Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Cerdas Menghemat Bahan Bakar saat Terjebak Macet
ilustrasi macet (unsplash.com/Andrew Adams)
  • Matikan mesin saat kemacetan total diperkirakan lebih dari dua hingga tiga menit, atau manfaatkan fitur Engine Auto Start-Stop untuk menghentikan konsumsi BBM ketika mobil diam.
  • Pengemudi mobil manual disarankan memindahkan gigi ke netral dan melepas kopling saat berhenti cukup lama, guna mengurangi beban mesin serta menjaga komponen kopling.
  • Saat antrean bergerak, akselerasi secara halus, jaga jarak aman, dan atur AC pada 24–25 derajat Celsius agar beban mesin serta konsumsi BBM tetap terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat terjebak kemacetan, kekhawatiran bahan bakar cepat habis sering muncul. Hal ini terjadi karena mesin tetap menyala padahal kendaraan tidak bergerak maju. Kondisi tersebut membuat konsumsi BBM menjadi tidak efisien.

Kamu tentu tidak ingin perjalanan terhenti di tengah jalan akibat kehabisan bensin. Oleh karena itu, penting untuk mengelola penggunaan bahan bakar dengan bijak saat macet. Kamu bisa simak tips berikut ini tentang cara menghemat bahan bakar saat terjebak macet.

1. Matikan mesin saat berhenti lama

ilustrasi macet (unsplash.com/Polina Kuzovkova)

Pemborosan bahan bakar paling signifikan sering kali terjadi ketika mesin dibiarkan menyala dalam kondisi diam terlalu lama. Kondisi idle yang berkepanjangan membuat BBM tetap terpakai tanpa menghasilkan pergerakan kendaraan. Akibatnya, efisiensi penggunaan bahan bakar menjadi berkurang.

Apabila kamu terjebak dalam kemacetan total yang diperkirakan berlangsung lebih dari dua hingga tiga menit, sebaiknya matikan mesin kendaraan. Tindakan tersebut dapat menghentikan konsumsi BBM yang tidak perlu. Dengan demikian, kamu membantu menghemat bahan bakar sekaligus mengurangi emisi gas buang.

2. Gunakan fitur Engine Auto-Stop

ilustrasi macet (unsplash.com/todd kent)

Upaya menghemat bahan bakar saat kemacetan dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan teknologi yang terdapat pada kendaraan. Salah satu fitur yang sangat membantu adalah Engine Auto Start-Stop. Teknologi ini dirancang untuk mendukung efisiensi penggunaan BBM dalam kondisi lalu lintas padat.

Fitur tersebut bekerja dengan mematikan mesin secara otomatis ketika mobil berhenti total, seperti pada lampu merah atau antrean panjang. Mesin akan kembali menyala dengan sendirinya begitu kamu menginjak pedal gas. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir membuang bahan bakar secara sia-sia saat kendaraan tidak bergerak.

3. Pakai gigi netral untuk mobil manual

ilustrasi macet (unsplash.com/Kent Lâm)

Bagi pengendara mobil bertransmisi manual, cara menghentikan kendaraan perlu diperhatikan agar konsumsi BBM tetap efisien. Kebiasaan menahan pedal kopling sambil mempertahankan posisi gigi saat berhenti dapat memberi beban tambahan pada mesin. Hal tersebut membuat kinerja mesin menjadi tidak optimal.

Jika kamu berada dalam kondisi berhenti cukup lama, sebaiknya pindahkan tuas ke posisi netral dan lepaskan pedal kopling. Langkah ini membantu mengurangi beban kerja mesin serta menghemat penggunaan bahan bakar. Dengan kebiasaan tersebut, kamu juga dapat memperpanjang usia komponen kopling kendaraan.

4. Melaju dengan lembut

ilustrasi macet (unsplash.com/Arron Choi)

Gaya berkendara yang agresif merupakan salah satu faktor utama penyebab borosnya bahan bakar. Akselerasi mendadak dan pengereman keras membuat mesin bekerja lebih berat. Kondisi tersebut akan sangat terasa pemborosannya ketika lalu lintas sedang macet.

Ketika antrean mulai berjalan, sebaiknya kamu menekan pedal gas dengan halus dan bertahap. Hindari menarik gas secara spontan agar konsumsi BBM tetap stabil. Selain itu, kamu juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan agar dapat mengantisipasi pergerakan tanpa harus sering mengerem.

5. Pakai AC secukupnya

ilustrasi macet (unsplash.com/Bamiwo Adeola)

Penggunaan penyejuk udara secara berlebihan dapat menjadi salah satu faktor pemborosan bahan bakar. Kompresor AC memerlukan tenaga tambahan dari mesin sehingga konsumsi BBM ikut meningkat. Oleh karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan selama berkendara.

Ketika kamu terjebak dalam kemacetan, atur suhu AC pada tingkat yang cukup nyaman, seperti 24 hingga 25 derajat Celcius. Menghindari pengaturan pada suhu paling rendah dapat mengurangi beban kerja mesin. Dengan cara ini, kamu tetap merasa sejuk tanpa harus mengorbankan efisiensi bahan bakar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article