Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Mitos: Ini Alasan Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal
Ilustrasi asuransi kendaraan (pexels/Mikhail Nilov)
  • Premi asuransi mobil listrik lebih tinggi karena nilai kendaraan dan komponen seperti baterai serta sistem elektroniknya memiliki harga yang jauh lebih mahal dibandingkan mobil bensin.
  • Biaya perbaikan meningkat akibat keterbatasan bengkel bersertifikat, kebutuhan alat khusus, serta proses pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan bertegangan tinggi pada mobil listrik.
  • Perusahaan asuransi masih mempelajari risiko klaim mobil listrik sehingga menerapkan perhitungan konservatif, ditambah tantangan ketersediaan suku cadang yang dapat memperpanjang waktu dan biaya perbaikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sekarang banyak orang suka mobil listrik karena irit dan tidak kotorin udara. Tapi uang asuransinya lebih mahal. Katanya karena harga mobil dan baterainya mahal, jadi kalau rusak susah benerinnya. Bengkelnya juga belum banyak dan butuh orang pintar khusus. Jadi perusahaan asuransi masih belajar supaya tahu berapa biaya yang pas sekarang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil listrik semakin diminati karena menawarkan biaya operasional yang lebih rendah, emisi yang minim, serta teknologi yang lebih modern. Namun, di balik berbagai keunggulan tersebut, masih ada satu hal yang sering menjadi perhatian calon pemilik, yaitu biaya premi asuransi yang pada beberapa kasus lebih tinggi dibandingkan mobil bermesin bensin.

Perbedaan biaya perlindungan tersebut bukan tanpa alasan. Perusahaan asuransi menghitung premi berdasarkan tingkat risiko, nilai kendaraan, hingga biaya perbaikan apabila terjadi kerusakan. Karena karakteristik mobil listrik berbeda dengan mobil konvensional, proses penentuan premi pun ikut mengalami penyesuaian.

1. Harga kendaraan dan komponen lebih tinggi

ilustrasi asuransi kendaraan (freepik.com/jcomp)

Salah satu alasan utama premi asuransi mobil listrik lebih mahal adalah harga kendaraannya yang umumnya masih lebih tinggi dibandingkan mobil bensin di kelas yang setara. Nilai kendaraan menjadi dasar dalam menghitung besarnya uang pertanggungan. Semakin tinggi harga mobil, semakin besar pula potensi nilai klaim yang harus ditanggung perusahaan asuransi apabila terjadi kerusakan total atau kehilangan.

Selain harga kendaraan, komponen utama mobil listrik juga memiliki nilai yang tinggi. Paket baterai traksi merupakan komponen paling mahal dalam sebuah mobil listrik. Di samping itu, terdapat motor listrik, inverter, modul pengendali daya, hingga berbagai sensor elektronik yang membutuhkan teknologi khusus. Jika salah satu komponen tersebut mengalami kerusakan akibat kecelakaan, biaya penggantiannya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung jenis kendaraan.

2. Biaya perbaikan dan teknisi lebih mahal

Ilustrasi dokumen asuransi kendaraan (unsplash.com/Vlad Deep)

Perbaikan mobil listrik tidak dapat dilakukan di semua bengkel. Kendaraan ini menggunakan sistem kelistrikan bertegangan tinggi yang memerlukan prosedur keselamatan khusus, peralatan khusus, serta teknisi yang telah memiliki sertifikasi untuk menangani kendaraan listrik. Keterbatasan jumlah bengkel yang memenuhi standar tersebut ikut memengaruhi biaya perbaikan.

Selain itu, proses perbaikan mobil listrik sering kali membutuhkan pemeriksaan yang lebih kompleks. Setelah terjadi benturan, teknisi tidak hanya memeriksa kerusakan bodi, tetapi juga harus memastikan baterai, kabel tegangan tinggi, sistem pendingin baterai, serta berbagai modul elektronik tetap berfungsi dengan baik. Proses inspeksi yang lebih detail dan penggunaan peralatan khusus membuat biaya perbaikan cenderung lebih tinggi dibandingkan mobil bensin.

3. Risiko klaim masih terus dipelajari

ilustrasi dokumen asuransi kendaraan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Industri kendaraan listrik masih berkembang sehingga perusahaan asuransi terus mengumpulkan data mengenai pola kerusakan, biaya perbaikan, hingga nilai klaim yang muncul dari kendaraan jenis ini. Selama data historis belum sebanyak mobil konvensional, perusahaan asuransi biasanya menerapkan perhitungan risiko yang lebih konservatif untuk mengantisipasi kemungkinan kerugian.

Di sisi lain, ketersediaan suku cadang tertentu juga masih menjadi tantangan pada beberapa merek. Apabila komponen harus didatangkan dari luar negeri, waktu perbaikan menjadi lebih lama dan biaya logistik meningkat. Faktor-faktor tersebut ikut diperhitungkan dalam penentuan premi karena dapat memengaruhi total biaya klaim yang harus dibayarkan oleh perusahaan asuransi.

Meskipun premi asuransi mobil listrik cenderung lebih tinggi, bukan berarti seluruh model memiliki biaya perlindungan yang jauh di atas mobil bensin. Besarnya premi tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti harga kendaraan, wilayah operasional, usia kendaraan, jenis perlindungan yang dipilih, hingga rekam jejak klaim pemilik kendaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article