Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Menyiasati Harga Pertamax Turbo Naik Tanpa Merusak Mesin
ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Ali Mkumbwa)
  • Harga Pertamax Turbo naik per 1 September 2026 di sejumlah wilayah, sehingga biaya operasional mobil performa tinggi ikut meningkat.
  • Penghematan dapat dilakukan lewat akselerasi halus, kecepatan stabil, menghindari pengereman berulang, serta menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.
  • Pemilik disarankan tetap memakai RON sesuai spesifikasi kendaraan dan rutin merawat filter udara, busi, oli, serta injeksi agar pembakaran optimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga Pertamax Turbo naik sejak 1 September 2026. Pemilik mobil yang butuh bensin ini jadi keluar uang lebih banyak. Mereka bisa hemat dengan mengemudi pelan dan tidak sering gas-rem. Ban harus cukup angin dan mesin harus dirawat. Mobil yang perlu RON 98 jangan asal diberi bensin RON lebih rendah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kenaikan harga Pertamax Turbo membuat biaya mengisi bahan bakar mobil performa tinggi ikut bertambah. Per 1 September 2026, harga Pertamax Turbo di sejumlah wilayah mengalami kenaikan, sehingga pemilik mobil perlu mencari cara agar pengeluaran tetap terkendali.

Meski ingin lebih hemat, mengganti bahan bakar beroktan tinggi dengan jenis yang lebih rendah tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengurangi konsumsi BBM tanpa mengorbankan kebutuhan mesin.

1. Sesuaikan gaya berkendara

Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir (freepik.com/freepik)

Cara paling sederhana untuk menghemat Pertamax Turbo adalah mengubah gaya berkendara. Akselerasi mendadak, sering melakukan pengereman kemudian kembali menginjak gas, serta mempertahankan putaran mesin tinggi bisa membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Berkendara dengan bukaan gas yang lebih halus membantu mesin bekerja lebih efisien.

Kecepatan juga perlu dijaga agar tetap stabil ketika kondisi jalan memungkinkan. Pada perjalanan luar kota atau jalan tol, hindari kebiasaan memacu kendaraan lalu mengerem berulang kali. Selain menghemat BBM, gaya berkendara yang lebih halus juga membuat komponen seperti rem dan ban tidak bekerja terlalu berat.

2. Jangan abaikan kondisi ban dan mesin

ilustrasi isi tekanan angin ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tekanan angin ban yang kurang dapat meningkatkan hambatan gulir. Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan. Karena itu, periksa tekanan ban secara berkala dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Ban dengan kondisi baik juga membantu kendaraan tetap efisien ketika digunakan sehari-hari.

Perawatan mesin tidak kalah penting. Filter udara yang kotor, busi yang sudah menurun performanya, oli yang tidak sesuai spesifikasi, hingga sistem injeksi yang bermasalah dapat membuat pembakaran kurang optimal. Menjaga seluruh komponen tetap dalam kondisi prima bisa membantu mempertahankan konsumsi BBM tanpa perlu mengubah jenis bahan bakar.

3. Jangan asal turun ke ron lebih rendah

ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Jesse Donoghoe)

Mengganti Pertamax Turbo RON 98 dengan Pertamax RON 92 memang terlihat sebagai cara cepat untuk mengurangi biaya. Namun, langkah tersebut harus disesuaikan dengan rekomendasi kendaraan. Mobil yang memang dirancang untuk menggunakan RON 98 sebaiknya tetap menggunakan bahan bakar sesuai spesifikasi pabrikan.

Jika ingin mengetahui apakah kendaraan masih aman menggunakan RON lebih rendah, periksa buku manual atau informasi resmi dari pabrikan. Jangan hanya mengandalkan pengalaman bahwa mesin masih bisa menyala dan berjalan normal. Pada mesin berkompresi tinggi, penggunaan BBM yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko knocking dan membuat performa mesin berubah.

Dengan harga Pertamax Turbo yang semakin tinggi, strategi penghematan terbaik bukan selalu mencari bensin yang lebih murah. Mengurangi konsumsi melalui gaya berkendara yang efisien, menjaga tekanan ban, serta melakukan servis secara rutin jauh lebih aman untuk menjaga biaya operasional tetap terkendali sekaligus mempertahankan kesehatan mesin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article