Jakarta, IDN Times - Dominasi baterai lithium-ion di industri kendaraan listrik tampaknya mulai mendapat penantang baru.
Raksasa baterai asal China, CATL, mengumumkan kesiapan mereka untuk memproduksi massal baterai sodium-ion mulai 2026, sekaligus menargetkan jarak tempuh kendaraan listrik hingga 600 kilometer dalam pengembangan berikutnya.
Mengutip beberapa sumber, langkah ini menjadi tonggak penting bagi industri baterai global karena teknologi sodium-ion selama ini dianggap memiliki keterbatasan dari sisi kepadatan energi dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP).
Namun CATL mengklaim telah berhasil mengatasi sejumlah tantangan manufaktur utama yang selama ini menghambat produksi massal teknologi tersebut.
