6 Kesalahan Saat Isi BBM yang Bisa Merusak Mesin Mobil, Hindari!

- Memilih jenis bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga performa mesin
- Mengisi BBM sampai batas aman yang dianjurkan agar tidak merusak sistem pernapasan mobil
- Isi bahan bakar saat indikator menunjukkan seperempat tangki untuk mencegah endapan kotoran terhisap ke mesin
Ngisi BBM itu kelihatannya sepele, tapi ternyata ada banyak hal kecil yang sering diabaikan. Padahal, kalau kebiasaan salah ini dilakukan terus-menerus, mesin mobil bisa kena imbasnya. Dampaknya nggak cuma bikin boros bahan bakar, tapi juga bisa merusak komponen penting di dalam mesin. Tentu kamu nggak mau keluar biaya besar hanya gara-gara kebiasaan isi BBM yang asal, kan?
Perlu diingat, mesin mobil itu ibarat organ vital yang harus dijaga kualitasnya. Salah pilih atau salah cara isi BBM bisa bikin performanya turun perlahan. Kalau dibiarkan, lama-lama mesin jadi lebih cepat rusak. Jadi, penting banget buat tahu kesalahan apa saja yang harus kamu hindari saat isi BBM.
1. Asal pilih jenis bahan bakar

Banyak orang masih cuek soal jenis BBM yang dipakai, padahal tiap mobil punya kebutuhan berbeda. Kalau kamu isi dengan oktan yang lebih rendah dari rekomendasi, mesin bisa ngelitik. Efeknya memang nggak langsung terasa, tapi dalam jangka panjang bisa bikin performa mesin turun. Jadi, pastikan kamu isi dengan BBM yang sesuai anjuran pabrikan.
Mengabaikan hal ini sama saja seperti kasih makanan yang salah buat tubuh. Mesin butuh bahan bakar berkualitas agar bisa bekerja optimal. Kalau kamu terus-terusan asal isi, biaya servis bisa jadi lebih besar daripada selisih harga BBM. Ingat, lebih baik investasi kecil sekarang daripada rugi besar nanti.
2. Mengisi BBM sampai luber

Ada kebiasaan isi BBM sampai penuh banget bahkan sampai meluber. Padahal, hal ini bisa bikin bahan bakar masuk ke bagian yang tidak seharusnya. Selain merusak sistem pernapasan mobil, bahan bakar yang terlalu penuh bisa mengganggu kinerja charcoal canister. Kalau ini rusak, biaya perbaikannya lumayan bikin kantong bolong.
Lebih aman isi sampai batas aman yang dianjurkan. Kamu nggak perlu khawatir mobil cepat kehabisan bensin karena tangki punya kapasitas yang cukup besar. Isi secukupnya sesuai indikator dan hentikan kalau sudah terdengar klik dari pompa. Dengan begitu, mesin tetap aman dan sistem bahan bakar terjaga.
3. Sering menunggu tangki hampir kosong

Kebiasaan isi BBM hanya saat tangki sudah hampir kosong itu juga berbahaya. Endapan kotoran di dasar tangki bisa ikut terhisap ke mesin. Akibatnya, filter bahan bakar jadi cepat kotor dan suplai bensin ke mesin terganggu. Kalau dibiarkan, performa mesin bisa ngedrop dan malah bikin mogok.
Lebih baik isi bahan bakar saat indikator sudah menunjukkan seperempat tangki. Cara ini bikin mesin tetap sehat dan kotoran nggak mudah naik ke sistem bahan bakar. Selain itu, kamu juga lebih tenang karena nggak khawatir kehabisan bensin di tengah jalan. Jadi, jangan tunggu tangki benar-benar sekarat baru isi.
4. Mengisi di tempat yang kualitas BBM-nya meragukan

Kadang orang tergiur harga BBM yang lebih murah di tempat tertentu. Tapi, kamu harus hati-hati karena kualitas bahan bakar sangat menentukan kondisi mesin. Kalau BBM tercampur air atau kotoran, mesin bisa gampang rusak. Bukannya hemat, malah keluar biaya perbaikan yang lebih besar.
Lebih baik isi BBM di tempat resmi yang kualitasnya terjamin. Dengan begitu, kamu nggak perlu khawatir soal campuran yang merusak mesin. Memang sedikit lebih mahal, tapi hasilnya jauh lebih aman. Ingat, mesin mobilmu berhak dapat bahan bakar terbaik.
5. Mengisi BBM dengan mesin menyala

Banyak orang malas matikan mesin saat isi BBM, padahal itu kebiasaan berbahaya. Selain bisa picu percikan api, hal ini juga bikin sensor mobil bekerja nggak normal. Akibatnya, sistem bahan bakar bisa terganggu tanpa kamu sadari. Jadi, selalu matikan mesin sebelum isi bensin.
Mesin yang tetap hidup juga bikin konsumsi BBM jadi nggak akurat. Kamu bisa salah hitung karena indikator bahan bakar nggak menunjukkan kondisi sebenarnya. Jadi, jangan anggap remeh aturan kecil ini. Lebih baik berhenti sejenak, matikan mesin, baru isi BBM dengan aman.
6. Menggoyang-goyangkan mobil saat isi BBM

Pernah lihat orang yang menggoyang-goyangkan mobil saat isi BBM? Katanya biar lebih banyak masuk, padahal ini hanya mitos. Gaya seperti ini bisa merusak sistem bahan bakar dan nggak ada pengaruhnya ke jumlah bensin. Malah berisiko bikin bahan bakar tumpah ke luar.
Isi BBM dengan cara biasa sudah cukup. Tangki mobil punya kapasitas yang jelas, jadi kamu nggak perlu akal-akalan. Lebih baik fokus pada kualitas bensinnya, bukan pada cara aneh yang justru berisiko. Jadi, mulai sekarang hentikan kebiasaan ini kalau masih sering dilakukan.
Isi BBM memang kelihatannya sepele, tapi ternyata bisa berdampak besar pada mesin mobil. Kebiasaan kecil seperti isi sampai luber atau menunggu tangki kosong justru bikin masalah baru. Kalau kamu ingin mesin tetap sehat, biasakan isi BBM dengan cara yang benar. Ingat, mesin itu sensitif terhadap apa yang kamu masukkan ke dalamnya.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tadi, mobilmu bisa lebih awet dan jarang rewel. Perjalanan pun jadi lebih aman, nyaman, dan nggak bikin dompet terkuras karena perbaikan mendadak. Mulai sekarang, yuk lebih peduli pada kebiasaan isi BBM. Karena dari hal kecil inilah, kualitas mesin mobil bisa tetap terjaga.