Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Segelas Kopi Saat Macet Bisa Meredakan Stres?
ilustrasi terjebak macet (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Kafein dalam kopi dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kantuk pengemudi, tetapi tidak otomatis menghilangkan stres serta bisa memicu jantung berdebar atau gelisah pada sebagian orang.
  • Aroma, rasa, dan kebiasaan minum kopi dapat menjadi jeda psikologis saat kendaraan berhenti aman, karena memberi rasa nyaman yang terkait pengalaman santai atau istirahat.
  • Kopi bukan solusi utama saat lelah atau emosi sulit dikendalikan; pengemudi perlu membatasi konsumsi, beristirahat di tempat aman, serta menjaga konsentrasi, kesabaran, dan pengendalian emosi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat macet, orang bisa minum kopi supaya tidak mengantuk dan lebih awas saat menyetir. Bau dan rasa kopi juga bisa membuat hati terasa lebih nyaman sebentar. Tapi kopi tidak selalu menghilangkan stres. Kalau minum terlalu banyak, ada orang yang jadi deg-degan dan gelisah. Jika sangat lelah, pengemudi perlu berhenti aman dan istirahat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemacetan sering membuat perjalanan terasa lebih panjang dan melelahkan. Suara kendaraan, antrean yang tidak bergerak, serta jadwal yang terus berjalan dapat membuat suasana hati pengemudi ikut memburuk.

Dalam kondisi seperti itu, segelas kopi mungkin terasa seperti teman yang menyenangkan. Namun, apakah kopi benar-benar dapat membantu meredakan stres saat terjebak macet, atau justru bisa membuat tubuh semakin tegang?

1. Kafein bisa meningkatkan kewaspadaan

ilustrasi terjebak macet (pexels.com/cottonbro studio)

Kopi mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan pada sistem saraf pusat. Zat ini dapat membantu seseorang merasa lebih terjaga dan mengurangi rasa kantuk. Bagi pengemudi yang mulai lelah ketika menghadapi perjalanan panjang, efek tersebut dapat membantu mempertahankan perhatian.

Namun, peningkatan kewaspadaan tidak sama dengan menghilangkan stres. Kafein dapat meningkatkan aktivitas tubuh dan pada sebagian orang menyebabkan jantung berdebar, gelisah, atau merasa lebih tegang, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Karena itu, respons terhadap kopi bisa berbeda pada setiap orang.

2. Minum kopi bisa menjadi jeda psikologis

ilustrasi terjebak macet (pexels.com/Nothing Ahead)

Selain kandungan kafeinnya, pengalaman menikmati kopi juga dapat memberikan efek psikologis. Aroma, rasa, serta kebiasaan meminum kopi bisa menjadi aktivitas kecil yang membuat seseorang merasa memiliki waktu untuk berhenti sejenak dari tekanan perjalanan.

Jika dilakukan saat kendaraan sedang berhenti dengan aman, momen tersebut dapat membantu mengalihkan perhatian dari kemacetan. Perasaan lebih nyaman juga bisa muncul karena aktivitas minum kopi sudah diasosiasikan dengan waktu santai atau istirahat. Efek seperti ini lebih berkaitan dengan pengalaman dan kebiasaan daripada kemampuan kopi secara langsung menghilangkan stres.

3. Cara minum kopi lebih penting saat berkendara

ilustrasi sopir yang taksadar sambil menyetir (freepik.com/user18526052)

Kopi sebaiknya tidak dianggap sebagai solusi utama untuk mengatasi stres saat mengemudi. Jika tubuh sudah sangat lelah atau emosi mulai sulit dikendalikan, berhenti di tempat yang aman dan beristirahat dapat menjadi pilihan yang lebih tepat daripada terus memaksakan perjalanan sambil mengandalkan kafein.

Pengemudi juga perlu memperhatikan jumlah kopi yang dikonsumsi. Terlalu banyak kafein justru dapat membuat sebagian orang lebih gelisah dan sulit rileks. Jadi, segelas kopi mungkin membantu menghadirkan rasa nyaman atau meningkatkan kewaspadaan, tetapi kondisi lalu lintas tetap membutuhkan konsentrasi, kesabaran, dan pengendalian emosi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article