Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Baterai Lithium-Air Jadi Senjata Masa Depan CATL
Ilustrasi CATL. (catl.com)
  • CATL resmi mengumumkan fokus baru pada pengembangan baterai litium-udara dengan densitas energi tinggi yang berpotensi menyaingi bahan bakar bensin untuk kendaraan listrik masa depan.
  • Teknologi ini menghadapi tantangan teknis sejak 1970-an, namun terobosan terbaru memungkinkan daya tahan hingga 1.000 siklus dan diproyeksikan siap digunakan massal setelah tahun 2030.
  • CATL menetapkan tiga pilar strategi: optimalisasi teknologi saat ini, peningkatan pengalaman pengguna lewat baterai padat, serta eksplorasi jangka panjang litium-udara demi mempertahankan dominasi global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Perusahaan besar dari Tiongkok namanya CATL mau bikin baterai baru yang bisa pakai udara. Katanya baterai ini kuat sekali, bisa bikin mobil jalan jauh banget tanpa sering isi daya. Sekarang mereka masih coba di lab supaya baterainya aman dan tahan lama. Kalau nanti jadi, mungkin dipakai setelah tahun 2030.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah CATL mengarahkan fokus pada pengembangan baterai litium‑udara mencerminkan keberanian dan visi jangka panjang dalam menghadapi tantangan teknis yang kompleks. Dengan capaian purwarupa yang sudah empat kali lebih efisien dibanding baterai konvensional, serta peta jalan strategis yang terukur, perusahaan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap inovasi berkelanjutan dan kemajuan teknologi energi global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Raksasa baterai asal Tiongkok, CATL, secara resmi mengumumkan fokus strategis baru mereka dalam mengembangkan teknologi baterai litium-udara (lithium-air). Pengumuman ini menjadi penanda penting karena untuk pertama kalinya perusahaan memublikasikan arah masa depan mereka demi memenangkan kompetisi baterai global.

Teknologi mutakhir ini digadang-gadang memiliki densitas energi teoritis yang luar biasa tinggi hingga menyamai bahan bakar bensin. Jika proyek jangka panjang ini berhasil dikomersialkan, kecemasan pengemudi kendaraan listrik akan jarak tempuh dipastikan bakal sirna sepenuhnya.

Berikut adalah peta jalan dan analisis teknologi baterai masa depan CATL berdasarkan laporan yang dilansir dari situs carnewschina.com:

1. Teknologi baterai bernapas dengan densitas energi setara bensin

Ilustrasi CATL. (catl.com)

Berbeda dengan baterai litium-ion tradisional yang mengandalkan senyawa logam berat seperti nikel, kobalt, dan mangan, baterai litium-udara menggunakan logam litium sebagai anode dan oksigen langsung dari udara sebagai reaktan katode. Desain tanpa bobot berat inilah yang membuat sistem tersebut mendapatkan julukan sebagai "baterai bernapas".

Secara teoritis, densitas energi teknologi litium-udara sangat mencengangkan karena mampu mencapai $12.000\text{ Wh/kg}$, sebuah angka yang hampir setara dengan densitas energi bensin yang berada di kisaran $13.000\text{ Wh/kg}$. Meskipun purwarupa di laboratorium saat ini baru mencapai $1.200\text{ Wh/kg}$, kapasitas tersebut sudah empat kali lipat lebih tinggi daripada baterai litium-ion arus utama yang hanya berkisar 250 hingga $270\text{ Wh/kg}$. Jika berhasil diaplikasikan pada kendaraan listrik, jarak tempuh mobil dapat dengan mudah melampaui $1.600\text{ km}$ dalam sekali pengisian daya.

2. Menaklukkan rintangan sejarah dan target komersialisasi

Ilustrasi CATL. (catl.com)

Konsep baterai litium-udara sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970-an, namun penerapannya di dunia nyata selalu terhambat oleh berbagai tantangan teknik yang rumit. Komponen baterai ini sangat sensitif terhadap kelembapan murni dan gas karbondioksida di udara, serta memiliki masalah serius pada stabilitas katalis dan siklus umur pakai yang pendek.

Namun, rangkaian terobosan besar berhasil dicapai dalam beberapa tahun terakhir, termasuk keberhasilan Argonne National Laboratory pada tahun 2025 yang mengembangkan purwarupa dengan daya tahan hingga 1.000 siklus pada suhu ruangan. Melalui Forum Powering the Nation, Wu Kai selaku Kepala Ilmuwan di CATL sekaligus akademisi dari Chinese Academy of Engineering menegaskan signifikansi teknologi ini sebagai fokus masa depan. Pihak riset memproyeksikan bahwa teknologi ini akan siap untuk digunakan secara massal di industri otomotif setelah tahun 2030.

3. Tiga pilar peta jalan strategis jangka panjang CATL

Ilustrasi CATL. (catl.com)

Langkah berani CATL dalam membidik teknologi litium-udara menyusul rekam jejak sukses mereka dalam mengembangkan baterai natrium-ion (sodium-ion) yang kini sudah diproduksi massal. Penguasa pasar baterai global dengan pangsa pasar mencapai 47 persen ini telah merumuskan tiga pilar strategi utama industri mereka secara terukur.

Strategi jangka pendek berfokus pada pemanfaatan teknologi yang sudah matang untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini, sementara strategi jangka menengah dilakukan dengan meningkatkan pengalaman pengguna lewat integrasi baterai padat (solid-state). Terakhir, strategi jangka panjang perusahaan adalah mengeksplorasi batas teoritis penyimpanan energi tertinggi manusia melalui teknologi litium-udara ini demi mempertahankan posisi nomor satu di dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article