Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Harus Dilakukan Saat Pecah Ban di Jalan Tol?
ilustrasi jalan tol (freepik.com/freepik)
  • Pengemudi harus tetap tenang saat ban pecah, hindari mengerem mendadak, kurangi kecepatan perlahan dengan engine brake, dan jaga arah mobil tetap lurus.
  • Setelah laju melambat, nyalakan lampu hazard dan sein kiri untuk berpindah aman ke bahu jalan, lalu pastikan mobil berhenti di permukaan rata dan aktifkan rem tangan.
  • Pasang segitiga pengaman sejauh 50–100 meter di belakang mobil dan hubungi layanan darurat tol jika tidak mampu mengganti ban sendiri demi keselamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tadi ada mobil yang bannya tiba-tiba meletus di jalan tol. Suaranya keras sekali dan mobilnya goyang. Supirnya harus tenang, jangan rem mendadak, tapi pelan-pelan lepas gas supaya mobil melambat. Lalu dia nyalakan lampu hazard, pindah ke pinggir jalan, pasang tanda segitiga, dan telepon orang bantuan biar aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Insiden ban pecah secara mendadak saat mobil melaju kencang di jalur jalan tol merupakan salah satu situasi paling menegangkan bagi setiap pengemudi. Suara ledakan yang keras diikuti dengan guncangan hebat pada sasis kendaraan sering kali memicu kepanikan luar biasa dalam hitungan detik.

Dalam kondisi kritis seperti ini, respons pertama yang diambil oleh orang di balik kemudi akan menentukan hidup dan mati seluruh penumpang. Mengetahui prosedur keselamatan yang sistematis sangat penting agar mobil tetap terkendali dan terhindar dari risiko tabrakan beruntun yang fatal.

1. Jangan menginjak pedal rem secara mendadak

ilustrasi jalan tol (pexels.com/Franco Garcia)

Langkah paling krusial yang wajib dilakukan pertama kali adalah mengendalikan diri untuk tidak menginjak pedal rem secara mendalam. Respons spontan mengerem saat ban meletus justru menjadi kesalahan fatal yang sering kali membuat mobil langsung terguling atau berputar tak terkendali. Ketika satu ban hancur, gaya gesek di sisi tersebut meningkat drastis, sehingga pengereman mendadak akan melempar sasis mobil ke arah ban yang pecah.

Alih-alih mengerem, pertahankan posisi kaki tetap tenang dan lepaskan injakan pedal gas secara perlahan agar kecepatan mobil berkurang secara alami memanfaatkan engine brake. Genggam setir kemudi dengan sangat kuat menggunakan kedua tangan pada posisi sejajar untuk melawan tarikan liar dari roda yang rusak. Fokuskan seluruh tenaga untuk menjaga moncong mobil tetap melaju lurus ke depan di dalam lajur tanpa melakukan pergerakan setir yang agresif.

2. Mengaktifkan lampu isyarat dan mengarahkan kendaraan ke bahu jalan

ilustrasi lampu Hazard mobil (pexels.com/Ilja Blakunovas)

Setelah laju mobil mulai melambat dan kendali kemudi berhasil dikuasai sepenuhnya, segera aktifkan lampu sein sebelah kiri untuk meminta jalur. Nyalakan pula lampu hazard sebagai isyarat darurat bagi kendaraan lain di belakang agar mereka memberikan ruang aman untuk bermanuver. Amati situasi arus lalu lintas melalui kaca spion secara cermat sebelum mulai mengarahkan sasis mobil secara perlahan menuju bahu jalan tol.

Posisikan kendaraan di area bahu jalan yang paling kiri, idealnya sedekat mungkin dengan pembatas jalan atau pagar pengaman luar. Pastikan mobil berhenti sempurna di permukaan jalan yang rata dan padat agar proses penggantian roda nantinya dapat berjalan dengan aman. Setelah mobil berhenti, tarik rem tangan sekuat mungkin dan posisikan tuas transmisi di gigi parkir atau gigi satu untuk mencegah mobil bergerak sendiri.

3. Memasang tanda peringatan segitiga dan menghubungi layanan darurat

ilustrasi segitiga pengaman (pexels.com/ryasick)

Jangan langsung keluar dari kabin mobil tanpa memperhatikan keselamatan lingkungan sekitar, terutama jika posisi berhenti berada di jalur tol layang yang sempit. Turunlah melalui pintu sebelah kiri yang menjauhi jalur lalu lintas aktif untuk meminimalkan risiko tersenggol kendaraan lain yang melesat kencang. Segera ambil segitiga pengaman dari bagasi dan pasang di belakang mobil dengan jarak minimal lima puluh hingga seratus meter.

Jarak pemasangan yang jauh ini sangat penting untuk memberikan waktu respons yang cukup bagi pengemudi lain yang datang dengan kecepatan tinggi. Jika kondisi lalu lintas sangat padat atau tidak memiliki keahlian untuk mengganti ban serep sendiri, segera hubungi nomor panggilan darurat pengelola jalan tol. Menunggu di luar pembatas jalan yang aman sambil menanti kedatangan mobil derek resmi menjadi pilihan paling bijak demi menghindari bahaya tabrakan sekunder.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team

Related Article