Tips Merawat Busa Helm, Biar Tetap Padat dan Nyaman

- Teknik pencucian manual tanpa mesin cuci
- Penggunaan pelapis kepala untuk mengurangi serapan keringat
- Cara menyimpan helm yang benar setelah digunakan
Busa helm yang empuk dan presisi merupakan kunci utama kenyamanan serta keamanan saat berkendara dalam jarak jauh maupun dekat. Namun, banyak pemilik helm mengeluhkan kondisi busa yang cepat kempes atau kendur jauh sebelum masa pakai lima tahun berakhir, sehingga helm terasa goyang saat terkena terpaan angin kencang.
Kondisi busa yang sudah tidak padat bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga menurunkan tingkat proteksi karena helm tidak lagi mendekap kepala dengan sempurna. Melalui perawatan yang konsisten dan teknik pembersihan yang benar, elastisitas busa dapat terjaga lebih lama sehingga fungsi keselamatan tetap optimal hingga waktu penggantian tiba.
1. Teknik pencucian manual tanpa mesin cuci

Langkah paling krusial dalam merawat busa helm adalah menghindari penggunaan mesin cuci atau pengering otomatis. Putaran mesin cuci yang kasar dapat merusak struktur sel busa dan membuat kain pelapisnya cepat berudul atau sobek. Sebaiknya, busa yang bisa dilepas dicuci secara manual menggunakan tangan dengan cara direndam dalam air hangat yang dicampur dengan sampo bayi atau sabun cair lembut yang tidak mengandung bahan kimia keras.
Saat mencuci, hindari memeras busa dengan cara memelintirnya secara kuat karena hal ini akan merusak bentuk aslinya. Cukup tekan-tekan busa dengan lembut untuk mengeluarkan kotoran dan sisa keringat yang mengendap di dalam pori-pori. Setelah dibilas bersih, keringkan busa dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara baik. Menjemur busa langsung di bawah terik matahari sangat tidak disarankan karena panas ekstrem dapat membuat material busa menjadi kaku dan cepat getas.
2. Penggunaan pelapis kepala untuk mengurangi serapan keringat

Salah satu penyebab utama busa helm cepat kempes adalah akumulasi keringat dan minyak rambut yang terserap ke dalam material busa setiap hari. Zat asam yang terkandung dalam keringat manusia secara perlahan akan mendegradasi kepadatan busa jika dibiarkan menumpuk terlalu lama. Untuk meminimalisir hal ini, penggunaan balaclava atau masker penutup kepala sangat dianjurkan sebagai lapisan pelindung tambahan antara rambut dan busa helm.
Balaclava berfungsi sebagai penyerap utama keringat sebelum menyentuh busa helm, sehingga bagian interior tetap relatif kering dan bersih. Selain itu, penggunaan pelapis kepala ini juga memudahkan perawatan karena pengendara cukup mencuci balaclava lebih sering daripada harus mencopot-pasang seluruh busa helm. Dengan berkurangnya kontak langsung antara minyak alami kulit kepala dan busa, integritas material busa akan lebih terjaga dan bau tidak sedap pun dapat dihindari secara efektif.
3. Cara menyimpan helm yang benar setelah digunakan

Kebiasaan menyimpan helm setelah berkendara sangat memengaruhi umur pakai busanya. Hindari menaruh sarung tangan yang masih basah karena keringat ke dalam helm, karena hal ini akan meningkatkan kelembapan di dalam interior dan memicu pertumbuhan jamur yang merusak busa. Selain itu, sangat dilarang menggantung helm pada spion motor dalam waktu lama. Tekanan dari batang spion pada satu titik busa akan membuat bagian tersebut kempes secara permanen dan merusak bentuk EPS di bawahnya.
Letakkan helm di tempat yang rata dengan posisi terbalik agar sisa uap panas dari kepala dapat menguap keluar dengan bebas. Jika memungkinkan, gunakan rak helm khusus atau tempat penyimpanan yang memiliki ventilasi memadai. Membuka kaca helm saat sedang tidak digunakan juga membantu sirkulasi udara di bagian dalam tetap terjaga. Dengan disiplin dalam cara penyimpanan, busa helm tidak akan mengalami tekanan yang tidak perlu sehingga tetap padat dan nyaman digunakan untuk jangka waktu yang lama.








![[QUIZ] Pilih Mobil LCGC Favorit, Kami Bisa Tebak Gaya Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20240222/oip-40-f3bcadc4b1a39af7191309eb7f658bc1.jpg)









