Apa yang Terjadi Kalau Mobil Diesel Diisi Bensin? Ini Risiko Besarnya

- Bensin yang masuk ke mobil diesel dapat membuat mesin sulit menyala, brebet, kehilangan tenaga, atau mati karena karakter bahan bakarnya berbeda dari solar.
- Bensin mengurangi pelumasan pada pompa bahan bakar dan injektor diesel bertekanan tinggi, sehingga penggunaan berlanjut berpotensi meningkatkan gesekan serta biaya perbaikan.
- Jika salah isi diketahui sebelum mesin menyala, jangan menyalakan atau mengaktifkan sirkulasi bahan bakar; segera minta bantuan untuk menguras tangki dan memeriksa sistem.
Salah mengisi bahan bakar bisa terjadi ketika pemilik mobil terburu-buru atau kurang memperhatikan jenis BBM yang digunakan. Salah satu kesalahan yang cukup berisiko adalah memasukkan bensin ke dalam tangki mobil bermesin diesel.
Masalahnya bukan sekadar membuat mesin tidak bekerja optimal. Karakteristik bensin dan solar berbeda, sehingga penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dapat mengganggu sistem pembakaran hingga komponen penting pada sistem bahan bakar.
1. Mesin bisa sulit dinyalakan

ilustrasi kunci mobil (unsplash.com/tim) Mesin diesel dirancang untuk bekerja menggunakan solar yang memiliki karakteristik berbeda dari bensin. Solar juga memiliki sifat pelumasan yang membantu melindungi sejumlah komponen pada sistem bahan bakar diesel. Ketika bensin masuk ke dalam sistem tersebut, karakter bahan bakar yang digunakan mesin ikut berubah.
Jika mobil belum dinyalakan setelah salah isi, risikonya relatif lebih kecil karena bahan bakar yang salah belum banyak bersirkulasi. Namun, ketika mesin sudah dinyalakan, campuran bensin dapat masuk ke saluran bahan bakar dan mencapai komponen seperti pompa serta injektor. Mesin bisa sulit hidup, brebet, kehilangan tenaga, atau bahkan mati.
2. Pompa dan injektor bisa terdampak

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Ayyeee Ayyeee) Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah sistem injeksi diesel. Pada mesin diesel modern, pompa bahan bakar dan injektor bekerja dengan tekanan tinggi serta membutuhkan karakter bahan bakar yang sesuai. Bensin yang masuk ke sistem diesel dapat mengurangi pelumasan yang dibutuhkan komponen tersebut.
Jika mobil terus digunakan dalam kondisi seperti ini, gesekan pada komponen sistem bahan bakar dapat meningkat dan berpotensi menyebabkan kerusakan. Biaya perbaikannya pun bisa jauh lebih besar dibandingkan biaya menguras tangki dan membersihkan sistem bahan bakar sejak awal.
3. Jangan langsung menyalakan mesin

ilustrasi starter mobil (freepik.com/yanalya) Jika baru menyadari salah mengisi bensin ke mobil diesel, langkah yang paling penting adalah jangan menyalakan mesin. Sebisa mungkin jangan pula mengaktifkan sistem yang membuat bahan bakar bersirkulasi. Mobil sebaiknya dipindahkan ke tempat aman dan meminta bantuan bengkel atau layanan teknis untuk menguras tangki.
Situasinya berbeda jika mobil sudah terlanjur dinyalakan atau bahkan sempat dikendarai. Sebaiknya mesin segera dimatikan ketika gejala seperti brebet, kehilangan tenaga, atau suara mesin tidak normal muncul. Sistem bahan bakar kemudian perlu diperiksa dan dikuras untuk memastikan campuran bahan bakar yang salah tidak terus bersirkulasi.
Kesalahan mengisi bahan bakar memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa cukup serius pada mobil diesel modern. Semakin lama mesin dijalankan dengan bahan bakar yang tidak sesuai, semakin banyak komponen sistem bahan bakar yang berpotensi terdampak.
Karena itu, selalu periksa label pada dispenser sebelum mengisi BBM. Jika salah isi diketahui sebelum mesin dinyalakan, penanganannya umumnya lebih sederhana dibandingkan ketika mobil sudah digunakan. Yang paling penting, jangan memaksakan mobil berjalan hanya karena mesin masih bisa menyala.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















