Mobil listrik semakin diminati karena menawarkan biaya operasional yang lebih rendah, emisi yang minim, serta teknologi yang lebih modern. Namun, di balik berbagai keunggulan tersebut, masih ada satu hal yang sering menjadi perhatian calon pemilik, yaitu biaya premi asuransi yang pada beberapa kasus lebih tinggi dibandingkan mobil bermesin bensin.
Perbedaan biaya perlindungan tersebut bukan tanpa alasan. Perusahaan asuransi menghitung premi berdasarkan tingkat risiko, nilai kendaraan, hingga biaya perbaikan apabila terjadi kerusakan. Karena karakteristik mobil listrik berbeda dengan mobil konvensional, proses penentuan premi pun ikut mengalami penyesuaian.
