Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mudah Mencegah Overheat Mesin Mobil, Catat!
ilustrasi mobil overheat akibat air radiator mendidih (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)
  • Overheat mesin mobil kerap terjadi saat macet atau cuaca terik; kerusakan sistem pendinginan dapat menyebabkan kebocoran air radiator dan perjalanan terhenti.
  • Periksa upper-lower tank, slang, tutup radiator, serta kebersihan dan fungsi kipas secara rutin agar sirkulasi pendinginan tetap optimal.
  • Gunakan radiator coolant untuk mencegah kerak penyumbat saluran, serta pastikan ketinggian oli sesuai standar karena oli turut membantu mendinginkan mesin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mesin mobil bisa terlalu panas dan membuat mobil berhenti di jalan. Ini sering terjadi saat macet atau cuaca sangat panas. Supaya tidak begitu, kita cek tangki, selang, dan tutup radiator. Pakai cairan radiator, bersihkan kipasnya, lalu cek oli mesin. Sekarang semua bagian itu perlu sering diperiksa agar mesin tetap dingin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil yang mogok di tengah jalan karena mesin mengalami overheat tentu akan membuat kamu merasa panik dan bingung. Situasi tersebut merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan bagi setiap pengendara. Kepanikan tersebut wajar terjadi karena perjalanan jadi terhambat secara tiba-tiba.

Kondisi ini umumnya terjadi saat kamu terjebak dalam kemacetan yang cukup parah. Cuaca yang terik dan panas juga dapat menjadi pemicu terjadinya overheat pada mesin. Kamu perlu tahu cara mencegah overheat pada mesin mobil, simak berikut ini.

1. Cek upper tank dan lower tank

Ilustrasi radiator (pexels.com/pungky Ardi sasono)

Salah satu bagian yang wajib kamu periksa adalah upper tank dan lower tank, khususnya yang berbahan plastik. Kedua komponen tersebut memiliki peran penting dalam sistem pendinginan radiator mobil kamu. Oleh karena itu, kondisinya harus selalu dalam keadaan baik.

Posisi upper tank yang berdekatan langsung dengan mesin panas membuatnya rentan mengalami kerusakan. Suhu tinggi dari mesin sering kali membuat bagian tersebut mengalami retakan. Jika sudah retak, maka air radiator akan bocor dan memicu terjadinya overheat.

2. Periksa slang dan tutup radiotor

ilustrasi radiator coolant (pexels.com/Birdlkportfolio)

Slang radiator perlu segera kamu ganti apabila kondisinya sudah mengeras dan tidak lagi elastis saat ditekan. Slang yang tidak lentur menandakan bahwa komponen tersebut sudah tidak berfungsi dengan optimal. Oleh sebab itu, kamu harus rutin memeriksa bagian tersebut.

Selain slang, kamu juga perlu memperhatikan kondisi tutup radiator. Pada tutup tersebut terdapat karet yang berfungsi sebagai penyegel. Jika karet sudah mengeras, maka air pendingin mesin bisa keluar dari radiator tanpa melewati tabung reservoir.

3. Gunakan radiator coolant

ilustrasi radiator coolant (pexels.com/Kampus Production)

Jika air radiator tidak dicampur dengan radiator coolant, biasanya warnanya akan berubah menjadi kuning. Perubahan warna tersebut terjadi akibat reaksi antara air yang dipanaskan dengan komponen logam di dalamnya. Reaksi ini merupakan tanda bahwa sistem pendingin tidak bekerja secara optimal.

Selain itu, reaksi tersebut dapat menghasilkan larutan logam yang mengendap di dalam radiator. Endapan tersebut lama-kelamaan akan berubah menjadi kerak. Kerak yang menumpuk kemudian dapat menyumbat saluran radiator dan mengganggu sirkulasi pendinginan.

4. Periksa kipas angin radiator

Pastikan kondisi kipas radiator berfungsi optimal. (Pexels/Anna Shvets)

Adanya kotoran seperti debu atau daun yang terselip di radiator dapat mengganggu kinerjanya. Hembusan dan kecepatan kipas radiator menjadi tidak maksimal untuk membuang panas. Akibatnya, proses pendinginan mesin tidak berjalan secara optimal.

Oleh karena itu, kamu perlu rutin memeriksa kebersihan pada permukaan radiator. Pastikan juga untuk mengecek apakah kipas radiator masih bekerja dengan baik. Performa kipas yang optimal sangat penting untuk menjaga suhu mesin tetap stabil.

5. Periksa ketinggian oli

ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Dextar Vision)

Selain berfungsi sebagai pelumas untuk komponen mesin yang saling bergesekan, oli mesin juga berperan untuk mendinginkan mesin. Peran ganda tersebut membuat oli menjadi sangat penting bagi kinerja kendaraan kamu. Tanpa oli yang memadai, mesin akan mudah mengalami panas berlebih.

Untuk itu, kamu perlu memastikan kondisi oli mesin tetap sesuai standar. Salah satu caranya adalah dengan memeriksa ketinggian oli menggunakan dipstick oli. Pemeriksaan rutin ini akan membantu kamu mencegah terjadinya overheat pada mesin mobil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article