spooring pada kendaraan. Penyetelan tersebut bertujuan untuk mengembalikan posisi roda agar tetap lurus.
Dengan melakukan spooring, keausan pada permukaan ban akan tetap merata. Hal ini membuat usia pakai ban kamu menjadi lebih lama. Selain itu, kenyamanan dan kestabilan saat berkendara juga akan tetap terjaga.
4. Cek buku servis manual

ilustrasi ban mobil (pexels.com/Vitali Adutskevich) Kamu harus selalu menyesuaikan tekanan angin ban dengan panduan resmi pabrikan. Jangan mengisi angin dengan tekanan yang sembarangan atau tidak sesuai aturan. Tekanan yang tepat akan membuat ban bekerja secara optimal.
Selain tekanan angin, pastikan spesifikasi ban yang kamu gunakan juga sesuai anjuran pabrikan kendaraan. Penggunaan ban yang tidak sesuai spesifikasi dapat mengganggu kenyamanan berkendara. Oleh karena itu, ikutilah panduan resmi agar keselamatan kamu tetap terjamin.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















