Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Pintu Mobil Jadi Gampang Rusak dan Berkarat

5 Penyebab Pintu Mobil Jadi Gampang Rusak dan Berkarat
ilustrasi pintu mobil (unsplash.com/Luca Nicoletti)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pintu mobil mudah berkarat karena air sering mengendap akibat lubang drainase tersumbat, membuat lapisan besi di dalam pintu cepat rusak tanpa disadari.
  • Kotoran dan kelembapan yang menumpuk di bagian bawah pintu mempercepat proses korosi, terutama karena area ini paling sering terkena cipratan jalan.
  • Lapisan pelindung tipis serta gesekan kecil dari sepatu atau batu menyebabkan cat terkelupas, membuka logam pada udara dan air hingga karat cepat menyebar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bagian pintu mobil gampang sekali kena karat dan kerusakan dibanding area lain. Kalau kamu cuekin, karat bisa nyebar dan bikin pintu jadi keropos. Kondisi ini juga jelas ngurangin kenyamanan pas kamu berkendara.

Bagian bawah pintu jadi titik paling rawan karena sering kena air dan kotoran. Area itu terus-terusan terpapar tanpa kamu sadari. Makanya kamu perlu rajin cek biar karat nggak makin parah.

1. Air sering mengendap

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Anil Baki Durmus)

Pas hujan atau cuci mobil, air sering masuk ke pintu lewat sela kaca. Normalnya air langsung keluar lagi lewat lubang drainase di bawah. Itu cara pabrik biar pintu nggak gampang karat.

Tapi kalau lubang drainase mampet kena kotoran, air bakal ngendon di dalam. Endapan air lama-lama ngerusak lapisan besi pintu dari dalam. Akhirnya karat muncul tanpa kamu sadari sampai pintunya udah keropos.

2. Kotoran menumpuk

ilustrasi pintu mobil
ilustrasi pintu mobil (unsplash.com/Markus Spiske)

Bagian bawah pintu mobil memang paling dekat sama jalan. Makanya area itu sering banget kena debu, lumpur, dan cipratan air kotor. Paparan kotoran ini terjadi hampir tiap kamu berkendara.

Partikel kotor bisa masuk lewat celah kecil di pintu dan nyangkut di dalam. Kotoran yang tertahan bikin kelembapan jadi nggak gampang kering. Kondisi lembap ini yang akhirnya bikin korosi muncul lebih cepat dari yang kamu kira.

3. Perubahan suhu

ilustrasi pintu mobil
ilustrasi pintu mobil (unsplash.com/Erik Mclean)

Pas suhu luar dan dalam mobil beda jauh, embun bisa muncul di sela-sela pintu. Fenomena ini namanya kondensasi dan sering terjadi saat cuaca berubah. Embun itu yang bikin bagian dalam pintu jadi basah.

Kalau lembapnya dibiarkan terus, karat bakal muncul lebih cepat dari dalam. Besi pintu yang terus kena air nggak bakal tahan lama. Akhirnya korosi merusak pintu tanpa kamu sadari dari awal.

4. Lapisan pelindung tipis

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Nick Möllenbeck)

Bagian luar pintu mobil biasanya sering kamu poles dan rawat. Tapi bagian bawah pintu sering terlewat dan jarang dibersihkan. Lapisan anti-karatnya pun jarang kamu cek ulang.

Karena jarang dirawat, perlindungan di bagian bawah cepat menurun. Padahal area itu paling sering kena air dan kotoran jalanan. Akhirnya risiko karat jadi lebih besar dibanding bagian pintu lainnya.

5. Benturan kecil

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Amith Ramakrishna)

Pas kamu keluar masuk mobil, bagian bawah pintu sering kesenggol sepatu. Ditambah lagi cipratan batu kecil pas berkendara bikin cat jadi cepat lecet. Gesekan terus-menerus ini lama-lama ngerusak lapisan cat.

Kalau cat udah terkelupas, logam di bawahnya jadi langsung terbuka. Logam yang kena udara dan air bakal cepat teroksidasi. Akhirnya karat muncul dan makin lama makin nyebar ke sekitarnya.

Bagian bawah pintu mobil gampang karat karena sering kena air, kotoran, dan gesekan tanpa kamu sadari. Lubang drainase yang mampet dan kelembapan berlebih bikin karat muncul lebih cepat dari dalam. Makanya area ini perlu kamu cek dan rawat rutin biar pintu tetap awet.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More