BYD Bentuk Tim 5.000 Orang, Investasi Rp220 Triliun untuk ADAS
- BYD membentuk tim 5.000 orang fokus pada pengembangan teknologi ADAS, termasuk sistem "God's Eye" yang telah dipasang pada lebih dari 2,5 juta kendaraan BYD.
- Investasi lebih dari Rp220 triliun untuk pengembangan ADAS, kecerdasan kendaraan, algoritme AI, dan solusi terkait sebagai strategi jangka panjang BYD.
- Dengan basis data besar dan tim fokus pada teknologi ADAS, BYD memposisikan diri kuat dalam persaingan teknologi berkendara pintar untuk mengembangkan mobilitas masa depan.
Jakarta, IDN Times - Produsen otomotif asal China, BYD memperkuat komitmennya dalam teknologi kendaraan pintar dengan membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 tenaga ahli yang fokus pada pengembangan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dan teknologi intelligent driving.
Perusahaan juga mengalokasikan investasi lebih dari 100 miliar yuan (sekitar Rp220 triliun) untuk pengembangan solusi kendaraan pintar di masa depan. Keputusan ini mencerminkan strategi BYD untuk memperkuat kapabilitas teknologi berkendara cerdas di tengah persaingan global yang semakin ketat.
1. Fokus pengembangan teknologi ADAS di BYD

Tim yang dibentuk BYD terdiri dari insinyur, ahli perangkat lunak, dan pakar kecerdasan buatan yang bekerja mengembangkan dan menyempurnakan sistem bantuan pengemudi canggih, termasuk sistem yang dikenal sebagai “God’s Eye”.
Sistem ini telah dipasang pada lebih dari 2,5 juta unit kendaraan BYD hingga Desember 2025, dan menghasilkan data berkendara harian lebih dari 150 juta kilometer yang digunakan untuk melatih AI agar semakin canggih serta bisa menghadapi kondisi nyata di jalan.
Salah satu pendekatan teknis yang diadopsi BYD adalah solusi “AI Intelligent Agent + World Model”, yakni memanfaatkan simulasi skenario virtual untuk melatih sistem dalam menghadapi situasi jalan yang jarang maupun kompleks, sebuah metode yang dianggap efektif untuk mendukung kemampuan ADAS menangani berbagai kondisi.
2. Strategi jangka panjang BYB

Dana investasi lebih dari Rp220 triliun yang disiapkan BYD mencakup pengembangan ADAS, kecerdasan kendaraan (vehicle intelligence), algoritme AI, serta solusi terkait yang mendukung transformasi kendaraan dari sekadar alat transportasi menjadi perangkat yang “pintar” dan terhubung.
Langkah ini sekaligus menunjukkan assisted driving kini dianggap sebagai komponen inti dari arsitektur kendaraan modern, yang dapat membedakan setiap merek dalam persaingan pasar global.
Komitmen BYD untuk terus memperluas kemampuan ADAS juga terlihat melalui inisiatifnya agar teknologi bantuan mengemudi canggih menjadi fitur standar di seluruh modelnya, mulai dari segmen kendaraan ekonomis hingga kelas premium. Ini sejalan dengan tren di industri otomotif China, di mana banyak produsen berlomba mengejar kemampuan otonom tingkat lanjut seperti Level 3, meskipun regulasi masih menjadi tantangan di banyak pasar.
3. Mengembangkan mobilitas masa depan

Dengan basis data besar dan tim yang berfokus pada teknologi ADAS, BYD memposisikan diri kuat dalam persaingan teknologi berkendara pintar. Ekosistem data yang dihasilkan dari jutaan kendaraan yang sudah aktif di jalan memberikan BYD keunggulan dalam meningkatkan kemampuan sistem-sistem otomatisnya karena machine learning yang efektif sangat bergantung pada jumlah dan kualitas data nyata yang tersedia.
Langkah BYD ini juga mencerminkan bagaimana kendaraan masa depan tidak hanya sekadar bergerak dari titik A ke B, tetapi benar-benar menjadi entitas yang mampu memahami konteks, mendukung pengemudi, dan beroperasi dengan tingkat otonomi yang semakin tinggi.



















