BYD Kembangkan Blade Battery Gen 2 Selama Enam Tahun

BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua di Indonesia setelah pengembangan enam tahun, dengan kepadatan energi diklaim naik 5 persen melalui sistem transportasi ion FlashPass.
Baterai ini dirancang untuk pengisian berdaya tinggi dengan pengelolaan panas lebih baik; BYD mengklaim pengujian keselamatan tidak memicu thermal runaway, asap, api, atau ledakan.
Blade Battery Gen 2 dipadukan dengan Flash Charging hingga 1.500 kW, yang diklaim dapat mengisi kendaraan kompatibel dari 10 ke 70 persen dalam sekitar lima menit.
Jakarta, IDN Times - BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan teknologi kendaraan listrik.
Baterai terbaru ini dikembangkan selama enam tahun dengan fokus pada peningkatan kepadatan energi, kecepatan pengisian daya, serta keselamatan dalam penggunaan sehari-hari.
BYD mengklaim kepadatan energi Blade Battery generasi kedua meningkat lima persen dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi ini juga dirancang untuk mendukung pengisian daya berdaya tinggi dengan pengelolaan panas yang lebih baik.
1. Kepadatan energi meningkat lima persen

Di dalam kabin, Danza menyempurnakan fungsi pijat pada kursi baris pertama dan kedua serta menambah ruang kaki baris ketiga sebesar 60 mm (IDN Times/Fadhliansyah) Peningkatan kepadatan energi menjadi salah satu pembaruan utama Blade Battery generasi kedua. BYD mengembangkan sistem transportasi ion FlashPass untuk mengurangi hambatan internal dan meningkatkan efisiensi perpindahan energi di dalam sel baterai.
Teknologi tersebut menggabungkan sejumlah pengembangan pada katode, elektrolit, dan anode. Optimalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan kecepatan perpindahan ion sekaligus membantu mengendalikan panas selama proses pengisian daya.
2. Pengisian cepat tanpa mengabaikan keselamatan

BYD juga bawa 2nd gen Blade Battery (IDN Times/Fadhliansyah) BYD memastikan Blade Battery generasi kedua telah melewati serangkaian pengujian keselamatan, termasuk uji penusukan paku yang dilakukan bersamaan dengan proses Flash Charging.
Menurut perusahaan, pengujian tersebut tidak memicu thermal runaway, asap, maupun api setelah 500 siklus pengisian.
Baterai ini juga diklaim mampu melewati pengujian hubungan arus pendek paksa pada empat sel secara bersamaan tanpa kebakaran atau ledakan, bahkan ketika suhu mencapai lebih dari 700 derajat Celsius. Hasil tersebut merupakan klaim berdasarkan pengujian yang disampaikan BYD.
3. Dipadukan dengan Flash Charging

BYD Flash Charging resmi rilis di Indonesia (IDN Times/Fadhliansyah) Blade Battery generasi kedua dikembangkan untuk bekerja bersama teknologi Flash Charging yang menawarkan daya hingga 1.500 kW.
Kombinasi keduanya diklaim memungkinkan kendaraan kompatibel mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar lima menit dan mencapai 97 persen dalam sembilan menit pada suhu normal.
Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan inovasi tersebut ditujukan untuk membuat kendaraan listrik semakin praktis.
"Bagi BYD, inovasi teknologi bukan sekadar tentang menciptakan terobosan baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas," ujar Liu, Rabu (14/10/2026).
BYD menyatakan pengembangan baterai dan pengisian daya akan terus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih efisien dan terintegrasi.





















