Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Aroma Mobil Baru Berbahaya bagi Kesehatan?

Benarkah Aroma Mobil Baru Berbahaya bagi Kesehatan?
Ilustrasi wantia naik mobil (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Aroma mobil baru berasal dari pelepasan senyawa kimia dari material interior seperti plastik dan lem, yang dapat menimbulkan gejala fisik seperti pusing, mual, dan iritasi.
  • Paparan jangka panjang terhadap senyawa seperti benzena dan formaldehida berpotensi memicu gangguan serius termasuk risiko kanker, terutama pada kabin dengan ventilasi buruk.
  • Ventilasi rutin dengan membuka jendela dan menghindari parkir di bawah sinar matahari langsung efektif menurunkan kadar polutan serta menjaga udara kabin tetap sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Aroma khas yang tercium saat pertama kali memasuki kabin mobil baru sering kali dianggap sebagai simbol kemewahan dan kesuksesan. Banyak pemilik kendaraan justru sangat menyukai wangi ini hingga sengaja membeli parfum ruangan dengan aroma serupa untuk mempertahankan sensasi kesegaran otomotif tersebut dalam jangka waktu lama.

Namun, di balik keharuman yang memikat itu, terdapat fakta ilmiah yang menunjukkan adanya risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Aroma tersebut sebenarnya berasal dari pelepasan partikel kimia dari material interior yang dapat berdampak buruk pada sistem pernapasan dan kesehatan jangka panjang jika tidak ditangani dengan benar.

1. Pelepasan senyawa organik yang mudah menguap dari material interior

ilustrasi naik mobil pribadi (unsplash.com/Andraz Lazic)
ilustrasi naik mobil pribadi (unsplash.com/Andraz Lazic)

Wangi mobil baru bukanlah parfum buatan yang sengaja disemprotkan oleh pabrikan, melainkan hasil dari proses kimia yang disebut off-gassing. Fenomena ini terjadi ketika material interior seperti plastik, busa jok, vinil, karpet, dan lem perekat melepaskan senyawa kimia ke udara bebas. Senyawa ini dikenal sebagai Volatile Organic Compounds (VOCs) atau senyawa organik yang mudah menguap pada suhu ruangan.

Beberapa zat kimia yang sering ditemukan dalam proses ini meliputi benzena, toluena, dan formaldehida. Dalam konsentrasi tertentu, paparan jangka pendek terhadap zat-zat ini dapat menyebabkan gejala fisik yang mengganggu seperti pusing, mual, sakit kepala, hingga iritasi pada mata dan tenggorokan. Bagi individu yang memiliki sensitivitas tinggi atau menderita asma, menghirup aroma ini dalam ruang tertutup yang sempit dapat memicu reaksi alergi yang cukup hebat.

2. Risiko paparan jangka panjang dan potensi karsinogenik

ilustrasi jendela mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi jendela mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Penelitian mendalam mengenai kualitas udara di dalam kabin kendaraan menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi VOCs akan mencapai puncaknya saat mobil masih dalam kondisi sangat baru atau ketika mobil diparkir di bawah sinar matahari langsung. Suhu panas yang tinggi di dalam kabin akan mempercepat proses penguapan bahan kimia dari dasbor dan panel pintu, sehingga udara yang terhirup menjadi lebih beracun.

Paparan jangka panjang terhadap senyawa seperti benzena dan formaldehida telah dikaitkan dengan risiko kesehatan yang lebih serius, termasuk potensi karsinogenik atau pemicu kanker. Meskipun produsen otomotif modern mulai beralih menggunakan material yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi kimia, akumulasi gas di dalam ruang kabin yang tidak memiliki ventilasi memadai tetap menjadi perhatian serius bagi kesehatan sistem saraf dan organ dalam manusia dalam jangka waktu yang lama.

3. Langkah preventif untuk mengurangi konsentrasi polutan kabin

ilustrasi seorang perempuan menatap keluar jendela mobil sambil memegang ponsel (freepik.com/zinkevych)
ilustrasi seorang perempuan menatap keluar jendela mobil sambil memegang ponsel (freepik.com/zinkevych)

Mengurangi risiko dari aroma mobil baru sebenarnya dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten. Metode yang paling efektif adalah dengan memastikan sirkulasi udara berjalan maksimal, terutama pada enam bulan pertama kepemilikan. Membuka semua kaca jendela selama beberapa menit sebelum mulai berkendara atau saat mobil diparkir di garasi yang aman akan sangat membantu gas beracun tersebut keluar dari ruang kabin.

Selain itu, hindari kebiasaan menggunakan mode resirkulasi udara pada sistem AC secara terus-menerus saat mobil masih baru. Menggunakan mode udara luar (fresh air) akan menarik oksigen dari luar dan membuang udara jenuh kimia dari dalam secara berkala. Menghindari parkir di bawah terik matahari langsung juga sangat disarankan guna mencegah suhu kabin meningkat drastis yang memicu percepatan pelepasan zat kimia. Dengan pengelolaan sirkulasi udara yang baik, aroma menyengat tersebut akan berangsur hilang seiring waktu, sehingga lingkungan di dalam mobil menjadi lebih aman dan sehat untuk seluruh penumpang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More