Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Merawat Radiator Mobil Agar Mesin Tetap Dingin

Cara Merawat Radiator Mobil Agar Mesin Tetap Dingin
ilustrasi mengecek radiator mobil (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Radiator berperan penting menjaga suhu mesin tetap stabil agar tidak overheat dan mencegah kerusakan serius pada kendaraan.
  • Perawatan utama meliputi penggunaan coolant khusus, pengecekan volume cairan, serta penggantian sesuai rekomendasi pabrikan.
  • Pengecekan rutin selang, tutup radiator, dan kebersihan kisi-kisi membantu menjaga sirkulasi pendinginan serta mendeteksi gejala overheat lebih awal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Radiator sering dianggap sepele, padahal komponen ini punya peran krusial menjaga suhu mesin tetap stabil. Tanpa sistem pendinginan yang sehat, mesin bisa overheat dan berujung kerusakan serius yang biayanya tidak murah.

Masalahnya, banyak pemilik mobil baru sadar pentingnya radiator justru setelah gejala muncul.

Padahal, merawat radiator itu tidak sulit dan bisa dilakukan secara rutin tanpa perlu ke bengkel setiap saat. Dengan perawatan yang tepat, sistem pendinginan bisa bekerja optimal dan umur mesin pun jadi lebih panjang.

1. Gunakan coolant yang tepat dan rutin dicek

ilustrasi isi radiator coolant
ilustrasi isi radiator coolant (pexels.com/Pav_1007)

Air radiator sebaiknya tidak menggunakan air biasa, melainkan coolant khusus yang mampu menjaga suhu mesin sekaligus mencegah karat dan kerak di dalam sistem. Coolant juga memiliki titik didih lebih tinggi, sehingga lebih efektif menahan panas saat mesin bekerja.

Selain itu, penting untuk rutin mengecek volume cairan di reservoir. Jangan tunggu sampai habis atau berubah warna. Idealnya, penggantian coolant dilakukan setiap 20.000–40.000 km atau mengikuti rekomendasi pabrikan.

2. Pastikan komponen pendukung dalam kondisi prima

ilustrasi warna radiator coolant
ilustrasi warna radiator coolant (pexels.com/Jj Gouln)

Radiator bukan cuma soal cairan pendingin, tapi juga didukung komponen lain seperti selang dan tutup radiator. Selang yang retak atau bocor bisa mengganggu sirkulasi, sementara tutup radiator yang rusak dapat menyebabkan tekanan tidak stabil.

Karena itu, lakukan pengecekan visual secara berkala. Pastikan selang masih lentur dan tidak ada kebocoran, serta tutup radiator masih rapat dan berfungsi menjaga tekanan dengan baik.

3. Jaga kebersihan dan waspadai gejala overheat

ilustrasi kipas radiator
ilustrasi kipas radiator (pexels.com/david mcelwee)

Kisi-kisi radiator berfungsi melepas panas, sehingga harus selalu dalam kondisi bersih. Debu atau kotoran yang menempel bisa menghambat aliran udara dan menurunkan performa pendinginan.

Selain itu, penting juga untuk peka terhadap tanda-tanda overheat seperti indikator suhu naik atau muncul uap dari mesin. Jika gejala ini muncul, segera hentikan kendaraan dan lakukan pengecekan agar tidak berujung kerusakan lebih serius.

Dengan tiga langkah sederhana ini, radiator bisa bekerja optimal dan mesin tetap dalam suhu ideal, bahkan saat digunakan dalam kondisi lalu lintas yang padat.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Automotive

See More