Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Biasa Pakai Pertamax Turbo Turun ke Pertamax, Apa Efeknya ke Mesin?
ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Ali Mkumbwa)
  • Turun dari Pertamax Turbo RON 98 ke Pertamax RON 92 berpotensi memicu knocking pada mesin berkompresi tinggi, terutama saat akselerasi atau beban berat.
  • Sistem mesin modern dapat menyesuaikan waktu pengapian untuk mengurangi knocking, tetapi respons tenaga dan efisiensi bahan bakar bisa berubah sesuai rancangan kendaraan.
  • Penggunaan Pertamax tidak otomatis merusak mesin bila RON 92 diizinkan pabrikan; kendaraan yang mensyaratkan RON 98 sebaiknya tetap memakai bahan bakar rekomendasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang yang biasa pakai Pertamax Turbo bisa mau pakai Pertamax karena lebih murah. Tapi mobil yang butuh RON 98 bisa bunyi ketuk dan tenaganya berubah kalau diberi RON 92. Mesin tidak langsung rusak. Sekarang, pemilik mobil harus lihat buku petunjuk mobil dulu. Kalau boleh RON 92, Pertamax aman dipakai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Harga bahan bakar yang naik kerap membuat pemilik mobil mencari pilihan yang lebih murah. Salah satu yang mungkin terpikir adalah mengganti Pertamax Turbo RON 98 dengan Pertamax RON 92 untuk menekan biaya pengeluaran.

Namun, penurunan angka oktan bukan sekadar persoalan harga per liter. Dampaknya terhadap mesin bergantung pada spesifikasi kendaraan, terutama rasio kompresi dan rekomendasi bahan bakar yang tercantum dari pabrikan.

1. Mesin bisa lebih mudah mengalami knocking

Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Pertamax Turbo memiliki angka oktan RON 98, sedangkan Pertamax berada di RON 92. Angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan tekanan dan temperatur sebelum terjadi pembakaran yang tidak semestinya. Pada mesin dengan kompresi tinggi, bahan bakar beroktan lebih rendah berpotensi lebih mudah mengalami knocking.

Knocking merupakan kondisi ketika campuran bahan bakar dan udara terbakar tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya. Gejalanya bisa berupa suara seperti ketukan dari mesin, terutama ketika kendaraan berakselerasi atau bekerja dalam beban berat. Pada mobil modern, sistem pengapian dan sensor mesin dapat menyesuaikan kondisi tersebut, tetapi bukan berarti penggunaan BBM di bawah rekomendasi pabrikan menjadi pilihan ideal.

2. Performa dan efisiensi bisa ikut berubah

ilustrasi knalpot mobil (pexels.com/Khunkorn Laowisit)

Ketika mesin harus menyesuaikan diri dengan bahan bakar beroktan lebih rendah, waktu pengapian dapat dikoreksi oleh sistem manajemen mesin. Tujuannya untuk mengurangi risiko knocking. Pada beberapa kendaraan, penyesuaian ini bisa membuat respons mesin terasa berbeda, terutama ketika membutuhkan tenaga besar.

Efisiensi bahan bakar juga berpotensi berubah karena karakter pembakaran tidak lagi berada pada kondisi yang paling sesuai dengan rancangan mesin. Namun, efeknya tidak sama pada setiap mobil. Mesin yang memang dirancang untuk RON 92 kemungkinan tidak akan mengalami masalah berarti ketika menggunakan Pertamax, sedangkan mesin yang membutuhkan RON 98 sebaiknya tetap mengikuti rekomendasi tersebut.

3. Tidak selalu langsung merusak mesin

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Turun dari Pertamax Turbo ke Pertamax tidak otomatis membuat mesin langsung rusak. Hal paling penting adalah melihat batas minimum RON yang ditentukan pabrikan. Jika buku manual kendaraan mencantumkan RON 92 sebagai salah satu bahan bakar yang diperbolehkan, penggunaan Pertamax pada dasarnya masih sesuai spesifikasi.

Sebaliknya, jika mobil mensyaratkan RON 98, sebaiknya jangan menjadikan Pertamax RON 92 sebagai pilihan rutin hanya karena harganya lebih murah. Penghematan di pompa bensin bisa saja tidak sebanding dengan potensi penurunan performa dan meningkatnya risiko knocking ketika mesin bekerja berat. Jadi, sebelum mengganti Pertamax Turbo, periksa terlebih dahulu rekomendasi BBM kendaraan agar pilihan bahan bakar tetap sesuai dengan karakter mesin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article