Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Ciri-Ciri Mobil Bekas yang Jarang Dipakai, Ternyata Gak Selalu Bagus

5 Ciri-Ciri Mobil Bekas yang Jarang Dipakai, Ternyata Gak Selalu Bagus
ilustrasi pria dan mobil klasik (pexels.com/Mehmet Altıntaş)
Intinya Sih
  • Mobil bekas yang jarang dipakai belum tentu dalam kondisi prima karena komponen internal bisa rusak akibat kurangnya sirkulasi pelumas dan penggunaan rutin.
  • Sistem penting seperti rem, ban, dan aki rentan mengalami penurunan fungsi, karat, deformasi, hingga soak jika mobil terlalu lama tidak digunakan.
  • Kelembapan di interior dapat menimbulkan bau tidak sedap serta merusak material kabin, menandakan perlunya perawatan meski mobil jarang dipakai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mobil bekas sering dianggap sebagai pilihan rasional untuk menekan biaya tanpa harus kehilangan fungsi utama kendaraan. Apalagi jika ada klaim bahwa mobil tersebut jarang digunakan, banyak orang langsung menganggap kondisinya pasti masih prima. Padahal, kenyataannya gak selalu seindah itu karena kendaraan yang terlalu lama diam justru bisa menyimpan masalah tersembunyi.

Mobil yang jarang dipakai memang terlihat mulus dari luar, tetapi kondisi internalnya belum tentu sebaik tampilannya. Banyak komponen justru lebih cepat rusak ketika tidak digunakan secara rutin dibandingkan mobil yang dipakai secara normal. Supaya gak terjebak pada persepsi yang keliru, penting untuk memahami tanda-tanda spesifik ini sebelum memutuskan membeli, yuk mulai lebih teliti dari sekarang.

1. Mesin terasa kaku saat pertama dinyalakan

ilustrasi starter mobil
ilustrasi starter mobil (freepik.com/yanalya)

Salah satu tanda paling umum dari mobil yang jarang digunakan adalah mesin yang terasa kaku ketika pertama kali dihidupkan. Hal ini biasanya terjadi karena pelumas tidak bersirkulasi dengan baik akibat terlalu lama mengendap di dalam mesin. Akibatnya, gesekan antar komponen menjadi lebih tinggi saat mesin mulai bekerja.

Selain itu, suara mesin cenderung lebih kasar dibandingkan mobil yang rutin digunakan. Kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya penumpukan residu atau bahkan karat halus di bagian dalam mesin. Jika dibiarkan, performa mesin akan terus menurun dan berpotensi memicu kerusakan yang lebih serius.

2. Sistem pengereman kurang responsif

ilustrasi servis rem mobil
ilustrasi servis rem mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Rem adalah komponen vital yang sangat bergantung pada penggunaan rutin agar tetap optimal. Mobil yang jarang digunakan sering mengalami penurunan kualitas pada sistem pengereman, terutama karena adanya karat pada cakram atau kampas rem. Hal ini membuat respons rem menjadi kurang maksimal saat digunakan.

Selain itu, cairan rem juga bisa mengalami penurunan kualitas karena menyerap kelembapan dari udara. Kondisi ini membuat tekanan hidrolik menjadi tidak stabil dan mengurangi efektivitas pengereman. Jika tidak diperhatikan dengan serius, hal ini bisa berdampak pada keselamatan saat berkendara.

3. Ban mengalami deformasi atau retak halus

ilustrasi menggant ban mobil
ilustrasi menggant ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ban yang terlalu lama menahan beban di posisi yang sama tanpa pergerakan akan mengalami deformasi. Biasanya terlihat dari bentuk ban yang tidak lagi sempurna bulat atau munculnya bagian yang sedikit datar. Kondisi ini sering terjadi pada mobil yang diparkir dalam waktu lama tanpa dipindahkan.

Selain itu, permukaan ban juga bisa menunjukkan retakan halus akibat paparan udara dan perubahan suhu. Meskipun terlihat sepele, retakan ini bisa menjadi awal dari kerusakan yang lebih besar saat mobil digunakan. Ban yang tidak dalam kondisi optimal jelas akan mengurangi kenyamanan dan keamanan berkendara.

4. Aki cepat lemah atau sering soak

ilustrasi aki mobil (vecteezy.com/Thamrongpat Theerathammakorn)
ilustrasi aki mobil (vecteezy.com/Thamrongpat Theerathammakorn)

Aki merupakan komponen yang sangat sensitif terhadap penggunaan. Mobil yang jarang digunakan cenderung memiliki aki yang lebih cepat lemah karena tidak mendapatkan pengisian daya secara rutin. Akibatnya, saat mobil ingin digunakan, sering kali mengalami kesulitan saat starter.

Lebih jauh lagi, aki yang terlalu lama tidak digunakan bisa mengalami kerusakan permanen. Hal ini membuat daya simpan energi menjadi menurun drastis dan membutuhkan penggantian lebih cepat. Kondisi ini tentu menambah biaya yang seharusnya bisa dihindari jika mobil digunakan secara berkala.

5. Interior terasa lembap dan berbau

ilustrasi interior mobil dengan sunroof
ilustrasi interior mobil dengan sunroof (pexels.com/Melike B)

Mobil yang jarang dipakai sering kali memiliki kondisi interior yang kurang terjaga. Udara di dalam kabin cenderung lembap karena sirkulasi yang minim, terutama jika mobil disimpan di tempat tertutup. Hal ini bisa memicu munculnya bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan.

Selain itu, kelembapan juga bisa merusak material interior seperti jok, karpet, hingga panel plastik. Bahkan, dalam beberapa kasus, jamur bisa mulai tumbuh di area tertentu. Kondisi ini menunjukkan bahwa mobil tidak mendapatkan perawatan yang cukup meskipun jarang digunakan.

Memilih mobil bekas memang membutuhkan ketelitian ekstra, terutama ketika menemukan unit yang diklaim jarang dipakai. Kondisi yang terlihat bagus di permukaan sering kali menyembunyikan masalah yang tidak langsung terlihat. Dengan memahami ciri-ciri ini, risiko salah pilih bisa ditekan secara signifikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More