BYD Atto 3 Terbaru Terdaftar di China, RWD dan Dimensi Lebih Besar

- BYD Atto 3 terbaru terdaftar di China dengan dimensi bodi lebih besar, menegaskan posisinya sebagai SUV listrik keluarga yang lebih lapang dan kompetitif di pasar global.
- Model ini beralih ke platform baru dengan penggerak roda belakang (RWD), menghadirkan peningkatan performa, distribusi bobot lebih seimbang, serta handling yang lebih presisi dibanding versi sebelumnya.
- Pembaruan mencakup evolusi menyeluruh seperti baterai, performa, dan arsitektur listrik 800V untuk pengisian cepat, menunjukkan strategi agresif BYD dalam memperkuat daya saing lini SUV listriknya.
Jakarta, IDN Times - Dari dokumen regulator di China, pembaruan terbaru BYD Atto 3 mulai terkuak. SUV listrik yang juga dikenal sebagai Yuan Plus ini disebut akan mengalami perubahan signifikan, bukan sekadar facelift ringan.
Mengutip Carnewschina, informasi yang muncul menunjukkan pergeseran arah pengembangan, mulai dari dimensi bodi hingga platform penggerak yang kini mengarah ke konfigurasi lebih modern.
1. Dimensi membesar, arah SUV semakin menguat

Dari pengajuan ke regulator China, BYD Atto 3 terbaru disebut mengalami perubahan ukuran bodi. Meski detail angka lengkap belum sepenuhnya dibuka, sinyal yang muncul mengarah pada dimensi yang lebih besar dibanding model saat ini.
Perubahan ini menandakan BYD ingin meningkatkan positioning Atto 3 sebagai SUV keluarga yang lebih kompetitif. Selama ini, model tersebut bermain di segmen compact crossover dengan panjang sekitar 4,45 meter dan jarak sumbu roda 2.720 mm.
Dengan ukuran lebih besar, potensi peningkatan ruang kabin dan bagasi menjadi salah satu nilai jual utama, apalagi pasar global kini semakin menuntut kepraktisan dan kenyamanan pada SUV listrik.
2. Beralih ke platform baru, pakai penggerak roda belakang (RWD)

Salah satu perubahan paling signifikan adalah penggunaan platform baru dengan konfigurasi penggerak roda belakang (RWD).
Langkah ini sejalan dengan tren pengembangan EV modern, di mana RWD dinilai memberikan distribusi bobot lebih baik serta handling yang lebih presisi dibanding FWD. Sebelumnya, Atto 3 dikenal sebagai SUV listrik dengan penggerak roda depan.
Di versi global terbaru (Atto 3 Evo), perubahan ke RWD bahkan diikuti lonjakan tenaga hingga sekitar 230 kW atau 308 dk, jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya.
Artinya, pembaruan ini bukan sekadar kosmetik, tetapi menyentuh aspek fundamental kendaraan, termasuk performa dan karakter berkendara.
3. Evolusi besar, bukan sekadar facelift biasa
Munculnya data di regulator memperkuat indikasi bahwa Atto 3 generasi terbaru akan membawa evolusi menyeluruh. Selain dimensi dan platform, pembaruan sebelumnya juga sudah mengarah pada peningkatan baterai, performa, hingga teknologi pengisian cepat.
Model terbaru bahkan disebut mengadopsi arsitektur listrik tegangan tinggi (hingga 800V), yang memungkinkan pengisian daya jauh lebih cepat serta efisiensi lebih tinggi.
Dengan kombinasi perubahan tersebut, BYD tampaknya ingin menjaga daya saing Atto 3 di pasar global yang semakin ketat, terutama melawan rival di segmen SUV listrik kompak.
Langkah ini sekaligus menunjukkan strategi BYD untuk terus memperbarui lini produknya secara agresif, bukan hanya dari sisi fitur, tetapi juga teknologi inti kendaraan listrik.


















