Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BFGoodrich Andalkan Produksi Lokal untuk Ban Jalan Raya

3 min read
BFGoodrich Andalkan Produksi Lokal untuk Ban Jalan Raya
Ban yang diproduksi lokal merupakan model on-road (Dok. Istimewa)
  • BFGoodrich memperkuat segmen ban On-Road Indonesia lewat Advantage Touring untuk kenyamanan harian dan g-Force Phenom yang menawarkan respons kemudi serta grip lebih sporty.

  • Kedua ban diproduksi lokal di PT Multistrada Arah Sarana, Cikarang, untuk pasar domestik dan ekspor dengan standar manufaktur Grup Michelin.

  • BFGoodrich memperbarui garansi enam tahun sejak tanggal pembelian, serta menekankan kondisi, penyimpanan, penggunaan, dan pemeriksaan fisik dalam menilai kelayakan ban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – BFGoodrich memperkuat kehadirannya di segmen ban On-Road Indonesia melalui dua produk dengan karakter berbeda, yakni Advantage Touring dan g-Force Phenom. Keduanya diproduksi secara lokal di fasilitas PT Multistrada Arah Sarana, Cikarang, yang telah menjadi bagian dari Grup Michelin sejak 2019.

Produksi di fasilitas tersebut melayani kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor dengan mengacu pada standar internasional Michelin.

Melalui dua produk tersebut, BFGoodrich menawarkan pilihan ban untuk kebutuhan berkendara harian hingga pengendara yang menginginkan karakter lebih sporty.

  1. 1. Dua ban dengan karakter berkendara berbeda

    Produk yang diproduksi di Indonesia memenuhi standar Michelin, menegaskan kualitas manufaktur lokal.
    Diproduksi di Indonesia dengan standar Michelin (Dok. Istimewa)

    Advantage Touring dikembangkan untuk penggunaan sehari-hari dengan fokus pada kenyamanan, durability, dan rasa percaya diri saat berkendara.

    Sementara itu, g-Force Phenom menyasar pengendara yang menginginkan karakter lebih sporty, terutama melalui respons kemudi yang lebih presisi serta grip di jalan kering maupun basah.

    Perbedaan karakter tersebut menjadi bagian dari strategi BFGoodrich dalam menyediakan pilihan ban sesuai kebutuhan pengguna. Kondisi jalan di Indonesia yang beragam juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan produk.

    BFGoodrich menyebut konstruksi sidewall yang robust digunakan untuk mendukung ketangguhan dan performa yang tahan lama. Di sisi lain, tingkat kebisingan yang lebih rendah ditujukan untuk mendukung kenyamanan berkendara.

  2. 2. Pengalaman penggunaan Advantage Touring

    Proses manufaktur ban BFGoodrich berlangsung menggunakan peralatan produksi di area pabrik Cikarang.
    Proses manufaktur ban BFGoodrich di pabrik Cikarang (Dok. Istimewa)

    Karakter Advantage Touring juga dirasakan langsung oleh Gofar Hilman, Brand Ambassador BFGoodrich, yang telah menggunakan ban tersebut selama sekitar enam bulan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

    “Setelah sekitar enam bulan menggunakan BFGoodrich Advantage Touring untuk daily driving, yang paling terasa buat saya adalah kenyamanannya. Dipakai untuk berbagai aktivitas sehari-hari tetap nyaman dan senyap, tapi handling-nya juga tetap memberikan rasa percaya diri saat berkendara,” ujar Gofar, Kamis (24/9/2026).

    Sementara itu, g-Force Phenom dikembangkan untuk konsumen yang ingin mendapatkan pengalaman berkendara lebih engaging. Produk tersebut mengedepankan respons kendaraan, grip, dan karakter sporty dalam penggunaan sehari-hari.

  3. 3. Diproduksi di Indonesia dengan standar Michelin

    Seorang pekerja memeriksa ban BFGoodrich pada lini produksi di fasilitas manufaktur di Cikarang, Indonesia.
    Produksi ban BFGoodrich di Cikarang (dok. Istimewa)

    BFGoodrich menyebut pengalaman lebih dari 150 tahun serta keterikatan dengan Michelin Group sejak 1990 menjadi bagian dari fondasi pengembangan produknya. Untuk produk On-Road yang diproduksi di Indonesia, standar dan expertise Grup Michelin turut diterapkan dalam proses manufaktur.

    “Melalui Advantage Touring dan g-Force Phenom, kami menghadirkan pilihan untuk kebutuhan berkendara yang berbeda, namun tetap dengan fokus yang sama pada kualitas, durability, dan rasa percaya diri saat berkendara," kata Alfons Abikaryono, Customer Engineering Support.

    Selain produk, BFGoodrich juga memperbarui ketentuan layanan pelanggan. Garansi produk selama enam tahun kini dihitung sejak tanggal pembelian, dengan tetap mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

    BFGoodrich juga menegaskan bahwa kode produksi menunjukkan waktu ban dibuat dan tidak otomatis menjadi tanggal kedaluwarsa.

    Kondisi ban, penyimpanan, penggunaan, serta pemeriksaan fisik tetap menjadi faktor dalam menentukan kelayakan ban.

    Untuk kendaraan listrik, BFGoodrich juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan bobot kendaraan yang lebih tinggi akibat baterai serta karakter torsi instan yang dapat memengaruhi keausan ban.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More