Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Era Baru Kemudi Elektronik: China Wajibkan Standar Steer by Wire!

interior BYD Sealion 7 (byd.com)
interior BYD Sealion 7 (byd.com)

Pemerintah China secara resmi meresmikan standar nasional wajib bagi sistem kemudi kendaraan yang akan mulai berlaku pada 1 Juli mendatang. Langkah strategis ini diambil untuk mengatur regulasi teknis dan metode pengujian bagi teknologi steer-by-wire (SbW) yang kini semakin masif digunakan pada kendaraan pintar.

Berbeda dengan sistem kemudi konvensional yang mengandalkan hubungan mekanis dan hidrolik, steer-by-wire sepenuhnya dikendalikan oleh sinyal elektronik. Regulasi ini menjadi landasan hukum penting dalam menjamin keamanan fungsional seiring dengan transisi industri otomotif menuju kendaraan otonom dan konektivitas cerdas.

1. Penguatan aspek keamanan dan mitigasi kegagalan sistem

penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)
penggerak BYD Sealion 7 (byd.com)

Bagian terpenting dari standar nasional baru ini adalah penekanan pada jaminan keselamatan melalui strategi respons kegagalan yang ketat. Mengingat ketiadaan koneksi fisik antara setir dan roda, regulasi ini mewajibkan setiap produsen untuk memiliki protokol cadangan jika terjadi malfungsi pada sumber daya, sistem transmisi kontrol, maupun transmisi energi.

Pemerintah China menuntut agar sistem steer-by-wire mampu memberikan respons keamanan yang tepat dalam berbagai skenario kegagalan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengemudi tetap memiliki kendali atau kendaraan dapat berhenti dengan aman secara otomatis jika terjadi gangguan pada sirkuit elektronik, sehingga risiko kecelakaan akibat hilangnya kendali kemudi dapat diminimalisir sepenuhnya.

2. Mekanisme alarm dini dan keandalan perangkat lunak

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)
ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Standar baru ini juga memperjelas mekanisme alarm bagi pengemudi, terutama terkait penurunan performa sistem akibat usia pakai komponen. Sistem kemudi wajib memberikan peringatan dini jika terdeteksi adanya degradasi fungsi, sehingga pemilik kendaraan dapat segera melakukan perawatan sebelum risiko bahaya muncul. Ini merupakan langkah preventif untuk menjamin operasional jangka panjang yang aman bagi kendaraan pintar.

Selain itu, karena kemudi steer-by-wire sepenuhnya dikendalikan oleh perangkat lunak, regulasi ini mencakup persyaratan fungsional yang sangat mendetail untuk sistem kontrol elektronik. Tujuannya adalah mencegah risiko yang tidak masuk akal akibat anomali fungsi pada sistem listrik atau elektronik. Dengan adanya standar ini, setiap baris kode pemrograman yang mengatur pergerakan roda harus melalui verifikasi ketat agar tidak terjadi kesalahan interpretasi sinyal saat mobil sedang melaju.

3. Standarisasi pengujian dan pertumbuhan pasar global

ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)
ilustrasi BYD Dolphin (byd.com)

Regulasi ini juga menetapkan basis teknis bagi lembaga pengujian dan inspeksi dalam melakukan tinjauan dokumen serta verifikasi uji lapangan. Penyesuaian persyaratan uji keselamatan fungsional ini memberikan kepastian hukum bagi produsen otomotif, seperti Nio yang telah memproduksi massal teknologi ini pada model ET9, untuk memasarkan inovasi mereka dengan standar keamanan yang seragam.

Secara global, pasar steer-by-wire diprediksi akan melonjak dari 4,61 miliar USD pada tahun 2025 menjadi 7,21 miliar USD pada tahun 2031. Keunggulan teknologi ini dalam hal presisi, manuverabilitas, serta fleksibilitas desain ruang kabin menjadikannya komponen krusial bagi mobil masa depan. Dengan diberlakukannya aturan ini pada Juli mendatang, China selangkah lebih maju dalam memimpin standarisasi teknologi otomotif global yang lebih aman dan cerdas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

DFSK Perluas Jaringan, Dealer Baru Hadir di Depok

27 Jan 2026, 16:45 WIBAutomotive