Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Touring Saat Perut Kosong, Apa Risikonya untuk Pengendara?

Touring Saat Perut Kosong, Apa Risikonya untuk Pengendara?
ilustrasi touring motor (pexels.com/Blaz Erzetic)
  • Touring dengan perut kosong dapat mempercepat rasa lemas karena tubuh tetap membutuhkan energi untuk menjaga keseimbangan, konsentrasi, dan mengendalikan motor, terutama di cuaca panas atau rute menantang.
  • Rasa lapar berpotensi memecah fokus, memperlambat respons terhadap pengereman kendaraan, lubang jalan, atau perubahan arah, sehingga pengendara perlu mengurangi kecepatan dan berhenti di tempat aman.
  • Sebelum riding, pengendara disarankan makan secukupnya, menjaga asupan cairan, serta memanfaatkan waktu istirahat untuk makan atau camilan agar energi dan kenyamanan tetap terjaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Touring motor membutuhkan konsentrasi, stamina, dan kondisi tubuh yang prima. Namun, karena ingin segera berangkat atau mengejar waktu, sebagian pengendara memilih memulai perjalanan tanpa mengisi perut terlebih dahulu.

Padahal, riding dalam kondisi perut kosong bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan tenaga. Jika perjalanan berlangsung lama, rasa lapar dapat mengganggu fokus dan membuat pengendara kurang nyaman saat mengendalikan motor.

  1. 1. Tubuh bisa lebih cepat lemas saat perjalanan jauh

    ilustrasi touring motor (pexels.com/Yogendra Singh)
    ilustrasi touring motor (pexels.com/Yogendra Singh)

    Saat tubuh belum mendapatkan asupan makanan yang cukup, energi yang tersedia untuk melakukan aktivitas bisa berkurang. Ketika touring, tubuh tetap bekerja meski sebagian besar waktu dihabiskan dengan duduk karena pengendara harus menjaga keseimbangan, konsentrasi, serta mengendalikan motor.

    Kondisi perut kosong juga dapat membuat rasa lelah lebih cepat muncul, terutama jika perjalanan dilakukan dalam cuaca panas atau melewati rute yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Tubuh yang mulai terasa lemas dapat membuat riding terasa semakin berat, meski jarak yang ditempuh belum terlalu jauh.

    Jika rasa lapar mulai mengganggu, jangan memaksakan diri untuk terus melaju hanya demi mengejar tujuan. Lebih baik mencari tempat yang aman untuk beristirahat dan mengisi tenaga sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya.

  2. 2. Konsentrasi saat mengendarai motor bisa terganggu

    ilustrasi touring
    ilustrasi touring (pexels.com/Zaur Takhgiriev)

    Touring membutuhkan perhatian penuh terhadap kondisi jalan, kendaraan lain, rambu, hingga perubahan cuaca. Ketika perut mulai kosong dan rasa lapar semakin kuat, fokus bisa terpecah karena tubuh terus memberikan sinyal bahwa membutuhkan asupan.

    Gangguan konsentrasi ini dapat membuat pengendara lebih lambat merespons kondisi di depan. Misalnya, terlambat menyadari kendaraan yang mengerem, lubang di jalan, atau perubahan arah kendaraan lain. Dalam perjalanan jauh, kondisi seperti ini tentu tidak boleh dianggap sepele.

    Rasa lapar juga bisa membuat suasana hati berubah dan tubuh terasa kurang nyaman. Jika mulai sulit berkonsentrasi, mata terasa berat, atau tubuh terasa semakin lemas, segera kurangi kecepatan dan cari tempat aman untuk berhenti.

  3. 3. Makan secukupnya sebelum riding lebih nyaman

    ilustrasi touring motor
    ilustrasi touring motor (freepik.com/bublikhaus)

    Sebelum memulai touring, sebaiknya isi tenaga dengan makanan yang cukup. Tidak harus makan berlebihan karena perut yang terlalu kenyang juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat harus duduk dalam posisi yang sama cukup lama.

    Pilih makanan yang dapat memberikan energi dan tidak membuat tubuh terasa terlalu berat. Selain makan, kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan karena perjalanan jauh, cuaca panas, dan penggunaan perlengkapan berkendara dapat membuat tubuh kehilangan cairan.

    Selama perjalanan, manfaatkan waktu istirahat untuk makan atau menikmati camilan jika diperlukan. Jangan menunggu sampai tubuh benar-benar terasa sangat lemas baru mencari tempat berhenti, terutama jika masih harus menempuh jalur yang panjang atau kondisi jalan cukup menantang.

    Persiapan touring tidak hanya berkaitan dengan kondisi motor, tekanan ban, bahan bakar, dan perlengkapan berkendara. Kondisi tubuh pengendara juga menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sebelum perjalanan dimulai.

    Jadi, touring saat perut kosong bukan pilihan yang ideal. Tubuh yang memiliki cukup energi dapat membantu menjaga kenyamanan dan konsentrasi selama riding. Makan secukupnya, minum dengan cukup, serta beristirahat secara berkala dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman dan membantu pengendara tetap fokus hingga tiba di tujuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More