TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Alasan Mobil Listrik Masih Sulit Diterima Masyarakat 

Dari harga yang tinggi hingga minimnya variasi model

ilustrasi seseorang sedang memantau daya mobil listrik (freepik.com/freepik)

Mobil listrik telah menjadi pembicaraan yang hangat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak produsen otomotif besar dan pemerintah di seluruh dunia berinvestasi dalam pengembangan teknologi ini.

Meski menguntungkan lingkungan dan potensi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mobil listrik masih menghadapi sejumlah tantangan untuk oleh masyarakat secara luas. Dalam artikel ini. mari membahas lima alasan utama mengapa mobil listrik masih sulit diterima di masyarakat.

1. Keterbatasan infrastruktur pengisian

ilustrasi mobil listrik di pengisian (pixabay.com/AKrebs60)

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh mobil listrik adalah keterbatasan infrastruktur pengisian. Meski jaringan pengisian semakin berkembang, terutama di daerah perkotaan, masih ada banyak wilayah yang kurang dilengkapi dengan stasiun pengisian yang memadai. Keterbatasan infrastruktur ini bikin para calon pembeli ragu untuk beralih ke mobil listrik karena khawatir tentang kemampuan untuk mengisi ulang daya mobil mereka saat melakukan perjalanan jarak jauh. Selain itu, waktu pengisian yang lebih lama dibandingkan dengan mengisi bahan bakar biasa juga menjadi hambatan bagi beberapa orang.

Baca Juga: 10 Mobil listrik Terlaris di Indonesia 2024, Wuling Menang Banyak!

2. Harga yang lebih tinggi

ilustrasi mainan mobil di atas uang (pixabay.com/ElisaRiva)

Biaya mobil listrik telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, mereka masih cenderung memiliki harga yang lebih tinggi daripada mobil konvensional dengan mesin pembakaran internal. Biaya baterai yang tinggi dan teknologi yang masih dalam tahap pengembangan adalah faktor utama yang menyebabkan harga mobil listrik tetap tinggi. Bagi banyak konsumen, investasi awal yang lebih tinggi untuk membeli mobil listrik mungkin menjadi hambatan yang sangat memberatkan, terutama jika mereka tidak yakin akan pengembalian atau keuntungan investasi jangka panjangnya.

3. Ketidakpastian akan jangkauan

ilustrasi mengendarai mobil (unsplash.com/takahiro taguchi)

Jangkauan atau daya tempuh adalah salah satu kekhawatiran utama yang dimiliki calon pembeli mobil listrik. Meski teknologi baterai terus berkembang dan menawarkan jangkauan yang lebih baik, masih ada kekhawatiran tentang apakah mobil listrik dapat memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari konsumen. Beberapa orang khawatir tentang kemampuan mobil listrik untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan. Meski banyak mobil listrik memiliki jangkauan yang memadai untuk penggunaan sehari-hari, persepsi ini masih menjadi hambatan dalam diterimanya mobil listrik secara luas.

4. Kurangnya pilihan model dan ragam

ilustrasi mobil listrik (pixabay.com/pgottschalk)

Sementara industri mobil terus berinvestasi dalam pengembangan mobil listrik, variasi pilihan model yang saat ini beredar di pasaran masih minim. Beberapa segmen pasar, seperti truk pickup dan SUV masih memiliki pilihan mobil listrik yang terbatas. Kurangnya variasi ini menjadi hambatan tersendiri bagi konsumen yang memiliki kebutuhan tertentu untuk kendaraan mereka. Apalagi, kurangnya pilihan model yang terjangkau secara finansial juga menurunkan daya tarik mobil listrik bagi konsumen dengan anggaran terbatas.

Verified Writer

Johan

Johanes

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya