ilustrasi jalan tol (unsplash.com/novita ramadhani)
Meski bisa membantu menghemat bensin, cruise control bukan fitur yang ideal digunakan di semua kondisi. Penggunaannya paling cocok ketika jalan tol relatif lengang, permukaan jalan datar, dan kecepatan kendaraan dapat dipertahankan tanpa banyak perubahan.
Fitur ini sebaiknya dinonaktifkan ketika lalu lintas padat, banyak tikungan, jalan licin, atau kondisi membutuhkan respons cepat terhadap kendaraan lain. Pengemudi tetap harus fokus mengawasi jalan dan siap mengambil alih kendali kapan saja. Jadi, manfaat cruise control terhadap konsumsi bensin sangat bergantung pada cara dan kondisi penggunaannya.
Pada road trip jarak jauh, cruise control bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membuat perjalanan lebih efisien. Kecepatan yang stabil membuat kebutuhan melakukan akselerasi dan deselerasi berulang dapat dikurangi, terutama ketika kondisi jalan mendukung.
Namun, jangan berharap cruise control otomatis membuat mobil selalu irit. Tekanan ban, beban kendaraan, kondisi mesin, penggunaan AC, kecepatan rata-rata, hingga kondisi jalan tetap berpengaruh terhadap konsumsi bensin. Fitur ini paling efektif jika dipadukan dengan gaya berkendara yang halus dan antisipatif.