Baterai menjadi salah satu komponen paling krusial pada mobil listrik karena berpengaruh terhadap jarak tempuh, performa, usia pakai, hingga harga kendaraan. Dua jenis kimia baterai yang banyak digunakan saat ini adalah lithium iron phosphate (LFP) dan nickel manganese cobalt (NMC), yang sama-sama berbasis ion litium tetapi mempunyai karakter berbeda. Perbedaan tersebut membuat pilihan baterai gak bisa hanya ditentukan berdasarkan kapasitas yang tercantum pada spesifikasi kendaraan.
LFP dikenal karena stabilitas termal dan usia pakainya, sedangkan NMC unggul dalam kepadatan energi yang dapat mendukung jarak tempuh lebih jauh dengan bobot lebih ringan. Karakter tersebut membuat produsen dapat memilih teknologi baterai berdasarkan segmen, kebutuhan performa, biaya, hingga rancangan kendaraan yang hendak dikembangkan. Supaya gak sekadar melihat angka kapasitas baterai saat memilih mobil listrik, yuk pahami lima perbedaan utama LFP dan NMC berikut ini.
