Teknologi torque vectoring semakin banyak digunakan pada mobil modern untuk membantu mengatur distribusi tenaga ke roda saat kendaraan menghadapi kondisi tertentu. Sistem ini bekerja dengan mengelola torsi yang diterima roda sehingga karakter mobil dapat terasa berbeda, terutama ketika melewati tikungan tajam. Perubahan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menikung, tetapi juga memengaruhi rasa berkendara secara keseluruhan.
Saat memasuki tikungan dengan kecepatan tertentu, setiap roda sebenarnya membutuhkan jumlah traksi dan putaran yang berbeda. Di sinilah torque vectoring berperan untuk membantu mobil tetap mengikuti arah yang diinginkan tanpa membuat pengemudi merasa kendaraan terlalu sulit dikendalikan. Supaya lebih memahami pengaruh teknologi ini terhadap karakter mobil, yuk, simak lima dampaknya berikut!
