Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ekspor Toyota Indonesia Naik 10,7 Persen, HEV Jadi Andalan Baru

Ekspor Toyota Indonesia Naik 10,7 Persen, HEV Jadi Andalan Baru
Toyota Indonesia ekspor ke lebih dari 80 negara (TMMIN)
Intinya Sih
  • Ekspor CBU Toyota Indonesia mencapai 145.080 unit pada Januari-Juni 2026, naik 10,7 persen secara tahunan dan menyumbang 57,6 persen dari total ekspor CBU nasional.
  • Lebih dari 760 pemasok lokal menopang daya saing ekspor; Avanza-Veloz memimpin dengan 32.571 unit, sementara Asia menjadi tujuan utama dengan porsi 57,8 persen.
  • Ekspor Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid naik 46,4 persen menjadi 12.693 unit; Toyota juga mengembangkan BEV, HEV, dan FFV bioetanol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatatkan pertumbuhan ekspor kendaraan utuh (CBU) sepanjang semester pertama 2026 di tengah tantangan industri otomotif global.

Kinerja positif tersebut ditopang kolaborasi dengan ratusan pemasok lokal, meningkatnya kandungan lokal, hingga permintaan yang tetap kuat dari berbagai negara tujuan ekspor.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota Indonesia mengekspor 145.080 unit kendaraan bermerek Toyota selama Januari-Juni 2026 atau naik 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut menyumbang 57,6 persen dari total ekspor CBU nasional yang mencapai 251.705 unit.

1. Rantai pasok lokal jadi penopang utama ekspor

Mobil elektrifikasi Toyota semakin diminati global (TMMIN)
Mobil elektrifikasi Toyota semakin diminati global (TMMIN)

Keberhasilan Toyota Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekspor tidak lepas dari dukungan rantai pasok dalam negeri. Perusahaan menyebut lebih dari 760 pemasok lokal, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), berperan dalam menjaga daya saing produk buatan Indonesia di pasar internasional.

“Konsistensi kinerja ekspor tidak terlepas dari hasil kerja keras anak bangsa dan kolaborasi yang melibatkan lebih dari 760 rantai pasok lokal, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta dukungan dari Pemerintah Indonesia,” ujar Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto, Senin (27/7/2026).

2. Avanza hingga Yaris Cross masih mendominasi pasar ekspor

Kinerja ekspor elektrifikasi Toyota meningkat (TMMIN)
Kinerja ekspor elektrifikasi Toyota meningkat (TMMIN)

Permintaan dari kawasan Asia masih menjadi kontributor terbesar ekspor Toyota Indonesia dengan porsi 57,8 persen, disusul kawasan Amerika sebesar 29,5 persen dan Timur Tengah sebesar 12 persen. Selain kendaraan utuh, Toyota juga mengekspor komponen CKD, mesin, komponen mesin, hingga peralatan produksi.

Dari sisi model, Toyota Avanza dan Veloz menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan 32.571 unit selama Januari-Juni 2026. Posisi berikutnya ditempati Raize sebanyak 26.082 unit dan Yaris Cross sebanyak 20.441 unit, menunjukkan produk yang diproduksi di Indonesia masih memiliki daya saing tinggi di berbagai pasar global.

Secara kumulatif sejak memulai ekspor pada 1987 hingga semester pertama 2026, Toyota Indonesia telah mengirimkan lebih dari 3,29 juta unit kendaraan ke lebih dari 100 negara di kawasan Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.

3. Ekspor mobil hybrid melonjak, Toyota siapkan ekspansi kendaraan ramah lingkungan

Mobil Elektrifikasi Toyota Indonesia  Dukung Performa  Ekspor Produk Otomotif Nasional Berdaya Saing Global.Tampak dalam gambar aktivitas pengapalan ekspor Yaris Cross Hybrid  melalui Pelabuhan Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tanjung Priok Jakarta beberapa waktu lalu. (TMMIN)
Mobil Elektrifikasi Toyota Indonesia Dukung Performa Ekspor Produk Otomotif Nasional Berdaya Saing Global.Tampak dalam gambar aktivitas pengapalan ekspor Yaris Cross Hybrid melalui Pelabuhan Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tanjung Priok Jakarta beberapa waktu lalu. (TMMIN)

Selain kendaraan konvensional, Toyota Indonesia juga mencatat pertumbuhan signifikan pada ekspor kendaraan elektrifikasi. Pengiriman Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid meningkat 46,4 persen menjadi 12.693 unit dibandingkan semester pertama tahun sebelumnya. Sejak mulai diekspor pada 2023, total ekspor kedua model tersebut telah melampaui 62.906 unit.

Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana, menilai keberlanjutan ekspor bergantung pada kemampuan industri dalam berinovasi sekaligus mengikuti perubahan kebutuhan pasar global.

“Industri otomotif nasional harus berada di garis depan dalam menghadapi perubahan dan membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional akan produk-produk rendah emisi, khususnya dalam menghadapi era transisi energi,” kata Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana.

Selain mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) dan hybrid (HEV), Toyota Indonesia juga terus mendorong pengembangan Flexy Fuel Vehicle (FFV) berbahan bakar bioetanol. Langkah ini dinilai dapat mendukung dekarbonisasi sektor transportasi sekaligus memperkuat industri otomotif nasional dalam menghadapi persaingan global.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More