Suasana interior kabin kendaraan yang nyaman, bersih, dan wangi merupakan dambaan bagi setiap pemilik mobil untuk menemani perjalanan harian. Demi mengusir bau tidak sedap atau kejenuhan selama berada di jalur lalu lintas, penggunaan produk pewangi mobil telah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak terpisahkan. Banyak orang secara khusus memilih aroma-aroma terapi yang menenangkan dengan harapan dapat meredakan ketegangan psikologis serta emosi negatif akibat kemacetan jalan raya yang menguras energi.
Namun, di balik keharuman yang memanjakan indra penciuman tersebut, terdapat sebuah fakta medis terselubung yang dapat mengancam keselamatan berkendara. Pemilihan jenis wewangian di dalam ruang kemudi ternyata memiliki korelasi langsung terhadap kecepatan motorik tubuh manusia dalam merespons situasi darurat. Ambien udara yang terlalu menenangkan di dalam kabin secara tidak sadar dapat memanipulasi kinerja sistem saraf pusat dan menurunkan tingkat kesiapsiagaan fisik secara drastis saat menghadapi bahaya.
