Alasan Jangan Menyimpan Jas Hujan di Bawah Jok Motor

- Kerusakan material akibat panas mesin
- Risiko gangguan sirkulasi udara dan panas pada mesin
- Solusi penyimpanan yang lebih aman dan awet
Menyimpan jas hujan di dalam bagasi bawah jok motor telah menjadi kebiasaan umum bagi banyak pengendara di Indonesia. Alasan kepraktisan dan kesiagaan menghadapi cuaca yang tidak menentu sering kali membuat ruang bagasi menjadi tempat penyimpanan utama untuk perlengkapan pelindung diri tersebut sepanjang waktu.
Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko teknis yang jarang disadari oleh para pemilik kendaraan. Lingkungan di bawah jok motor bukanlah tempat yang ideal untuk menyimpan material tertentu dalam jangka panjang, karena posisi bagasi yang bersebelahan langsung dengan komponen mesin yang menghasilkan panas ekstrem saat kendaraan beroperasi.
1. Kerusakan material akibat paparan panas mesin

Sebagian besar jas hujan yang beredar di pasaran terbuat dari bahan sintetis seperti polivinil klorida (PVC), nilon, atau karet tipis yang dirancang untuk kedap air. Material ini memiliki ambang batas ketahanan terhadap suhu panas yang cukup rendah. Masalah muncul karena bagasi motor terletak tepat di atas atau di samping mesin dan sistem pembuangan yang suhu panasnya merambat naik ke area penyimpanan selama perjalanan.
Paparan panas yang terus-menerus dapat menyebabkan perubahan struktur kimia pada jas hujan. Bahan plastik atau karet akan mengalami proses pengerasan, menjadi getas, dan akhirnya mudah retak atau robek saat digunakan kembali. Selain itu, lapisan perekat (sealing) pada jahitan jas hujan sering kali meleleh atau terlepas akibat suhu panas, sehingga fungsinya dalam menahan rembesan air hujan menjadi hilang sama sekali meskipun jas hujan tersebut tampak masih baru secara visual.
2. Risiko gangguan sirkulasi udara dan panas pada mesin

Menjejal jas hujan ke dalam bagasi hingga penuh sesak juga dapat berdampak negatif pada performa motor itu sendiri. Pada beberapa model motor, terutama jenis matik, area di bawah jok juga berfungsi sebagai ruang untuk pelepasan panas sisa dari komponen mesin dan kelistrikan. Jika bagasi terlalu penuh dengan barang yang bersifat isolator seperti jas hujan, sirkulasi udara di sekitar area tangki bensin dan sistem injeksi dapat terganggu.
Panas yang terperangkap dan tidak dapat keluar dengan optimal berisiko meningkatkan suhu pada tangki bahan bakar secara berlebihan. Kondisi ini memicu penguapan bensin yang lebih cepat di dalam tangki, yang dalam beberapa kasus ekstrem dapat mengganggu stabilitas tekanan udara pada sistem bahan bakar. Selain itu, panas yang tertahan di area tersebut juga dapat mempercepat masa pakai komponen elektronik atau soket kabel yang berada di sekitar bagasi, yang berpotensi menyebabkan gangguan kelistrikan di kemudian hari.
3. Solusi penyimpanan yang lebih aman dan awet

Untuk menjaga agar jas hujan tetap awet dan tidak merusak kendaraan, sebaiknya hindari menyimpan perlengkapan tersebut di bawah jok jika tidak sedang dalam musim hujan atau untuk durasi yang sangat lama. Pengendara disarankan untuk menggunakan tas tambahan atau jaring pengikat di bagian belakang jika memungkinkan. Jika tetap harus menyimpannya di bagasi, pastikan jas hujan terlipat rapi dan tidak langsung bersentuhan dengan dinding bagasi yang paling dekat dengan mesin dengan melapisi bagian bawah menggunakan kain tipis sebagai peredam panas.
Hal yang paling krusial adalah tidak menyimpan jas hujan dalam keadaan basah ke dalam bagasi. Kelembapan yang terperangkap di ruang tertutup yang hangat akan memicu pertumbuhan jamur dan menimbulkan bau tidak sedap yang sulit dihilangkan. Sebaiknya jas hujan dikeringkan terlebih dahulu dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh sebelum disimpan kembali. Dengan memperhatikan cara penyimpanan yang benar, jas hujan akan tetap fleksibel dan fungsional saat dibutuhkan, serta mesin motor terhindar dari risiko panas berlebih yang tidak diinginkan.












![[QUIZ] Pilih Mobil LCGC Favorit, Kami Bisa Tebak Gaya Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20240222/oip-40-f3bcadc4b1a39af7191309eb7f658bc1.jpg)






