ilustrasi mesin mobil hybrid (auto2000.co.id)
Biaya perbaikan sebenarnya bisa ditekan dengan melakukan perawatan secara rutin. Pada mobil diesel, kualitas bahan bakar perlu diperhatikan karena sistem injeksi bertekanan tinggi cukup sensitif terhadap kontaminasi. Filter bahan bakar juga perlu diganti sesuai jadwal agar kotoran tidak mengganggu sistem injeksi.
Hal serupa berlaku pada mobil bensin. Oli, filter, sistem pendinginan, busi, injektor, dan berbagai komponen lainnya tetap membutuhkan perawatan. Menunda servis atau mengabaikan gejala kerusakan justru dapat membuat masalah kecil berkembang menjadi kerusakan yang membutuhkan biaya lebih besar.
Jadi, anggapan bahwa mobil diesel selalu lebih mahal diperbaiki dibandingkan mobil bensin tidak sepenuhnya tepat. Mobil diesel memang memiliki beberapa komponen yang biaya penggantiannya bisa tinggi, terutama sistem injeksi dan perangkat pendukung emisi.
Namun, kondisi kendaraan, usia mobil, teknologi mesin, kualitas perawatan, serta jenis kerusakan tetap menjadi faktor penting. Mobil diesel yang dirawat dengan baik belum tentu lebih mahal dalam jangka panjang dibandingkan mobil bensin yang perawatannya sering diabaikan.